Dija, The Toughest Girl Ever!

Assalamu’alaykum Dija…

Perkenalkan ni tante Ika temen tante Elsa, tante kenal Dija setelah diceritain ma tante Elsa lewat blog kuning-nya itu! Ngomong-ngomong tentang kuning, Dija dipakein baju kuning lho ma tante Elsa waktu acara aqiqah Dija, jadinya Dija semakin cantik dan pipi tembemnya semakin menonjol😉

tuuuh..bener embem kan pipinya!!!🙂

Ibu tante juga meninggal waktu tante masih berumur kurang lebih 6 tahun. Tante nggak tau pasti karena saat itu tante masih terlalu kecil untuk mengingatnya. Dalam keterbatasan memori itu tante mampu mengingat dengan jelas bahwa tante sama sekali tidak menangis di hari kematian Ibu tante, tante hebat kan???😎

Mungkin Dija berpendapat bahwa tante lebih beruntung daripada Dija karena tante masih sempat mengenal Ibu tante paling tidak selama 6 tahun pertama di kehidupan tante, sayangnya hal itu tidak benar, Sayang! Justru dalam 6 tahun pertama itu telah banyak tersimpan memori tentang Ibu yang sesekali berkelebat dan menyisakan perih yang tertahan di hati tante. Ah… kata “seandainya” kembali melintas di benak tante..

Dija sayang..
Setelah Ibu meninggal, tante diasuh oleh nenek karena Bapak tante sangat terpukul terhadap kepergian Ibu. Nenek sayaaaaaaaaang banget sama tante, sama halnya dengan Oma Dija yang sayaaaaaaaaaang banget sama Dija, iya kan sayang??? Dalam pengasuhan nenek, tante bisa dengan sejenak dikondisikan untuk “melupakan” kesedihan akibat meninggalnya Ibu tante.

(Ah Dija, belum apa-apa tante sudah menangis sayang!)

Oma sayaaaaaaang banget sama Dija!

Pengasuhan tante yang “jauh” dari tangan seorang Ibu, membuat tante tumbuh menjadi seorang gadis tomboy yang sangat cuek terhadap penampilan. Bayangin aja, rambut tante yang ikal yang telah diikat dengan kencang oleh nenek, tante lepas demi mendapatkan bentuk rambut yang terurai indah, namun apa yang terjadi selanjutnya? Yang ada malah rambut tante terburai seperti masai seekor singa! (Dija jangan ketawa ya!)

Dija sayang..

Sentuhan tangan seorang Ibu juga sangat terasa diperlukan terutama ketika di sekolah tante diselenggarakan peringatan hari keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, dll. Jika teman-teman perempuan yang lain bisa dengan anggunnya menggunakan busana muslim yang serasi, tante datang dengan menggunakan bawahan kulot motif bunga-bunga dan atasan blus motif kotak-kotak lengkap dengan jilbab putihnya, Dija bisa bayangin kan betapa kacaunya dandanan tante saat itu??? Untungnya penampilan tersebut dapat tersamarkan dengan dinobatkannya tante sebagai Juara Umum dan Peserta Terbaik, sehingga kuping tante yang semula merah akibat mendengarkan olokan teman menjadi segar kembali begitu mendengar pengumuman tersebut.

Tapi tante yakin kalo Dija gak akan mengalami hal yang sama seperti tante karena tante Elsa pasti akan menjadi polisi fashion-nya Dija.

Dija sayang..

Suatu saat ketika tante telah mencapai usia akil baligh yang pada wanita ditandai dengan keluarnya darah menstruasi, tante bingung, Sayang! Saat itu tante tidak mengira dan sama sekali tidak tahu jika bercak coklat muda di rok tante adalah bercak darah. Dan betapa canggungnya tante ketika harus mengabarkan hal ini kepada Bapak, betapa malunya tante ketika mengatakan bahwa tante perlu uang untuk membeli pembalut. Saat itu juga tante tersedu sayang! Tante merutuki nasib, tante marah kepada Allah, mengapa Allah mengambil Ibu dari sisi tante??? Sementara di sekolah, teman-teman tante dengan entengnya bercerita tentang pengalaman menstruasi pertamanya yang dapat dilalui tanpa masalah apapun berkat kesiapsiagaan para ibu mereka.

Dija sayang..

Dija masih beruntung memilik tante sebaik tante Elsa yang bisa dijadikan tempat rujukan, sumber segala pengetahuan pertama Dija tentang dunia wanita, sehingga Dija (lagi-lagi) tidak perlu mengalami hal yang sama seperti yang tante alami.

Dija sayang..

Ketika tante lulus SMU, seperti halnya teman-teman yang lain, tante mendaftar di beberapa perguruan tinggi. Ah Dija.. Di sana tante melihat besarnya kasih sayang seorang Ibu yang rela berlelah ria demi melihat anaknya menyongsong masa depan! Tante iri sayang! Tante juga ingin didampingi Ibu yang dengan segala cintanya membawa perbekalan logistik, selalu menjawab kerutan di kening anaknya dengan sunggingan senyum di sudut bibirnya. Ah Dija.. tante benar-benar rindu Ibu!

Dija sayang..

