38

Momennya Adalah…

Episode Eskalator

Di sebuah mall di sekitar Blok M, sebut saja Blok M Square, terdapatlah segerombolan kawanan manusia yang tertawa terkekeh-kekeh akibat tingkah aneh sebiji Kerak yang nempel di dinding mall. Momennya adalah ketika kami sedang berdiri berjejer di eskalator lantai 2 menuju lantai 1, kaki kanan saya kurang pas menapak salah satu anak tangga eskalator tersebut yang menyebabkan posisi tubuh saya agak limbung sehingga terucaplah sebuah istighfar dari mulut saya. Nah, saat itu juga seorang Bapak berkacamata nyelonong tanpa permisi melewati celah tersisa antara saya dan Kerak yang berdiri setingkat dia atas saya, and you know what?! Si Bapak berkacamata lewat dengan wajah meradang dan berdecak marah -_-“ Sekilas menatap saya dengan tatapan penuh amarah yang kalah tajam dengan pisau tertajam di dunia sekalipun! Kenapa si Bapak berkacamata marah?! Bukannya seharusnya saya yang marah karena si Bapak dah nyelonong seenak udelnya bahkan nyenggol tangan saya, TANPA permisi pula!!! Macam mana urusannya kalow begini??? 😡 😡

Episode Kobokan

Demi meredam amarah yang tersulut akibat insiden eskalator di atas, meluncurlah kami ke lantai dasar untuk mengisi perut keroncongan kami yang secara tidak langsung turut meningkatkan suhu otak. TL pesen ikan bawal tawar goreng, BM ngikut TL, Teh QQ + Kerak + Alirakita pesen ayam penyet sambal korek. Ketika sedang menunggu pesanan datang, sang pramusaji terlebih dahulu menyajikan kobokan sebagai welcome drink. Momennya adalah, beberapa saat setelah para kobokan nangkring dengan anggunnya di meja kami, Bapak_yang_terlebih_dulu_makan_dan_duduk_di_sebelah_Kerak (sekali lagi) mengambil salah satu kobokan tersebut TANPA PERMISI. Padahal si Bapak_yang_terlebih_dulu_makan_dan_duduk_di_sebelah_Kerak sudah memiliki jatah kobokan sendiri tapi kobokannya dah kotor. Emangnya susah ya bilang “Permisi, Mas!” Hanya dua kata lho! Kami ga gila hormat, tapi kami gak suka dengan sikap slonongboy seperti itu! >.<

Episode Komentar

Lagi-lagi ada komentar yang bikin nyesek di hati saya! Momennya adalah ketika sang komentator bilang bahwa…. Ah.. jadi sakit hati saya kalo inget komentar itu lagi T_T Intinya adalah bahwa dia meminta dengan nada kurang mengenakkan supaya saya berkunjung balik ke blognya. Helloooooooo… Komentar Anda itu secara tidak langsung menyatakan bahwa Anda sama sekali tidak ikhlas berkunjung ke blog saya 👿 Kalow hanya komen junk sejenis “Nice share, kunjungi balik ya! (sambil ninggalin link blog)” saya masih terima dan bisa maklum, tapi kalow ada embel-embel seperti komentar Anda, waduuuhhh… Jadi pengen bacok orang sayanya! 😡 😡 😡 Huhuhu.. Apa saya berhenti ngeblog aja ya?! 😥