Bening Gan!

# SATU

Lokasi    : Kalimongso, Jurangmangu
Waktu    : Malam hari, sekitar pukul 20.30 WIB
Situasi    :

Saat itu saya dan si ayah baru saja pulang dari jalan-jalan malam (setelah meninggalkan Mahes terkapar sendirian tertidur di kamar), karena baru selesai musim liburan sehingga jalanan yang lumayan lebar itu terasa sempit akibat banyaknya aktivitas mahasiswa/i yang sedang lalu lalang, kebanyakan dari mereka sih nggembol belanjaan. Maklumlah, baru balik dari kampung halaman sehingga uang sakunya masih buanyak.

Di tengah perjalanan menyusuri jalan tersebut, tampaklah sebuah fenomena alam. Dari sekian banyak mahasiswi yang berjilbab, nyempil 2 orang A Be Ge yang menggunakan hot pants. Iya! Hot Pants! Keberadaan mereka yang seperti upil ini membuat saya terheran-heran, lha koq bisa di tengah-tengah kampus yang katanya agamis ini bisa ada manusia sejenis itu???

Belum selesai keheranan saya, ternyata di pengkolan ujung sana, saya ngeliat lagi penampakan upil tersebut! Yang terakhir ini malah lebih hot karena….. (daripada membuat pembaca membayangkan situasinya lebih baik nggak saya deskripsikan disini), bertambahlah keheranan saya! Hanya dua kata yang sempat terucap, KOK BISA??? 😡

# DUA

Lokasi   : Jalan Ciputat Raya
Waktu   : Pagi hari, sekitar pukul 06.40 WIB
Situasi   :

Seperti pagi hari di hari lainnya, pagi itu jalanan di Ciputat Raya telah dipenuhi kendaraan bermotor yang saling berlomba untuk menjadi yang terdepan😎 Saat itulah, untuk kesekian kalinya saya melihat 2 pasang muda mudi sedang berboncengan menggunakan seragam putih abu-abu dengan kondisi rok yang “seadanya” dan celakanya, si pemudi tadi sepertinya nyaman-nyaman saja :hammer😡

Berbeda dengan seorang mbak-mbak yang saya liat kemaren sore. Mbak ini menggunakan miniskirt trus dia mbonceng motor, namun si mbak ini sepertinya kurang nyaman dengan kondisi pahanya yang terbuka. Berkali-kali tangannya menarik-narik roknya, mungkin dia berharap roknya menjadi sedikit lebih panjang, namun sayangnya itu hanya impian belaka, mimpi di sore hari yang semakin menampakkan aura gelapnya😕

Melihat “pemandangan” seperti itu, saya mengajukan proposal ke ayah untuk “memarahi” orang-orang tersebut…

Bunda   : Yah, boleh nggak bunda marahin mereka?

Ayah     : Emang mo marah kaya gimana?

Bunda   : (memperagakan marah)

Ayah      : Jangan deh, takutnya ntar kenapa-napa

Seandainya ayah mengijinkan saya, entahlah apa yang akan terjadi😕

Yang saya heran itu, emangnya mereka ga bisa ya pake baju yang sopan, yang enak dipandang??? Kalo emang blom bisa pake jilbab, pake bajunya yang “wajar” gitu, jangan pake baju yang kurang bahan seperti itu😡 Herannya lagi, sering saya temui beberapa dari mereka ngerasa gak nyaman seperti yang saya ceritakan di kasus 2 di atas.Contoh lagi nih, seorang ABG sedang membonceng motor dengan posisi tubuh seperti orang sedang memanjat (buah) kelapa, karena si ABG tadi pake kaos yang hanya sepinggang sehingga berkali-kali dia harus membetulkan posisi kaosnya yang tersingkap agar pinggang (mulus)nya tidak terlihat. Lah kalo emang ga nyaman kaya gitu, ya udah pake baju yang biasa, baju yang panjang, yang nutupin pan*at, yang membuat kalian tuh nyaman!👿

Astaghfirullah..

Gambar diambil dari blog ini dan blog ini

28 thoughts on “Bening Gan!