Tibalah masa ketika tante diwisuda! Sedang riuh-riuhnya teman-teman tante bersama ibunya mempersiapkan baju istimewa untuk dipakai di hari istimewa tersebut, tante ditemani Bapak menuju ke sebuah pasar tradisional membeli sepotong kain yang menurut penilaian kami berdua sangatlah bagus untuk dikenakan saat wisuda nanti. Dija patut berterima kasih kepada Allah karena telah mengijinkan tante Elsa untuk menemani hidup Dija saat ini.

Dija sayang..

Saat ini tante telah menjadi seorang Ibu, banyak peristiwa penting dalam hidup tante yang tante lalui tanpa kehadiran seorang Ibu. Dan yang masih segar di ingatan tante adalah ketika tante melahirkan putra pertama tante dimana di saat itu tante benar-benar membutuhkan kehadiran seorang Ibu yang bisa dijadikan tempat untuk bertanya tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan proses persalinan ini. Ah sudahlah! Semakin meracau nanti jika tante ceritakan tentang proses persalinan tante.

Dija sayang..

Di usia berapapun ketika kamu membaca surat ini, tante hanya ingin mengatakan bahwa jika Dija bersedih atas meninggalnya Ibu Dija, bersedihlah dengan wajar, Sayang! Karena sedalam apapun kesedihan Dija tidak akan mampu menghidupkan kembali Ibu Dija!

Jika Dija merindukan kehadiran Ibu Noni, luapkan kerinduan itu, Sayang! Yang bisa Dija lakukan sekarang adalah berdoa kepada Allah agar Ibu Dija diberikan tempat yang layak di sisi Allah, karena doa anak yang sholehah merupakan salah satu dari tiga amalan yang tidak terputus ketika seseorang telah meninggal dunia, Sayang! Tante yakin, di atas sana Ibu Dija sedang melihat Dija dan merasa tenang karena meninggalkan Dija bersama tante Elsa yang sangat baik.

Dija sayang..

Buktikanlah kepada dunia bahwa seorang Khadijah mampu tumbuh menjadi wanita sholihah yang menawan sesuai nama pemberian dari Ibu Noni. Buktikanlah Sayang, meskipun Dija tumbuh tanpa kehangatan kasih sayang seorang Ibu, tanpa mencecap setetespun air susu Ibu, Dija mampu menjadi wanita yang tangguh. Buktikanlah Sayang, walaupun tak sedetikpun dalam hidup Dija berada dalam dekapan seorang Ibu, Dija mampu menjadi seorang wanita yang lembut yang mampu menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anak Dija nanti.

Dija sayang..

Tante hanya bisa mendoakan Dija dari jauh, semoga Dija mendapatkan yang terbaik dalam hidup Dija. Dija wanita spesial sayang! Allah tau bahwa Dija kuat dan mampu hidup tanpa belai lembut seorang Ibu karena Allah tidak akan menguji seorang hamba di luar batas kemampuan hambanya. Yakinlah sayang, di atas sana Ibu Dija tengah berbahagia menyaksikan putri kecilnya tumbuh dengan sempurna dalam asuhan keluarga yang penuh cinta..

Tante loves you! Be a sholihah honey!

:bighug

artikel ini saya persembahkan dengan penuh cinta kepada Baby Dija (http://princessdija.blogspot.com) yang saat ini tengah mencecap tahun pertama kehidupannya😉

foto-foto di atas diambil dari blog Baby Dija
Uncategorized

51 thoughts on “Dija, The Toughest Girl Ever!

  1. hiks… smp berkaca2 nih mataku membacanya bun. Entah kenapa aku pengennya nangis nih tiap ingat dija yg ulang tahun hari ini. Terharuuuu bgt ternyata banyak yg sayang ke dija dg tulus. Sambil membayangkan seandainya anakku yg mengalami itu, hiksss…

  2. Moga De Dija bisa menjadi wanita yg di segani oleh para pria. anggun, dan terhormat.

    Jangan mau ikut jaman, karena jaman menelan mentah-mentah otak kita yg penuh akan kreativitas.

    salam

  3. mba ikaaaaaaaaaaaaa
    merinding plus nangis bombay baca nya, ada yg mirip dgn ku tp bedanya akyu masih py ibu
    jadi pengen py blog

  4. hiks… terharu banget Mbak…

    suratnya bagus banget
    Dija jadi bisa belajar dari pengalamannya Bunda Mahes yaaa

    sip banget!!
    semoga kelak sangat bermanfaat buat Dija
    amiiiiiiin

    terima kasih sudah mengirimkan surat untuk Dija

  5. dija sayang
    meski kini engkau patah berulang dalam kesendirian sunyi dan aku tau kau bimbang dalam kesendirianmu, kau tidak sendiri. Tuhanmu maha adil dalam hal ini.

    jadi pengen nangis bacanya mbak🙂

  6. ini blog ke-3 yang membahas soal Dija *Dija jadi trending topic di bloghosphere*😀

    Seperti yang saya tulis di blog sebelumnya, Dija pasti saat dewasa menjadi perempuan yang baik. mengingat di hari ulang tahunnya yang pertama dia tak kekurangan cinta🙂

  7. Banyak banget yang bikin surat buat Dija. Sayang banget aku gak bisa bikin surat karena surat-sura yang lain semuanya sudah berisi yang lebih indah dan bagus buat Dija. Appaun itu, semoga Allah selalu menyayangimu Dija sayang…………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s