Permohonan Maaf

Suatu hari saya sedang menjadi bagian dari penyelenggara sebuah rapat yang pesertanya terdiri dari Eselon I dan Eselon II, dan seperti biasa saya menjadi notulis 🙄

Nah, salah satu dari peserta rapat tersebut terdapatlah seorang Bapak Eselon II yang murah senyum, ramah, dan tidak membeda-bedakan apakah seseorang itu seorang pelaksana atau pejabat. Salah satu indikatornya adalah si Bapak mau berjabat tangan dengan seluruh peserta rapat, hal ini selalu dilakukan beliau di setiap kesempatan rapat.

Dan sepertinya rapat terakhir yang diikuti adalah rapat yang bisa dikatakan menjatuhkan harga diri beliau sebagai seorang pejabat eselon II (mulai lebayyyyy). Apa sebab??? Karena saya (yang biasanya “ngumpet” dari acara salam-salaman dengan si Bapak) ketangkep basah lagi ada di meja persis di depan si Bapak, walhasil diulurkanlah tangan beliau dan dengan wajah sangat menyesal dan senyum yang dimaksimalkan seoptimal mungkin, saya hanya bisa menangkupkan tangan saya dan tidak menyambut jabat tangan si Bapak. Meskipun si Bapak sempat tertegun beberapa detik, akhirnya beliau maklum dan memahami tindakan saya 😎

Maaf ya Paaaaaaaaaaaaak….. 😥

Smoga saya nggak seperti pak Tifatul yang beberapa waktu lalu sempet “khilaf” berjabat tangan dengan Bu Michelle Obama. Oiya, tulisan ini hanya sebagai pengingat saya pribadi tanpa bermaksud untuk menyinggung pihak manapun.

Threesome : Dua Wanita Satu Pria

Kalow selama ini saya yang dijelek-jelekkan di tulisan Bang Kerak dan Tigo 4L@y, makaaaa.. kali ini adalah saatnya bagi saya untuk melakukan pembalasan atas segala tingkah mereka yang semakin membuat saya terkenal (maaf, narsisnya kagi kumat!)

Tokoh #1

Seorang wanita kelahiran Bandung yang dengan segala keanehannya membuat suasana kantor semakin semarak. Hmmm.. saking anehnya dia sehingga membuat saya kesulitan mendeskripsikannya dalam bentuk tulisan 😳

Pipi chubby, wajah khas Sunda, ga bisa bahasa Jawa sama sekali tapi ngekeuh ngomong Jawa!!! Satu-satunya orang yang bisa menangis tersedu-sedu untuk kemudian tertawa terbahak-bahak hanya dalam hitungan sepersekian detik 😯

(saya telah menghapus sekian puluh kalimat demi mencari diksi yang tepat dan representatif untuk menggambarkan sosok si Teteh ini)

Gampangnya gini deh, orangnya mudah terpengaruh (baca : reaktif) oleh kejahilan temen saya umumnya dan keisengan saya khususnya 👿 Kalow lagi kenyang akan bertingkah semakin aneh. Kalow saya dan teman saya sedang ga ada di ruangan, maka si Teteh ini akan bilang bahwa dia ga bisa ketawa (emangnya kami badut yang bisa bikin ketawa??? -___-‘ )  

Oiya, si Teteh ini seklias mirip dengan wajah yang terpampang di gravatar blognya Teh Orin 😳

Tokoh #2

Seorang wanita (lagi), kelahiran Malang, yang berkat bahasa daerahnya yang begitu kental membuat saya terinspirasi untuk meluahkan kembali kosa kata Jawa Timur-an saya yang selama ini terkubur jauh di dalam sana akibat radiasi logat Jawa Tengah si ganteng nan sekseh itu 😳 Walhasil akhir-akhir ini percakapan saya banyak ditemui kata-kata “koen, yok opo seh?, gak balek ta?” dan sejenisnya.

Oiyaaa.. kalow si Jeng ini hilang atow tersesat, gampang banget nemuinnya!!! Karena dia punya choc chip (baca : a little cute black mole) yang nemplok dengan manisnya di wajah si Jeng ini. Dan berkat choc chip-nya juga, kami khususnya saya punya komoditas bahan becandaan! 😀 And you know what, sang choc chip menjadi penyelamat kami kalow mo beli rujak/buah potong, cukup sebutkan password “Mas, beli buah untuk Mbak yang punya t*i lalat itu!” maka si abang rujak akan langsung memproses pesanan itu tanpa bertanya lagi.

Satu hal lagi, t*i lalat tak berdosa ini sering dijadikan sasaran kemarahan.  “Trus salah gue? Salah t*i lalat gue???” bukan hanya dia yang sering bilang gitu, saya pun sering menyalahkan si little cute black mole itu, cukup bilang “Trus salah siapa? Salah saya? Salah t*i lalat Pi*it?”

