39

Terlambat…….

Jam dinding lobby gedung B menunjukkan pukul 17.01 WIB ketika saya baru sampai di tengah hiruk pikuk antrian mesin absensi. Berhubung hari itu sang suami tampan sedang dinas keluar kota, maka mau tidak mau saya harus nebeng bis jemputan kantor (dan karena alasan itu juga yang membuat saya mendadak rajin ngantri on time di depan mesin absen, kalow ada sang suami sih biasanya ngabsen 10-15 menit setelah jam pulang)

Sesaat setelah menghenyakkan pan*at di kursi semi empuk bis jemputan, penumpang yang lain pun berdatangan. Selang 5 menit kemudian Pak Sopir memutuskan untuk meninggalkan Jakarta menuju Tangerang tercintahhhh 😎 Jalan Kertanegara terlalui… Kantor Kementerian Pekerjaan Umum pun dilewati. Beberapa meter menuju Al Azhar Kebayoran Baru, telpon Pak Sopir berdering dan dari pembicaraan tersebut disampaikan bahwa ada salah seorang rekan kami yang “tertinggal” masih di kantor. Dengan sedikit bersungut, Pak Sopir pun mengiyakan permohonan rekan tadi untuk menunggu kedatangannya mengingat jarak antara kantor kami dengan posisi bus saat itu hanya beberapa ratus meter.

Menunggu memang pekerjaan yang paling membosankan, apalagi menunggu sesuatu yang bukan untuk kepentingan kita sendiri. Begitu pula Pak Sopir (dan juga saya tentunya), berulang kali beliau mengubah posisi duduknya, membaca koran yang tergeletak di dashboard bus, memainkan hape, hingga menggerutu tak jelas. Pukul 17.15 WIB ketika sang rekan tadi melangkah masuk ke dalam bus dengan tergopoh-gopoh sambil berkata “Sekarang ga ada sirine pulang sih, jadinya ga tau kapan harus siap-siap absen” Saya cuma bisa mbatin, halah paaaaak..paaaaak.. udah terlambat masiiiiiih aja nyari-nyari alesan buat pembenaran!!! Saya sih gak mempermasalahkan terlambat atow nggaknya, lha wong saya sendiri juga pernah terlambat, yang saya permasalahkan adalah “usaha” beliow yang mencari pembenaran atas keterlambatannya itu 👿 Sedikit info tentang sirine ini, dulu di kantor kami terdapat sebuah sirine yang dibunyikan pada saat jam masuk dan jam pulang kerja, namun entah kenapa saat ini sirine tersebut tidak dipergunakan lagi.

Dan kami pun melanjutkan perjalanan…

gambar diambil dari sumbernya

63

Permohonan Maaf

Suatu hari saya sedang menjadi bagian dari penyelenggara sebuah rapat yang pesertanya terdiri dari Eselon I dan Eselon II, dan seperti biasa saya menjadi notulis 🙄

Nah, salah satu dari peserta rapat tersebut terdapatlah seorang Bapak Eselon II yang murah senyum, ramah, dan tidak membeda-bedakan apakah seseorang itu seorang pelaksana atau pejabat. Salah satu indikatornya adalah si Bapak mau berjabat tangan dengan seluruh peserta rapat, hal ini selalu dilakukan beliau di setiap kesempatan rapat.

Dan sepertinya rapat terakhir yang diikuti adalah rapat yang bisa dikatakan menjatuhkan harga diri beliau sebagai seorang pejabat eselon II (mulai lebayyyyy). Apa sebab??? Karena saya (yang biasanya “ngumpet” dari acara salam-salaman dengan si Bapak) ketangkep basah lagi ada di meja persis di depan si Bapak, walhasil diulurkanlah tangan beliau dan dengan wajah sangat menyesal dan senyum yang dimaksimalkan seoptimal mungkin, saya hanya bisa menangkupkan tangan saya dan tidak menyambut jabat tangan si Bapak. Meskipun si Bapak sempat tertegun beberapa detik, akhirnya beliau maklum dan memahami tindakan saya 😎

Maaf ya Paaaaaaaaaaaaak….. 😥

Smoga saya nggak seperti pak Tifatul yang beberapa waktu lalu sempet “khilaf” berjabat tangan dengan Bu Michelle Obama. Oiya, tulisan ini hanya sebagai pengingat saya pribadi tanpa bermaksud untuk menyinggung pihak manapun.

43

Pelem Krowak

Suatu sore di pos satpam ketika saya tengah menunggu kedatangan ksatria tampan bermotor hitam untuk membawa saya pergi bersamanya 😳 seorang pak satpam nan baik hati menghampiri saya dengan membawa satu buah mangga di tangannya. Diletakkannya mangga tersebut ke meja tempat saya duduk.

PS      : Ini Mbak, baru ada satu buah

BM     : Makasih ya Pak! (cengar-cengir)

PS     : Tapi itu blom matang lho! Masih kemunir..

BM     : Kemunir???

PS      : Iya, blom mateng tapi dah kekuningan gitu, dah lumayan tua, tinggal di-imbu di rumah

BM      : (penasaran….) Kraukkk! (digigitnya ujung buah mangga tadi dan benar adanya bahwa si mangga telah berwarna kekuningan) Asem-asem seger!