  1. wkwkwkwkwkwk,,,fotonya dong mbak. PM aja kalo bisa. hehehehe. dan yah, jangan dimarahin ah, nasehatin aja. ajak liqo gitu (cara yang ga berhasil membuat saya berubah(oh well, cuma ikut sekali sih))

  2. betul bun, sekarang ini, banyak bgt fenomena spt itu, udah jelas2 mereka ga nyaman dg pakaian mereka, tp sepertinya mereka ga peduli, tetap aja dipake tuh pakaian yg kurang bahan, ckckck…

  3. Priatin ya Bun…😦
    ah, coba ayah ijinin Bunda Mahes marah, pasti makin seru deh inih postingan,, hehehe… *senengnya kok ribut lho iyha inih* hahaha…

    semoga mereka dapat hidayah dan dapat memperbaiki diri ya bun…🙂

  4. Kalau saya yang ngelihat bun…saya ucapkan alhamdulillah rejeki…hehehehehe (lansung istri saya nimpuk palaku pake batu)hehehehehe

  5. wah…
    dunia tambah rusak ya bund…
    aq jg pernah denger (*nguping) percakapan beberapa wanita saat jam kuliah yang isinya membahas soal “baju”,

    wanita a bertanya: “baju loe baru lagi ya, sexy bgt (kaus dengan sebagian dada terbuka)?”

    wanita b menjawab: “iya donk baru, gue mah ga betah pake baju tertutup gtu.. ga asyik… hehe…

    begitulah, sebagian percakapan wanita-wanita saat jam kuliah saat dosen tidak ada dikelas.

    oia bund, mampir ke lapakku ya… aq ada kado buat bunda…

    • @ mbak akin
      iya mbak, sayangnya mereka nggak mengasihani diri mereka sendiri mbak😥

      @ uncle
      laopo koq suit-suit???

      @ healthyclipping
      iya, kapan ya???

      @ yan
      haduuuh..untung saya nggak disitu!😡

  6. prihatin sih prihatin, tapi mo gimana lagi?
    paling kita mulai dari diri sendiri aja deh, dari lingkungan terdekat, seperti saya mencoba mengingatkan para keponakan. Tidak mudah, karena mereka punya orang tua, yang belum tentu setuju dengan cara pandang saya, setidaknya saya sudah berusaha.

    Dan yang ponakan yang terkecil Egi, malah bisa bilang MALU kalau disuruh pakai baju tanpa lengan, hehehe …

  7. Kalimongso? itu kan daerah kost ku waktu masih kuliah di s**N. Aduh rindu susananya yang alami walau berada di daerah dekat ibukota.

    Sebenarnya mereka yang belum pake jilbab itu malu apa mau sih kelihatan bagian tubuhnya. Sok malu dengan belagak nutupin tapi sengaja dibuka. Aneh.

  8. @ nique
    lha iya itu mbak, anak kecil aja malu! masak yang dah “pinter” kaya mereka malah malu-maluin😥

    @ uncle
    nikah dulu, tar tak deskripsikan deh!:mrgreen:

    @ jeng atikah
    hahaha.. semakin banyak blogger yang ternyata teman almamater nih😳

    @ ari
    jangan sampe dapet istri yang kaya gitu ya Nak!😉

  9. Pernah saya berpikir, ketika melihat wanita dibonceng yang menggunakan rok mini (bonceng tengah pula, bukan bonceng samping seperti wanita berrok panjang), pengen banget saya sundutin rokok ke pahanya.😡
    Hahaha, saya gak ngerokok, jadi ini cuman impian belaka.😆

    Iya ya Bun, banyak wanita sendiri yang belum mengerti, bahwa aurat itu harus dijaga. Padahal Allah udah ngasih kemudahan pada wanita. Wanita cendeurng lebih mudah masuk surga. Cukup dengan menutup auratnya, menjaga kehormatan diri, kehormatan suami, kehormatan keluarga, melayani suami, mengasuh keluarganya (anak2nya), dipastikan surga telah menunggu.😥 Sakitnya saat melahirkan terbayar oleh jaminan surga untuk semua ibu.😥

  10. Turut prihatin…

    Mari berharap sama Allah, mudah-mudahan mereka sadar kalo aurat itu musti ditutup, apalagi di tempat umum.

    Ehm, aku tahu ibu marah karena sayang sama mereka, tapi pliiis ah, mari kendalikan amarah dengan kelembutan.

    Maaf ya, maaf kalau komen ini tak berkenan di hatimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s