Tokoh #3

Seorang pria, mata sipit, tubuh jangkung, celana ngatung. Memiliki (untuk saat ini) seorang istri dan seorang anak yang sayangnya copycat dari ayahnya.

Dengan segala sifat 4L@ynya membuat dia dijadikan sebagai sasaran bullying yang paling empuk. Tentunya bukan saya pelakunya, saya hanya menjadi penikmat ekspresinya yang yaaaa.. membuat mata sipitnya semakin tak terlihat akibat “siksaan” dari teman-teman prianya (yang juga teman-teman pria saya tentunya).

Seorang pejabat pranata komputer yang sering disalahgunakan jabatannya untuk mberesin jaringan internet, komputer nge-hang, monitor yang blue screen, hingga menjadi kiper liga Purnawarman :mrgreen:

Jaket dan Selimut

Tetangga bilang                : “Kok ndak pake jaket? Emang ga dingin Bun?”

Satpam kantor bilang       : “Jarak jauh kok ra nganggo jaket Mbak?”

Dua orang di atas adalah salah dua dari sekian orang yang mempertanyakan mengapa saya tidak menggunakan jaket dalam perjalanan ke dan dari kantor. Jarak yang biasanya ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan dengan rute Bintaro – Ciputat Raya – Melawai – Purnawarman dan sebaliknya, menunggangi Michael (nama motor ayahmahes) dan memeluk ayahmahes 😳 (sepertinya bagian yang ini ga penting untuk dijelaskan ya?!) Berangin jelas, macet iya, sport jantung banget, nyelip-nyelip di antara ratusan mobil pasti 😀

Gerah dan ndak nyaman!
Mungkin itu alasan saya untuk menggunakan jaket. Meskipun kondisi berangin, males aja makenya karena ya emang udah terbiasa ndak make jaket. Lagian kalopun kedinginan kan di depan masih ada tameng, jadi saya ndak langsung terkena dampak angin secara langsung :mrgreen:

Sedikit cerita tentang jaket ini, duluuuuuuuuuu ketika saya masih SD, salah seorang teman saya selalu menggunakan jaket setiap harinya, padahal dia tidak dalam keadaan sakit. Nah karena ngeliat dia sepertinya nyaman dengan jaket_setiap_harinya, akhirnya saya nyoba untuk ikut-ikutan make jaket (ga kreatif banget ya?!), hasilnya??? Hanya bertahan dua hari doank! :mrgreen:

Continue reading “Jaket dan Selimut”

Flowers

si merah sedang berpose
si kuning berbaring di atas kain putih
pose lain si merah

Sayangnya saya sama sekali ga tau nama-nama bunga tersebut 😥

Kalo yang kuning itu versi lain dari bunga yang dulu sering saya gunakan untuk maen masak-masakan 😳

Apaan Tuh???

Notulen

Pernah denger kata itu kan??? Nah, kalo lagi rapat tuh (biasanya) saya kebagian bikin notulen ini. Tugasnya??? Mencatat hal-hal penting atau dianggap penting oleh Betari Durga dan kemudian menyusunnya menjadi sebuah notulen.

Kalo suasana hati lagi enak, saya nyatetnya serius, ga ada catatan tambahan yang aneh-aneh. Tapi kalo rapatnya dah mulai melenceng dari agenda awal, mulailah muncul simbol-simbol aneh!

agak serius

Continue reading “Apaan Tuh???”

Mahes.. Bunda Pergi Ya, Nak!

Terhitung mulai tanggal 23 sampai 25 Juni 2010, saya harus pergi meninggalkan pangeran kecil saya untuk menjalankan tugas negara.

Sejak Senin malam saya sudah berusaha memberi pengertian kepada Mahes bahwa saya akan meninggalkannya untuk sementara waktu sehingga kalo malem boboknya sama Budhe karena Bunda lagi ga di rumah.

Ingin tau reaksi Mahes?! Wajahnya langsung berubah menjadi sedih kemudian menghambur ke pelukan saya dan menyandarkan kepalanya di dada saya sembari tangannya memeluk erat pertanda tidak bisa menerima kepergian saya.

Ingin tau perasaan saya?! Hancur leburrrrrrr… 😦

P.S. Pagi ini saya meninggalkan rumah ketika Mahes sedang tidur, sehingga beban moral yang harus saya tanggung tidak terlalu berat jika dibandingkan berpamitan dalam kondisi terjaga dan harus melihat tangan kecilnya melambai-lambai beserta sorot mata sedihnya

S.E.P.I.

Hari ini kantor sepi euy..

Pegawainya pada dinas luar semuah!

Sedih karena di subbag saya pelaksananya hanya tinggal 2 orang

Seneng karena di ruangan lagi banyak makanan hahaha..

Selain itu juga bisa menguasai dua komputer sekaligus tanpa perlu eker-ekeran seperti biasanya 🙂

Jadinya sedih ga ya?! 😀

sepiiiiii