63

Permohonan Maaf

Suatu hari saya sedang menjadi bagian dari penyelenggara sebuah rapat yang pesertanya terdiri dari Eselon I dan Eselon II, dan seperti biasa saya menjadi notulis 🙄

Nah, salah satu dari peserta rapat tersebut terdapatlah seorang Bapak Eselon II yang murah senyum, ramah, dan tidak membeda-bedakan apakah seseorang itu seorang pelaksana atau pejabat. Salah satu indikatornya adalah si Bapak mau berjabat tangan dengan seluruh peserta rapat, hal ini selalu dilakukan beliau di setiap kesempatan rapat.

Dan sepertinya rapat terakhir yang diikuti adalah rapat yang bisa dikatakan menjatuhkan harga diri beliau sebagai seorang pejabat eselon II (mulai lebayyyyy). Apa sebab??? Karena saya (yang biasanya “ngumpet” dari acara salam-salaman dengan si Bapak) ketangkep basah lagi ada di meja persis di depan si Bapak, walhasil diulurkanlah tangan beliau dan dengan wajah sangat menyesal dan senyum yang dimaksimalkan seoptimal mungkin, saya hanya bisa menangkupkan tangan saya dan tidak menyambut jabat tangan si Bapak. Meskipun si Bapak sempat tertegun beberapa detik, akhirnya beliau maklum dan memahami tindakan saya 😎

Maaf ya Paaaaaaaaaaaaak….. 😥

Smoga saya nggak seperti pak Tifatul yang beberapa waktu lalu sempet “khilaf” berjabat tangan dengan Bu Michelle Obama. Oiya, tulisan ini hanya sebagai pengingat saya pribadi tanpa bermaksud untuk menyinggung pihak manapun.