PS      : (melongo)

BM      : (heran melihat ekspresi PS) Ada apa Pak?!

PS      : Lha kok langsung dimakan gitu?!

BM      : Lho emangnya kenapa? Ada yang salah?!

PS       : (merasa melihat keajaiban dunia) Ya nggak sih…

BM      : (ngerti kalo si PS masih heran) Lha wong saya biasanya gitu kok, kalo dah tua langsung tak makan kaya gitu..

PS        : Ooooo… (sadis juga ni emak-emak)

Nah sekarang yang menjadi pertanyaan saya adalah emangnya makan si buah mangga dengan cara saya tersebut keliru ya?!

sejenis ini kali ya!

NB :
1. Sebelumnya PS memang telah berjanji kepada saya untuk mengambilkan beberapa buah mangga yang berbuah lumayan lebat di halaman kantor

2. Dialog di atas telah mengalami perubahan seperlunya sebab dialog aslinya terjadi dalam bahasa Jawa sehingga dimohon pemaklumannya jika terdapat kata-kata yang kurang pas untuk dibaca 😎

38

Momennya Adalah…

Episode Eskalator

Di sebuah mall di sekitar Blok M, sebut saja Blok M Square, terdapatlah segerombolan kawanan manusia yang tertawa terkekeh-kekeh akibat tingkah aneh sebiji Kerak yang nempel di dinding mall. Momennya adalah ketika kami sedang berdiri berjejer di eskalator lantai 2 menuju lantai 1, kaki kanan saya kurang pas menapak salah satu anak tangga eskalator tersebut yang menyebabkan posisi tubuh saya agak limbung sehingga terucaplah sebuah istighfar dari mulut saya. Nah, saat itu juga seorang Bapak berkacamata nyelonong tanpa permisi melewati celah tersisa antara saya dan Kerak yang berdiri setingkat dia atas saya, and you know what?! Si Bapak berkacamata lewat dengan wajah meradang dan berdecak marah -_-“ Sekilas menatap saya dengan tatapan penuh amarah yang kalah tajam dengan pisau tertajam di dunia sekalipun! Kenapa si Bapak berkacamata marah?! Bukannya seharusnya saya yang marah karena si Bapak dah nyelonong seenak udelnya bahkan nyenggol tangan saya, TANPA permisi pula!!! Macam mana urusannya kalow begini??? 😡 😡

Episode Kobokan

Demi meredam amarah yang tersulut akibat insiden eskalator di atas, meluncurlah kami ke lantai dasar untuk mengisi perut keroncongan kami yang secara tidak langsung turut meningkatkan suhu otak. TL pesen ikan bawal tawar goreng, BM ngikut TL, Teh QQ + Kerak + Alirakita pesen ayam penyet sambal korek. Ketika sedang menunggu pesanan datang, sang pramusaji terlebih dahulu menyajikan kobokan sebagai welcome drink. Momennya adalah, beberapa saat setelah para kobokan nangkring dengan anggunnya di meja kami, Bapak_yang_terlebih_dulu_makan_dan_duduk_di_sebelah_Kerak (sekali lagi) mengambil salah satu kobokan tersebut TANPA PERMISI. Padahal si Bapak_yang_terlebih_dulu_makan_dan_duduk_di_sebelah_Kerak sudah memiliki jatah kobokan sendiri tapi kobokannya dah kotor. Emangnya susah ya bilang “Permisi, Mas!” Hanya dua kata lho! Kami ga gila hormat, tapi kami gak suka dengan sikap slonongboy seperti itu! >.<

Episode Komentar

Lagi-lagi ada komentar yang bikin nyesek di hati saya! Momennya adalah ketika sang komentator bilang bahwa…. Ah.. jadi sakit hati saya kalo inget komentar itu lagi T_T Intinya adalah bahwa dia meminta dengan nada kurang mengenakkan supaya saya berkunjung balik ke blognya. Helloooooooo… Komentar Anda itu secara tidak langsung menyatakan bahwa Anda sama sekali tidak ikhlas berkunjung ke blog saya 👿 Kalow hanya komen junk sejenis “Nice share, kunjungi balik ya! (sambil ninggalin link blog)” saya masih terima dan bisa maklum, tapi kalow ada embel-embel seperti komentar Anda, waduuuhhh… Jadi pengen bacok orang sayanya! 😡 😡 😡 Huhuhu.. Apa saya berhenti ngeblog aja ya?! 😥

28

Tulisan Siapa?

Suatu siang beberapa saat setelah adzan Dzuhur berkumandang, berangkatlah saya dan dua orang teman wanita saya ke masjid (ya iyalah ke masjid, mosok ke warteg ?!) Untuk menuju ke masjid kami harus melewati sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat sebuah papan putih, dimana Jumat lalu, iseng-iseng saya nulis di papan putih tersebut.

PENGEN NULIS DI WHITEBOARD, BAGUS GA SIH?

