Asal Mula Belatung

Sabtu Pagi
Ketika tengah asyik bermain, si pangeran kecil saya “berteriak-teriak” minta jeruk shantang (seperti jeruk yang ada di tulisannya Om Asop ). Sehubungan dengan sudah mahirnya dia membuka pintu kulkas, langsung saja diambilnya sekantung jeruk itu untuk kemudian dikupasnya (dikupas doank, ga dimakan :() Sekilas saya liat dia membuang beberapa potong jeruk ke dalam galon air mineral yang telah kosong, namun karena saat itu saya juga sedang sibuk memasak, jadinya saya malah lupa untuk mengeluarkan si buah jeruk itu dari galon untuk dibuang ke tempat sampah.

Minggu Sore
“Minum aerrr… Minuuuuuuuuuum”, Continue reading “Asal Mula Belatung”

Salam, Jeruk Purut, hingga Belimbing Wuluh

Masih dalam suasana mudik lebaran 1431 H, dalam suatu kesempatan ketika membahas rumah yang akan dibeli oleh kakak ipar saya, Simak (panggilan untuk nenek si ayah, red) bercerita (lebih tepatnya menganjurkan) kepada kami untuk menanam tiga jenis tanaman, yaitu pohon salam, jeruk purut, dan belimbing wuluh. Mengapa harus menanam tanaman itu??? Berikut alasannya :

1. Belimbing Wuluh
Berdasarkan wejangan Simak, belimbing wuluh memiliki “kekuatan magis” tersendiri. Jika di suatu rumah terdapat pohon belimbing wuluh dan suatu saat ada orang asing yang memiliki aura negatif atau berniat buruk atau terhadap pemilik rumah, maka si belimbing wuluh ini akan mengeluarkan “sesuatu” sehingga si orang asing tadi mengurungkan niat jahatnya dan pemilik rumah terlindungi dari aura negatif yang dipancarkan oleh orang asing tersebut.
2. Jeruk Purut
Tak jauh berbeda dengan pohon salam, namun   jeruk purut  memiliki kekuatan yang lebih “dahsyat”. Continue reading “Salam, Jeruk Purut, hingga Belimbing Wuluh”

Akhirnya Beli Juga

Beberapa taun yang lalu saya selalu memandang aneh setiap kali melihat buku-buku resep masakan yang dipajang di setiap toko buku. Gak habis pikir koq ya masih ada yang mbeli buku semacam itu lha wong internet murah dan lebih praktis, tinggal tentuin menu, klik di mbah gugel, resep berbagai versi langsung tersedia! Mudah dan praktis, tinggal scroll mouse, beres! Pilihan menunya lebih banyak tergantung kita pengennya apa, berbeda dengan jika menggunakan buku resep masakan yang dalam satu buku hanya tersedia beberapa macam menu, trus ngapain repot-repot beli buku resep kaya gitu?!

Namun ternyata di kemudian hari (baca : saat ini), saya termakan omongan saya sendiri. Dilatarbelakangi oleh pusingnya kepala saya jika harus menyusun menu masakan yang variatif tiap harinya, yang ada di otak hanya menu yang itu-itu aja yang malah bikin saya sendiri malas membayangkannya. Akhirnya di suatu kesempatan ketika sedang berweekend ria di eMol terdekat, maen-maenlah saya ke Gramedia dan kemudian jatuh cinta pada pandangan pertama ke buku karangan Yuni Pradana dan Raninta Ika Ariestya ini. Bukan karena nama penulisnya memiliki kemiripan dengan nama saya lho ya, bukan ituuuu… Saya tertarik ke buku ini karena setelah melihat sampel buku yang telah dibuka, di dalamnya tersedia 180 menu variatif yang bisa diaplikasikan dalam waktu sebulan, sehingga rolling menunya lebih lama dan kemungkinan timbulnya rasa bosan terhadap menu makanan tertentu dapat diminimalisir 🙂 Continue reading “Akhirnya Beli Juga”