Pencapaian (???)

Simple aja, ketika dapet laporan dari 2 anak perempuan saya.

Yang pertama, usia 9 tahun. Dia mengeluh pinggangnya sakit ketika berusaha mengangkat galon air yang baru saya ganti namun masih diletakkan di lantai, belum saya naikkan ke atas. Terlepas dari subjektivitas saya sebagai ibunya, tentu saja saya bangga dengan inisiatifnya untuk membantu saya mengangkat galon tersebut, terlebih jika dibandingkan dengan usianya yang masih 9 tahun. Saya merespon dengan ucapan terima kasih atas usahanya dan untuk mengantisipasi dia kecewa terhadap dirinya sendiri karena gagal menyelesaikan sebuah pekerjaan (ini faktor genetik, percayalah!) saya sampaikan bahwa hal itu bisa dilakukan pelan-pelan, sambil berlatih, nanti lama kelamaan akan bisa.

Yang kedua, usia 4 tahun.
“Bunda, tadi ada keluwing di lantai, tapi udah Kiya matiin”
Tau keluwing kan? Saudara sepupunya kelabang versi kalem dan tidak beracun yang jika disenggol sedikit akan auto melungker.
Nah si bungsu ini setelah saya ulik lebih jauh tentang cara “matiin” keluwingnya, membuat saya agak gimanaaaa gitu…
Si keluwing ditetesi minyak kayu putih terlebih dahulu, setelah tidak bergerak/melungker, si bungsu akan mengambil pensil/penggaris, lantas dipotongnya itu badan keluwing menjadi 2 bagian.
Hmmm… haruskah saya merasa cemas?

Yaaaa setidaknya dari dua hal di atas, mereka sudah bisa dimatangkan level kemandiriannya, sehingga untuk hal-hal kecil seperti di atas mereka bisa menyelesaikannya sendiri tanpa harus menunggu bantuan orang lain.

Sekian, salam sehat ^_^

Blessed

“sunflower”

This is our latest project (me and my youngest daughter), it’s called “sunflower”.

According to her weekly projects, Kiran was asked to make a sunflower. With a little help here and there -of course on her consent because basically i won’t help if she doesn’t want me to- and this is it our sunflower. Kiran did the forming, gluing, and coloring by herself which made me feel amazed realizing a 4 y.o. kid could do this kind of (for me) complicated task. And also a kind of relieved because Kiran and her bro sis are sooooo much better at drawing/art, unlike her mum 🤣🤣🤣

Actually it had to be done on paperboard to have the rolls stand steadily, unfortunately we didn’t have any, so i decided to stick a plain paper into a used calender, and wallaaa… now we had a DIY paperboard 😆

By the way, the reason i use “blessed” as the title of this post is because one of the purpose i write these blog posts is to be my legacy for my kiddos. I feel blessed because i have chance to do so, so that my children will have known me and have more memories about me, their mom.

I live for them 💖

The Hole

Today i got a bad news from my colleagues. They said that one of our lecturer passed away 😦 What a shocking news since he is such a kind man, my last contact with him is when he became a lecturer on our education training held online last year.

I still can’t believe the news.

It’s like “why him? he is just a nice guy, great lecturer, a humble person, but why him?” Even though i’m not that often to have him in my education training but i have a good feeling about him every single time he’s choosen as a lecturer.

God.. why?

The thing i want to write down this time is about how actually life is sooooooo precious!

Life is to live. Death is not just about the number or even worse : NEWS HEADLINE, as if death is normal thing in our daily life. Indeed, people will die eventually. But hey! Can we just appreciate the death?

Do you ever consider how broken their family’s feeling are?

Do you ever think about how their family facing the next days without their special one?

Yeah, when the death comes, colleagues and relatives coming by, having their condolence to the family, and that’s it! It happens only in few days, what will happen next? It’s just an empty hole. A deep dark empty hole that no one will know how it feels but the family itself. The left one has no choice but come to terms with the situation. They have to get used to it no matter how hurt and how hard it is having a same daily routine without their loved ones.

