Terlambat…

Seharusnya kita bertemu sejak dulu

Ketika hati masih galau disalut kelabu

Ah.. mengapa kau datang terlambat?

Ketika aku tengah bersiap menyambut datangnya cahaya yang putih semburat

Ah.. mengapa kau baru menghampiriku?

Ketika raga tlah bersiap untuk tak lagi bersamamu..

Seharusnya kita bertemu sejak dulu..

Seminggu yang lalu..

Baca puisinya sambil mencetin jerawat yang baru muncul setelah saya bersiap melewati hari-hari yang menguras emosi (baca : tamu bulanan) Biasanya si jerawat ini sudah muncul ketika H minus 7 hari, paling telat pas hari H-nya, lah ini kok pas dah mo selese baru keluar, hadeeeeeehโ€ฆ

Tapi gapapa deng, si ayah tetep cinta kok!๐Ÿ˜ณ

Father and Son

Uncategorized

28 thoughts on “Terlambat…

    • @ bunda monda
      bu dokter, obatin donk!

      *trus sama bunda monda dikasih bor gigi๐Ÿ˜€

      @ Ari
      siapa? yang nanya?๐Ÿ˜›

      @ Bli Budi
      waaaa..enak banget tuh istrinya!๐Ÿ˜€

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, BundaMahes…

    Hehehe… asyik sekali pencetan jerawat kan mbak. Geram rasa hati kalau jerawat tidak mahu keluar dari kawahnya.

    Gapapa mbak, yang tercinta tetap menyintaimu bukan jerawatmu. ๐Ÿ˜€

    Puisinya kreatif dan punya makna tersirat yang membayangkan keresahan hati pemiliknya. kasihan jerawat selalu tidak dikehendaki hadirnya.

    Salam mesra dan manis selalu dari Sarikei, Sarawak.

  2. iya mbak, suka menguras emosi kalo si tamu bulanan datang๐Ÿ˜€
    saya pikir tadinya puisi untuk seseorang ternyata si acne yang datang terlambat๐Ÿ˜€ bisa aja deh…tapi saya gak berani mencet jerawat soalnya nimbulin bekas juga nantinya๐Ÿ™‚

    • @mamah Aline
      wajah saya dah terlanjur “ancur” makanya diancurin sekalian๐Ÿ˜€

      @ Ruri
      mo tau aja!๐Ÿ˜›

      @ Mba Salma
      mungkin gitu kali ya Mbak?!๐Ÿ˜€

  3. Terlambat sudah kau datang padaku
    Setelah ku dapatkan penggantimu
    Kini hatiku tertutup untukmu
    Cukup sudah penderitaanku

    Reff:
    Mengapa dulu kau tinggalkan diriku
    Tanpa pesan apapun padaku
    Kala itu cintaku sedang tumbuh
    Kau biarkan menjadi layu

    Kini kau datang lagi padaku
    Setelah kau siksa diriku
    Terlambat sudah
    Terlambat sudah
    Semuanya tโ€™lah berlalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s