Susu UHT versus Susu Bubuk

Judul di atas adalah salah satu topik yang sedang ramai-ramainya dibahas akhir-akhir ini (kalo ga percaya tanya aja ke mbah gugel) yang berakibat pada saya yang jadi ikut-ikutan “gatel”¬† untuk sedikit membahas tentang masalah ini terutama dari sudut pandang saya pribadi. Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya bahwa Mahes mengecap ASI hanya selama 7 bulan, sehingga untuk memenuhi kebutuhannya akan susu yang masih merupakan makanan utama bayi berumur <1 tahun, akhirnya saya memberinya susu formula. Ternyata eh ternyata setelah saya telusuri bahwa susu formula yang notabene merupakan susu bubuk adalah salah satu jenis susu yang mengalami “kerusakan” vitamin paling parah, tapi karena susu UHT baru bisa diberikan kepada bayi diatas umur 1 tahun plus ketidaktahuan saya atas informasi ini jadinya Mahes baru minum UHT setelah 15 bulan.

Jadi berdasarkan pengawetannya, susu dibagi menjadi 3 jenis :

1. Susu Bubuk

Susu bubuk adalah susu segar yang dikeringkan melalui suatu proses tertentu. Dalam proses pengeringan itu banyak vitamin yang rusak akibat radiasi panas yang dialami selama proses pengeringannya. Nah, untuk menyiasati hilangnya kandungan vitamin tersebut akhirnya ditambahkanlah (bahasa kerennya fortifikasi) vitamin plus embel-embel AA, DHA, dll sehingga terkesan bahwa susu formula cenderung memiliki kandungan gizi lebih lengkap, padahaaaaaaaaaal sekali lagi saya tegaskan bahwa vitamin yang dicantumkan di label kemasan tersebut adalah vitamin yang difortifikasi alias buatan a.k.a tidak alami, sehingga besar kemungkinan akan terjadi alergi terhadap penggunaan tersebut, terlebih para konsumennya adalah bayi dibawah 1 tahun yang sistem pencernaannya masih belum sempurna.Continue reading “Susu UHT versus Susu Bubuk”

Mahes 15 Bulan

1. Bisa minum dengan straw cup

Diawali dengan suatu ketidaksengajaan ketika kami bertiga sedang makan bubur ayam. Saat itu ayahnya kepedesan dan kemudian mangambil segelas air mineral dalam kemasan plus sedotannya. Mahes langsung tertarik dan setelah sebelumnya saya minum dan hanya menyisakan sedikit, akhirnya sisa air mineral itu saya berikan ke Mahes. Saya kaget ketika Mahes tersedak, ternyata dia berhasil minum pake sedotan! Give applaus! ūüėČ Akhirnya setelah sekian lama melatihnya minum pake sedotan, dan sempat disalahartikan dengan meniup bukan menyedot, start from yesterday he did it! ūüôā ¬†Sesampai di rumah langsung saya beri dia susu pake straw cup yang saya beli di jeung Rina, tambah pintar saja dia!

2. Susunya ganti susu UHT

Dilatarbelakangi kekhawatiran saya bahwa Mahes akan mengalami gangguan pada pertumbuhan giginya, akhirnya saya berinisiatif untuk kembali memberinya susu UHT setelah sebelumnya pernah dicoba namun dihentikan karena mengalami diare. Alhamdulillah so far so good, samapi hari ini dia sudah menghabiskan 2 box susu Ult*a @ 1 liter. Yang sehat ya nak!

3. Gundul untuk kedua kalinya

Sebagaimana telah saya ceritakan sebelumnya, akhirnya Mahes digundul untuk kedua kalinya setelah mendapat persetujuan dari si ayah. Karena Mahes digundul baru semalam dan ketika tadi pagi saya berangkat kerja dia belum bangun, saya belum tahu gimana reaksinya atas perubahan di rambutnya.

4. Semakin agresif

Bisa dilihat secara kasat mata melalui perlakuan Mahes ke si bunda yang biasa dipanggilnya ‚Äúndaaa‚ÄĚ. Ga jarang bundanya dipukul, digigit, dilempar dengan barang apapun yang ada di dekatnya. Tapi anehnya, dia ga berani melakukan hal yang sama ke ayahnya. Lain lagi kalo masalah cium mencium, Mahes lebih memilih bunda daripada ayah, apa karena bunda lebih wangi ya?! Hahaha…

5. Perutnya makin gendut

Like father like son. Mungkin itu istilah yang sesuai dengan poin ini. Gemuknya Mahes sama seperti ayahnya, ga rata, hanya keliatan di perutnya yang buncit (tapi bukan cacingan lho!), jadinya kalo pake diaper/celana pasti di bawah pusarnya, meskipun dah make yang XL.

6. Sudah bisa menaiki meja dapur

Budhe pernah kaget ketika Mahes tiba-tiba dah berada di atas meja dapur yang tingginya sekitar 30 cm dengan wajah cengengesan tanpa rasa takut sedikitpun. Begitu juga suatu pagi ketika Mahes pipis dan budhe sedang ngambil celana ganti, begitu keluar lagi ternyata Mahes dah naik ke dinding pembatas rumah dengan posisi duduk santai seperti sedang naik sepeda, pfiuhhh… untung aja ga jatuh nak!

7. Sudah mampu menggapai knop kompor gas

Biasanya hal ini dilakukan jika disambi bersih-bersih di dapur sama budhe, suatu hal yang paling saya larang jika sedang mengasuh Mahes. Lengah sedikit Mahes dah muter-muter tuh knop kompor, untungnya cepet ketahuan :hammer

8. Setiap bundanya pulang dari kantor, disambut dengan tangan menengadah meminta oleh-oleh

Salah satu kebiasaan barunya, saya lupa sejak kapan. Tiap kali saya pulang dan mengetok pintu, disambut dengan senyuman Mahes dan diikuti gerakan tangan menengadah meminta oleh-oleh. Biasanya saya beri tas tempat bekal makanan atau jika sedang tidak bawa bekal saya beri dia tas kerja saya. Pernah sekali saya langsung membawa tas saya ke kamar, dan hasilnya Mahes nangis kejer, hehe.. Maaf ya dek!

9. Kosa kata semakin jelas

pinjem sepeda tetangga

Kosa katanya semakin banyak dan jelas, contoh :

  • Jatuh¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : jatooh, kakooh
  • Sini¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : nini
  • Kemana¬†¬†¬†¬†¬†¬† : mana
  • Sana¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : nana
  • Bunda¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : ndaaa
  • Ayah¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : yayah
  • Bobok¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : bobo
  • Minum¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : mimim, meme
  • Makan¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : mamam