I myself a kind of late for knowing this kind of things. It was my father’s death made me realize that life is precious. People coming and grieving for my dad, my house was full of them, and right after my dad was buried, those people were leaving one by one, leaving me alone, and i was getting numb.

Days after i had to go back to work, and my dad’s death already forgotten. My precious dad left alone. I’m not as good as him so that people won’t come for me, so here i am, alone, with the deep dark empty hole 💔

What i’m trying to say is : be nice, death is not just a news, death is painful for the left.

Being A 4 y.o. Pupil

Well, Kiran got this kind of assignment from her kindergarten teacher. She was asked to write down or draw any kind of things that she’s been through or feel. Since she hasn’t been able to form some sentences correctly so that she choose to draw.

Right after she prepared the tools she need like drawing paper, coloring pencils, etc, she told me :

Mom, i think we have to be a sparing partner.

What do you mean, honey?

Yeah, since i’m not that into drawing right now, would you help me on it? (puppy eyes mode : ON)

Well, as you wish, Princess! (mom feels happy for being needed by her child 🥺)

And here it is “our” drawing

Not to mention how she loves pink so much, unlike her mom, sigh….

Btw, Kiran can write down the letters and spell her name and her siblings correctly, but she still can’t manage to write another words aaaand… of course i don’t ask her to do so, i just want to let her enjoy her time happily 😁

Well, that’s my 2cents today. Have a nice day!

Poprocks, Strawberry, Bubblegum

Tulisan ini bukan tentang lagunya Baekhyun yang judulnya Candy lho yaaaaaa..
Saking ga ada ide nyari judul malah si Candy ini auto repeat di otak, yaudalah hahaha..

Beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah webinar yang membahas tentang kebahagiaan. Narasumbernya ciamik, seseorang bergelar profesi CXX, CAA, CBB, CDD, dan masih ada beberapa gelar lagi, panjang pokoknya. Beberapa gelar si narsum ini dianugerahkan oleh institusi di Amrik sono. Knapa jadi mbahas gelar narsumnya? Ya karena hal ini dibacakan oleh host yang lantas membuat saya berharap banyak terhadap kepiawaian si narsum ini, seenggaknya minimal setara lah dengan narsum lainnya dengan gelar profesi serupa (hemmm.. bau-baunya kecewa ini)

Wellll.. long story short yaaaa… jadi kan membahas kebahagiaan tuh yaaa.. Oiya, narsumnya perempuan ya gaes, wicis seharusnya bisa lebih relate dengan peserta yang hampir seluruhnya perempuan.

Minus pertama, si ibu ribet mbenerin posisi scarfnya yang entah knapa kok ya nggak dijarumin/dipenitiin sedari awal gitu, jadinya ah yaudalahya, anggep aja force majeur.

Minus kedua, hemmmm.. nada dan gesture yang digunakan setandar dg para motivator yang biasa nampil. Ini entah karena sayanya yang kebanyakan ikut beginian, atau salah satu kelemahan webinar sehingga aura merindingnya kurang dapet, atau ya emang si ibu beneran cuma template aja bawain materinya, kaya nggak dari hati gitu, jadinya ga nyantol ke sayanya, jadinya ya BIASALAAAAHHHH

Minus ketiga dan paling ngena, beliau bilang intinya begini:

Orang yang wajahnya default tersenyum, pasti dia bahagia, karena wajah itu etalase hati.
Sebaliknya orang yang wajahnya cenderung jutek, pasti dia ada masalah!!! Kalaupun ternyata dia kekeuh ga ada masalah, ya berarti dianya sendiri sumber masalahnya (disambut tawa kompak para peserta)

Reaksi saya? Langsung nyengir dan tak tinggal tiduran.