Setelah itu pasang muka sok polos trus nanya ke dua orang wanita pendamping saia (jadi brasa seleb didampingin begituwh!)

BM : Eh, ini tulisan siapa sih? (senyum jail)

QQ : (baca tulisannya) Emang siapa yang nulis?

TL : (baca tulisannya) Iya, ini tulisan siapa sih? Dah tau tulisan jelek masih aja ga dihapus!

BM : (meledak tawanya, trus pasang ekspresi sok sedih) itu tulisan saya! huhuhu… TL tega! 😥 😥 😥

TL : Maaf mbak ikaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

BM : hahahaha… akhirnya…(ketawa terpingkal-pingkal ngeliat TL salting)

QQ : (berusaha menenangkan TL) Tuh kan.. Mbak ika tuh gak sedih, dia malah seneng tulisannya diperhatian seperti ini!

TL : (tetep salting)

Malemnya cerita ke kangmas ganteng beliownya juga ngakak berat ditambah ketawa-tawa ga jelas. Keesokan harinya cerita ke temen sebelah ngakak juga, hmmm… 🙄

Kesimpulannya adalah dilarang corat-coret di papan putih!

NB : QQ adalah Tokoh #1 sedangkan TL adalah Tokoh #2

45

Threesome : Dua Wanita Satu Pria

Kalow selama ini saya yang dijelek-jelekkan di tulisan Bang Kerak dan Tigo 4L@y, makaaaa.. kali ini adalah saatnya bagi saya untuk melakukan pembalasan atas segala tingkah mereka yang semakin membuat saya terkenal (maaf, narsisnya kagi kumat!)

Tokoh #1

Seorang wanita kelahiran Bandung yang dengan segala keanehannya membuat suasana kantor semakin semarak. Hmmm.. saking anehnya dia sehingga membuat saya kesulitan mendeskripsikannya dalam bentuk tulisan 😳

Pipi chubby, wajah khas Sunda, ga bisa bahasa Jawa sama sekali tapi ngekeuh ngomong Jawa!!! Satu-satunya orang yang bisa menangis tersedu-sedu untuk kemudian tertawa terbahak-bahak hanya dalam hitungan sepersekian detik 😯

(saya telah menghapus sekian puluh kalimat demi mencari diksi yang tepat dan representatif untuk menggambarkan sosok si Teteh ini)

Gampangnya gini deh, orangnya mudah terpengaruh (baca : reaktif) oleh kejahilan temen saya umumnya dan keisengan saya khususnya 👿 Kalow lagi kenyang akan bertingkah semakin aneh. Kalow saya dan teman saya sedang ga ada di ruangan, maka si Teteh ini akan bilang bahwa dia ga bisa ketawa (emangnya kami badut yang bisa bikin ketawa??? -___-‘ )  

Oiya, si Teteh ini seklias mirip dengan wajah yang terpampang di gravatar blognya Teh Orin 😳

Tokoh #2

Seorang wanita (lagi), kelahiran Malang, yang berkat bahasa daerahnya yang begitu kental membuat saya terinspirasi untuk meluahkan kembali kosa kata Jawa Timur-an saya yang selama ini terkubur jauh di dalam sana akibat radiasi logat Jawa Tengah si ganteng nan sekseh itu 😳 Walhasil akhir-akhir ini percakapan saya banyak ditemui kata-kata “koen, yok opo seh?, gak balek ta?” dan sejenisnya.

Oiyaaa.. kalow si Jeng ini hilang atow tersesat, gampang banget nemuinnya!!! Karena dia punya choc chip (baca : a little cute black mole) yang nemplok dengan manisnya di wajah si Jeng ini. Dan berkat choc chip-nya juga, kami khususnya saya punya komoditas bahan becandaan! 😀 And you know what, sang choc chip menjadi penyelamat kami kalow mo beli rujak/buah potong, cukup sebutkan password “Mas, beli buah untuk Mbak yang punya t*i lalat itu!” maka si abang rujak akan langsung memproses pesanan itu tanpa bertanya lagi.

Satu hal lagi, t*i lalat tak berdosa ini sering dijadikan sasaran kemarahan.  “Trus salah gue? Salah t*i lalat gue???” bukan hanya dia yang sering bilang gitu, saya pun sering menyalahkan si little cute black mole itu, cukup bilang “Trus salah siapa? Salah saya? Salah t*i lalat Pi*it?”

Tokoh #3

Seorang pria, mata sipit, tubuh jangkung, celana ngatung. Memiliki (untuk saat ini) seorang istri dan seorang anak yang sayangnya copycat dari ayahnya.

Dengan segala sifat 4L@ynya membuat dia dijadikan sebagai sasaran bullying yang paling empuk. Tentunya bukan saya pelakunya, saya hanya menjadi penikmat ekspresinya yang yaaaa.. membuat mata sipitnya semakin tak terlihat akibat “siksaan” dari teman-teman prianya (yang juga teman-teman pria saya tentunya).

Seorang pejabat pranata komputer yang sering disalahgunakan jabatannya untuk mberesin jaringan internet, komputer nge-hang, monitor yang blue screen, hingga menjadi kiper liga Purnawarman :mrgreen: