Kisah Sebuah Foto

Sedang asyik-asyiknya ngefesbuk, tangan mungil Mahes menunjuk ke sebuah foto seorang ayah yang sedang menggendong anaknya (yang seumuran dengan Mahes) yang terpampang di layar laptop.

Mahes  : (sambil menunjuk ke foto) Mahes… Ayah…

Bunda : Bukaaan.. Ini temen bunda, ini bukan Mahes..

Mahes  : Ayaaaaaaah…

Bunda : Bukaaaaaaaaaan..

Mahes : Maheeeeees…

Bunda : Bukaaaaaaan… ini dek Ahsan!

Mahes  : Gundut! (baca : gendut)

Bunda : (nahan ketawa)

Mahes  : Agu ayah ama (baca : dagunya sama kaya ayah ada jenggotnya)

Bunda : (lapor ke ayah dan tertawa bersama)

Mahes  : (kebingungan)

Owalah le.. Lha koq semua orang yang punya jenggot dan gendut disamakan dengan ayah tho???

Ah.. ayah memang keren ya sayang! 😳

C H A O S

Suatu siang, ketika si anak sholeh mulai bosan dengan segala mainannya, dimulailah segala triknya untuk mendapatkan mainan baru, caranya???

1. Numpahin semua mainannya ke lantai

2. Merajuk
Padahal nih ya, padahaaaaal.. bola basket dah ada 1, bola plastik yang kemlinthi ada satu, blom bola kecil yang dulu sering dibuat mandi bola, blom super blocks-nya, blom mainan-mainan lainnya! Ujung-ujungnya adalah minta kertas trus bikin bintang, bulan, bunga, ikan, kupu-kupu, kura-kura, dan gambar abstrak lainnya! :hammer

Love You Honey!

Tahun Kedua Kehidupanmu

Atas ijin Allah, tanggal 3 Februari 2011 kemarin si anak sholeh resmi berumur 2 tahun, Alhamdulillah..

Sayangnya, hari yang seharusnya penuh keceriaan itu sedikit ternoda akibat sakit yang dideritanya.

Wajah cerianya sedikit berbinar setelah mendapat hadiah dari Om Nyinyu dan Tante Nyonyo. Ini dia penampakannya!

Pesawat yang pintar, karena ketika mendapat rintangan yang menghalangi jalannya, maka dia akan mencari jalan lain dengan cara memutar haluan. Anehnya, si anak sholeh tidak mau memegang pesawat tersebut dengan tangannya sendiri. Dia hanya menunjuk-nunjuk meminta tolong untuk menghidupkan atau mematikan pesawat tersebut dan akan menangis jika si pesawat menabrak kaki salah satu dari kami (ayah bunda mahes) dan para mainannya.Continue reading “Tahun Kedua Kehidupanmu”

Gabagen

Dalam dua tahun pertama kehidupannya, baru kali ini sakit Mahes yang mampu membuat saya bercucuran airmata :lebay:

KAMIS, 4 FEBRUARI 2011

Sakitnya baru teridentifikasi pada Rabu malam, sehari menjelang libur Imlek. Kepalanya terasa panas, namun hal itu hanya saya anggap enteng karena selama ini sakit Mahes hanya mampu bertahan selama 1 hari. Diagnosa awal sih dia ketularan si ayah yang sejak Minggu pagi terserang batuk pilek. Namun kali ini saya salah! Kamis malam panasnya semakin tinggi. Angka di thermometer mencapai 39 derajat Celcius, tak pernah kurang dari 38,5 derajat. Meskipun saya (agak) penganut minimalisasi obat, namun kali ini saya nggak tega! Kasian melihat wajahnya yang memerah menahan panas.

Jika Mahes terjatuh atau terbentur dinding, maka dia akan menghampiri saya kemudian meminta saya untuk mencium dan mendoakan bagian tubuhnya yang sakit,dan ajaib! Setelah saya mencium dan mendoakannya, senyumnya kembali mengembang.  Nah, yang membuat saya menangis adalah ketika dia tengah saya gendong kemudian memegang kepalanya dan memanggil saya, “Bundaaa.. huffhhhh..huffhhhh..” Dia memberi isyarat agar saya mencium kepalanya kemudian mendoakannya agar sakit yang dideritanya segera hilang, hmhhh.. “Nak, seandainya sakitmu bisa dipindahkan, bunda adalah orang pertama yang bersedia menerimanya!” Jerit hati saya.