Ya gimana yaaa..
Seumur-umur ga ada lho orang yang first impressionnya kalo saya itu orangnya ramah dan murah senyum, ga adaaa…
Dari 10 orang yang baru ketemu saya, 7 orang menganggap saya galak dan jutek, 3 orang sisanya menganggap saya pendiem (ngakak bener kalo ini mah).
Dengan wajah default jutek macem saya sementara sayanya ga ngerasa punya masalah berarti sayanya sendiri sumber masalahnya? Jika memang begitu bagi kalian para teman, menjauhlah, karena saya adalah sumber masalah 😦

Sebaliknya, seancur apapun saya, seberat apapun masalah yang sedang saya hadapi, saya sangat bisa tersenyum dan bahkan tertawa di depan umum, dan ini diakui oleh teman sekasur saya dan para sahabat saya (ada 3 orang doang kalik hahahaha). Terlebih ketika saya masih bertugas sebagai PIC kediklatan, lah masa iya mo jutek, kasian orang ga tau apa-apa kena semprot hanya karena saya bad mood atau ada masalah pribadi. Kalopun saya sebel ke salah satu dari mereka karena kelakuan yang kadang ga ada ahlaquenya, ya saya ngomel-ngomelnya ke temen-temen saya hahaha.. kasian yak jadi mereka 😦 Makanya jangan mau jadi temen saya, beraaaat :(((
Joesonghabnida chingu 😦

Okeh, balik lagi ke ibu narsum.
Paparan beliau saya ceritakan ke teman sekasur saya, beliau bilang bahwa hal itu tidak benar karena beliau tidak merasa saya jutek/galak ketika melihat saya utk pertama kalinya (yaiyalah anda demen ke saya, Paaaak… racun kok diminum). Trus saya lanjut gibah ke temen saya, sebut saja Nuela, perempuan juga, dia berpendapat bahwa apa yang disampaikan oleh si narsum tadi salah satu bentuk body shaming (eh iya juga yak bener juga yak)

Hemmm… ya udalah ya!
Pesan yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini sama dengan pesan yang saya sampaikan kepada si Nuela :

“Gausah mikirin respon orang kekmana, kalo emang mereka mau nerima ya udah, kalo nggak ya sebodo amat”

geulaeseo.. gamsahabnidaaaaaaaaa…

mas Seo Joon be like : apeloapeloapelo

V.I.S.U.A.L

Tulisan ini ga akan membahas kecenderungan seseorang dalam memproses informasi semacem visual atau kinestetik dan sejenisnya, nggak, blog ini ga secanggih itu.

Visual yang akan dibahas di sini adalah yang berkaitan dengan tampilan seseorang. Tidak lantas hal ini mendiskriminasi atau mengkerdilkan golongan tertentu, tidak, sama sekali tidak. Justru sebaliknya, tulisan ini akan sedikit mengupas bahwa tanpa disadari selama ini kita (terutama saya) secara tidak sadar sudah menerapkan “diskriminasi” dalam menilai orang lain dari kesan visual mereka.

mmm… nggak juga sih, ga seserius itu juga, hhh.. jadi belibet!

Jadi gini, kita tuh (kaum hawa terutama) gabisa menggeneralisasi bahwa cowok yang pake kaos v-neck item itu keren, nggak bisa!!!

Itu hanya berlaku untuk orang macem Kim Seon-ho atau orang-orang lain dengan visual yang oke.

Pun begitu halnya dengan “cowok yang pake turtle neck itu sexy”.

Nggakbisa kaaaak… nggabisa disamain kaya gituuuu… Kecuali orang yg dimaksud adalah yang semacem Park Seo Joon, hayuklah saya juga setuju.

“Cowok pake blazer oversize itu keren!”

Jika yang dimaksud adalah si D.O. Kyungsoo atau Chanyeol ayuk saya juga oke

“Cowok pake kaos oblong, celana jeans, ples topi itu bikin halu karena serasa mudah digapai”

Atuhlah, plis nyebutin atribut gitu itu jangan lupa dikasih tanda bintang : *syarat dan ketentuan visual berlaku

“Cowok pakek suit and tie itu keren banget sumpaaaaah!”

Izzzzzz… ya emang sih suit and tie itu memegang peranan penting dalam mengubah tampilan seseorang menjadi lebih bersih, rapi, tegap, terlebih kalo cuttingnya customize atau tailor made gitu, dijamin oke punya! Tapi ya balik lagi ke faktor visual yang berperan sebagai kunci dari keseluruhan tampilan.

“Cowok pake diving suit/swimsuit itu ah mantap”

Hemmm.. diliat kembali proporsi tubuhnya yaaaa… yaaa meskipun balik lagi ke preferensi masing-masing. Kecuali yang dimaksud adalah Kim Seon-ho ya tentu saja saya sangat setuju dan no debat.

“Cowok pake beanie hat itu gemoy”

Uhuk.. Tau beanie hat kan?! Kupluk kalo orang jawa bilang. Macem yang dipake penyedia jasa sewa kuda tunggang di Bromo atau nggak mas-mas penjual edelweiss. Iyap, beanie hat yang “biasa” aja itu bisa-bisanya sold out cuma gara-gara dipake si mas Seon-ho di salah satu episode 2D1N. Lagi-lagi visual berperan penting di sini.

“Iiihhh.. cowok kok pake pink, apaan banget dah ga manly gitu!”
Monmaap, bisa dicek di 2D1N episode 62, itu si mas Seon-ho pake hanbok pink dan tetep gemoy.

Intinya apa??? Ya intinya kita gabisa asal njeplak bahwa laki-laki yang kemeja lengannya digulung 2/3 itu keren banget ya nggak gitu. Balik lagi ke preferensi kita kekmana, balik lagi ke visualnya, kalo udah macem Kim Seon-ho, Park Seo Joon, Baekhyun, atau Ravi gitu saya yakin orang-orang pada setuju kalo itu bakalan keren.

Kenapa yang dijadiin contoh cowok semua? Ya gimanaaa.. saya masih perempuan normal, meskipun seringnya ngaku laki-laki yang terpaksa pake kerudung untuk nyembunyiin jakun.

Udah ah, bhay!

Saranghamnidaaaaaa …

dah tuh, puyeng dah

Untuk Bapak

Pak, masih inget ga biasanya dulu Bapak suka maketin makanan kering? Entah itu serundeng, kering kentang, kering tempe, peyek, keripik pisang bikinan Ibuk, dsj. Alesannya sih buat cemilan/lauknya Mahes, padahal mana ada anak 1 tahun makan begituan? 😆

Gengsi kok ya kebangetan ya, Pak! 😅😅😅

Gatau juga sih, tapi kita sama, merasa lemah ketika harus mengakui perasaan masing-masing.

Perasaan bisa diwariskan emangnya? Trus ini salah satu warisan dari Bapak? 🤣🤣🤣

Jam segini ngelantur nulis hal kaya gini bukannya gimana-gimana. Tadi sore ditelpon Budhe, nanyain Ica pengen dikirimin apa, ya tak bilang kalo pengen dikirimin Bapak 😆😆😆 Mungkin kalo Ica di sana berhadapan langsung sama Budhe bakalan langsung dikeplak 🤣

Pak, taun ini musim mangganya cepet banget dah, entah efek Covid19 juga jadinya jarang keluar. Biasanya kan Ica sekali makan sama ngupasin buat anak-anak (iyaaa… anak-anak doyan mangga banget! Apalagi Mahes, mentang2 lahir di Probolinggo) jadinya sekali beli itu 3-4 kilo minimal seminggu sekali. Nah, taun ini tu kaya cuma makan mangga full 1 bulanan gitu deh, selebihnya udah ganti buah yang lain. Pernah nyoba nyari tapi udah stok lama gitu jadinya udah kurang bagus kualitasnya.

Ibuk juga telpon sih pas musim mangga kmaren, ngasitau kalo sebenernya mangga di kebun berbuah banyak, tapiiiiiiiii… karena jauh dari pengawasan, jadinya yang udah diincer mo dipetik eh udah keduluan orang lain 😆 Kata Ibuk biarin aja, anggep aja sedekah buat Bapak yg udah susah-susah nanem pohonnya. Akibatnyaaaa… taun ini Ibuk ga ngirimin mangga deh, yaudah gapapa, lagian berat di ongkos, ples sampe saat ini blom ada yg bisa nandingin kemampuan Bapak dalam memilih buah mangga yang bagus 😘😘😘

Hhh.. udah ah, kalo diterusin bakal makin sedih ini. Salam buat Ibu, Kai, Mbok di atas sana. Kasi tau kalo Ica kangen semuanya.

Oiya, ini Ica kasi foto terupdate anak-anak, ya Pak! Mahes tingginya dah setelinga Ica, Juli nanti insyaAllah mulai mondok. Risha baru ultah yg ke-9, skarang kelas 3 menuju kelas 4, “keras” kaya Ica, Pak 😅 Terussss.. Kiran udah 4 tahun, udah TK A, kalo lagi zoom sama gurunya, Ica disuruh pindah, ga boleh liatin dia 🤣

Saranghaeyo, Appa! 🥰

Cerita yang Sama

Hhhh.. tadinya berharap akan membuka 2021 dengan keceriaan setelah bergulat dengan kelabunya 2020, but i’m nobody 😦

Lagi-lagi ditinggal rekan kerja yang sayangnya adalah orang-orang yang berhubungan langsung dengan pekerjaan sehari-hari.

Mulai dari partner host PJJ, partner dalam urusan pembayaran pengajar, sampe partner gibah pun pada ninggalin.

Ditambah dengan sifat yg susah membuka diri ke orang baru yang semakin diperburuk dengan perpindahan ini.

Emang beneran manusia itu ga boleh terlena, baru mo ngerasain nyaman eh udah dioprak-oprak aja.

Baru juga mo mengembuskan nafas lega sambil duduk senderan, eh tiba-tiba ada berita tak terduga.

Baru juga kmaren berasa di atas awan karena posisi rekan kerja pelaksana dah settle, trus dapet bos baru yang oke punya, minggu depan dah mulai bergerak gerbong diklatnya, dan hari ini langsung ambles ke dasar bumi.

Bongkar-bongkar lagi itu struktur yang udah disusun, mikir lagi nanti siapa yang megang apa.

Kerasa lagi sedihnya taun kemarin, di bulan Januari juga, tanggal 21.

Sungguh, tadinya benar-benar berharap 2021 akan jauh lebih menyenangkan.

Cerita yang sama di tahun yang berbeda.

Hal-hal yang Dibutuhkan Penderita Positif Covid19

Positip Covid19 karantina mandiri itu butuh :

Saldo Gopay
Ya tentu saja untuk pesan makanan, tentunya tetap dengan menerapkan protokol Kesehatan. Misalnya bisa pesen ke abangnya untuk digantungin di pintu depan, atau sediakan tempat khusus kemudian diberikan penanda untuk meletakkan di lokasi yang sudah ditandai. Pastikan si lokasi ini aman dari jangkauan hewan yang sekiranya akan merusak makanan ya. Nah sebelum itu makanan dieksekusi, cuci tangan dulu sesaat setelah ngambil paket makanannya, pake sabun yak! Terus siapin piring/mangkok untuk wadahnya. Tuang makanan ke wadah, kemudian buang plastik dan kemasannya ke tempat sampah, trus cuci tangan lagi pake sabun. Ingat!!! Gunakan piring sendiri, jangan langsung dimakan di kemasan makanannya yak, mengantisipasi ada si covid19 nempel di kemasannya.

Layanan Laundry
Pastinjaaaaaa…
Di sini kita ngomongin laundry yang sudah mengetahui tata laksana pencucian bagi penderita covid19. Bayar ekstra gapapa, demi kemaslahatan bersama. Bakalan butuh sabun lebih banyak karena itu baju harus direndem dulu di air sabun, kalo bisa pake air panas juga, setelah itu baru deh digiling di mesin cuci, kucurin sabun lagi, trus dijemur deh. Ingat!!! Nyucinya harus terpisah lho ya!!! Jangan disatuin sama non-penderita Covid19.

Paket Data Internet
Iyak betul, untuk menghilangkan kejenuhan dalam masa karantina, kelen bisa menggunakan alternatif layanan seperti Youtube atau sosmed lainnya. Sedikit saran dari newbie : usahakan sudah terlebih dahulu “mute” kata-kata yang berhubungan dengan Covid19. Jangan malah mantengin beritanya terus, yang ada malah stress sendiri trus overthinking trus jadi tydac happy. Ngikutin perkembangan boleh banget, tapi ya jangan lantas terobsesi gitu. Too many information will kill you!!!

Zen Mode
“Kok bisa kena sih?”
“Kena dimana?”
Wahai kelen! Percayalah! Kami pun tak tau jawabannya!!! Terlebih ketika sudah merasa melaksanakan prokes dengan baik tapi tetep divonis cem itu.
Yaiya sih mungkin itu bentuk kepedulian dan perhatian kelen ke kami, tapi tapi tapi otak kami tu udah penuh dengan bayangan overthinking unfaedah macem what if nanti harus ke RS, trus intubasi trus bla bla bla…Jadi ya wajar-wajar aja jika akhirnya kami milih mengurung diri sebenar-benarnya hahaha..

Vitamin dan Asupan Makanan Bernutrisi
Welllll… bayangin aja dalam sehari minum 4 vitamin yang berbeda : zinc, vit C, vit B, vit E (tentunya atas saran dokter yaaaa). Demi menghindari bentrok antarvitamin, jadilah itu harus dikasi jarak minimal 1 jam lah yaaaa antara 1 dengan lainnya. Udah gitu juga makin dibanyakin makan buah, buah apapun, selain demi asupan nutrisinya, juga untuk mencegah susah be a be yang kemungkinan besar disebabkan oleh konsumsi vitamin warna warni tadi.

Duit/money/doku/pesse
WOYAJELASSS!!!
Itung aja sekali tes swab berapa lembar duit pak Karno tuh, minimal 15 lembar lah ya. Kalo mo cepet hasilnya malah sampe 20lembar. Itu untuk sekali swab. Once you got positif Covid19 meaning sesudah itu harus melakukan swab test minimal 2x lagi. Yang pertama untuk tau apakah masih positif/negative. Jika negative maka harus swab lagi utk memastikan bahwa ga ada reinfeksi. Kalo masih positif??? Ya ulangi aja lagi dari awal, tetap karantina mandiri lagi :)))))

Tempat Sampah
Butuuuh banget tempat ngobrol untuk numpahin semua rasa yang bikin kepala mo meledak!!! Dukungan dari pasangan sangat memegang peranan penting. Ya kalo kelen sendirian yaaaa hahahaha.. stress sendiri emang :))))) Tenang, kelen tak sendiri. Aku pun. Kita sama. Sekiranya kelen punya orang yang kelen nyaman ngobrolnya ya udah ngobrol aja, tumpahin semua, anggep aja mereka tempat sampah (in a good way of course) untuk ngebuang seluruh tekanan di kepala. Kalo ga punya temen ya cem aku aja, nyanyi-nyanyi gajelas, tenggelam di lautan buku (hiperbola ya ini tolong), trus kalo lagi kumat kadang suka deactive akun sosmed hahaha.

Akhir kata… yaaaa tetaplah bertahan, I know it’s super hard, but you have to deal with it. A wise person says “Good things come to those who wait”

Jadi ya (seharusnya) tenang aja karena ini semua akan berlalu, tetap harus berupaya untuk sehat, disiplin melaksanakan prokes, dan benar-benar letting go atas semua-muanya, karena semakin kamu denial akan semakin berat beban pikirannya.

See you!

On My Own

when you don’t have anybody to talk to

when you have to keep it by yourself

because it’s the only choice left

you have to deal with the pressure inside your head

you have to live with it

whether you like it or not

you are fucking doomed

in the other side you have to fake your smile and pretend that everything’s fine

once you let your guard down, things will be scattered into the smallest pieces and you will lose it

the choice is yours