Continue reading “Gabagen”

Episode Anak Sholeh

Peristiwa 1

Suatu malam ketika tengah asyik bercengkrama, si anak sholeh ingin membuka lemari kayu yang di dalamnya mendekam sebuah gunting, pisau cukur, dan beberapa benda kimia lainnya. Karena khawatir terjadi sesuatu terhadap si anak sholeh, akhirnya dilaranglah dia oleh bundanya untuk membuka lemari itu.  Apa yang terjadi selanjutnya??? Karena dilarang, sontak dia berteriak kepada bundanya, “Bunda..Bunda..” kemudian matanya dipejamkan.

Tau nggak apa maksudnya??? Dia memberi isyarat supaya bundanya memejamkan mata sehingga tidak bisa melihat si anak sholeh membuka lemari kayu tersebut.

Ayahbunda >>> ketawa ngakak

Anak sholeh >>> kebingungan ngeliat ayahbundanya ketawa ngakak

Continue reading “Episode Anak Sholeh”

Another “dirty” Story

Pada suatu sore di suatu halaman suatu rumah suatu komplek perumahan, bermainlah seorang anak laki-laki berumur 22 bulan bersama 4 orang dewasa, sebut saja mereka Ayah, Bunda, Om Nyinyu, dan Tante Nyonyo. Bukan komposisi yang seimbang memang, tapi benar begitulah keadaannya.

Konon si tante Nyonyo ini sangat menyukai coklat, terutama sejenis Choki-Choki dan Gery Pasta (ga maksud ngiklan lho ya!) dan atas kebaikan hatinya, “dipaksalah” si anak kecil sebut saja Mahes untuk menyukai makanan itu juga. Hampir setiap hari si tante Nyonyo dan Om Nyinyu yang baik hati ini “mencekoki” si anak kecil dengan minimal satu batang Choki-choki/Gery Pasta ini. Sama halnya dengan seekor kucing yang disodori ikan asin, begitu pula keadaan si anak kecil tadi. Binar di bola matanya semakin benderang tiap kali coklat pasta itu disodorkan di hadapannya.

Sampailah pada sore itu, mungkin si anak kecil sedang kekenyangan sehabis menikmati makan sorenya sehingga ketika coklat pasta itu disodorkan, dia kurang antusias menyambutnya. Namun si anak kecil ini tetap meminta sang Bunda untuk membukakan kemasannya. Ya wes, Bunda nurut, dicabiklah bungkus si Gery Pasta itu. Setelah pojok si Gery pasta terbuka, si anak kecil tadi memencetnya dengan tujuan supaya si Gery pasta bisa moncrot keluar tau kan ya caranya makan coklat pasta gitu. Continue reading “Another “dirty” Story”

Semuanya Punya Allah!

Sebelum membaca tulisan saya hingga selesai, saya perlu menjelaskan beberapa kondisi terlebih dahulu :

  1. Aufa adalah nama teman sepermainan Mahes, umur 2 tahun sekian bulan, bulu mata lentik, rambut hitam tebal, badan gemuk ginuk-ginuk 😉 Sifatnya??? 11 12 lah ya sama Mahes. Dia juga dinobatkan sebagai komandan dalam kumpulan bocah-bocah di komplek kami 🙂 Memiliki “ketertarikan” tingkat tinggi terhadap mainan 🙂
  2. Saya dan suami sedang mengajarkan suatu konsep kepada Mahes bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah, termasuk mainannya, bajunya, hingga sepatunya semuanya milik Allah (dan Mahes baru sampai pada tahap mengiyakan)

Tadi pagi sebelum berangkat ngantor, Mahes sedang memegang pistol yang “dipinjamnya” dari Aufa, saya bertanya, “Itu pistol siapa, Dek?” Mahes hanya terpaku kepada tayangan televisi, saya ulangi lagi pertanyaan saya, tapi karena ga mo jawab juga saya gregetan, akhirnya saya bantu dia, “Ini pistol milik Au…” Allaaaaaaaaah.. Itu jawaban Mahes!

Ya! Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini sebenarnya bukanlah milik kita. Rumah, pakaian, kendaraan, semuanya adalah “pinjaman” dari Allah. Kita cuma dipinjami, dan karena hanya dipinjemin maka kita harus memperlakukannya dengan bijaksana.

Semoga Mahes menjadi salah satu “sarana” untuk terus mengingatkan kami kepada Allah.

Be a sholeh ya sayang!

gambar diambil dari googledotcom