Mahes Bobok Bareng Ayah

Saat ditinggal bundanya DL ke Bandung selama tiga hari, terjadi peningkatan kelengketan hubungan Mahes dan Ayah! Mahes yang biasanya kalo ga ada bundanya bobok sama Budhe, kali ini selama dua malam berturut-turut tidur dengan Ayah, hebat! Salut untuk Ayah yang mau ngambil “resiko” bobok bareng Mahes yang berarti :

  1. siap menerima konsekuensi ditendang-tendang oleh kaki mungil pangeran kecilnya yang kalo tidur pun tetep ga bisa anteng
  2. siap jatuh bangun bikin susu hangat tiap 2 jam sekali,
  3. siap dalam kondisi mengantuk mengganti diaper Mahes tiap pukul 11 dan pukul  2 malam
  4. dan tentunya juga berarti berkurangnya kuantitas tidur ayah

Namun ayah menikmati hal ini, seru katanya! 🙂 Malah saat ini Mahes punya gaya baru kalo mo bobok, yaitu bobok di pangkuan ayah sambil nonton tivi dan minum susu, walhasil dalam hitungan menit terpejamlah mata indahnya (dan hal itu tidak berlaku jika bersama Bunda, hiks..) dan durasi tidur malamnya semakin bertambah yaitu dari pukul 5 sore hingga pukul setengah 6 keesokan harinya, waoooowww…

Makasih ya Ayah! Luv You!!! 😉

Mahes.. Bunda Pergi Ya, Nak!

Terhitung mulai tanggal 23 sampai 25 Juni 2010, saya harus pergi meninggalkan pangeran kecil saya untuk menjalankan tugas negara.

Sejak Senin malam saya sudah berusaha memberi pengertian kepada Mahes bahwa saya akan meninggalkannya untuk sementara waktu sehingga kalo malem boboknya sama Budhe karena Bunda lagi ga di rumah.

Ingin tau reaksi Mahes?! Wajahnya langsung berubah menjadi sedih kemudian menghambur ke pelukan saya dan menyandarkan kepalanya di dada saya sembari tangannya memeluk erat pertanda tidak bisa menerima kepergian saya.

Ingin tau perasaan saya?! Hancur leburrrrrrr… 😦

P.S. Pagi ini saya meninggalkan rumah ketika Mahes sedang tidur, sehingga beban moral yang harus saya tanggung tidak terlalu berat jika dibandingkan berpamitan dalam kondisi terjaga dan harus melihat tangan kecilnya melambai-lambai beserta sorot mata sedihnya

Di Suatu Siang

Hari, tanggal       : Minggu, 20 Juni 2010
Waktu                    : Diatas pukul 12 siang
Lokasi                    : Ruang tamu, kamar kecil

Sesaat setelah menyudahi makan siangnya, pangeran kecil saya melanjutkan aktivitas siang itu dengan bermain-main di depan televisi, ditemani saya tentunya yang sedang terbahak-bahak menonton Oggy and The Cockroaches. Mahes bermain-main dengan album foto masa bayinya sambil sesekali mencium foto-foto tersebut yang dipanggilnya dengan sebutan “dedek”, HAH! blom tau dia kalo yang di foto itu adalah dirinya sendiri, dasar bayi pinter! (lhoh?!) Continue reading “Di Suatu Siang”

Day Care Mahal?!

Banget! Mungkin itu jawaban yang akan saya berikan jika salah seorang dari Anda bertanya seperti judul di atas. Kok bisa berhubungan dengan day care alias Tempat Pembuangan Penitipan Anak ini?! Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya bahwa saya kesulitan mencari orang yang mau mengasuh Mahes selama saya ngantor. Emang sih ayahnya ada di rumah tapi kan beliau blom bisa nyuapin Mahes, dan juga saya ga bisa ngebayangin bagaimana ekspresinya jika harus membersihkan pup Mahes, pasti kerepotan! Oleh karena itu-lah saya hidup-hidupan nyari pengasuh part time ini. Setelah telpon sana telpon sini ngerayu sana ngerayu sini ga dapet juga, dapet saran dari tetangga depan rumah untuk dititipkan di day care di daerah Bintaro sono. Mikir mikir mikir karena kepepet akhirnya bolehlah! Langsung hunting tempat hari itu juga. Karena hari Minggu jadinya tempatnya tutup, cuma dapet nomer telpon ma alamat situsnya.

Nyampe rumah langsung berkunjung ke situs tersebut, ngeliat testimoni bagus-bagus, tertariklah saya. Nyoba nelpon ke nomer tadi yang ternyata sama dengan yang tercantum di website, ga ada yang ngangkat booooo! Ya iyyalah, hari Minggu gitu lho! Jelas-jelas tadi tempatnya tutup, otomatis layanan telponnya juga tutup donk! Keesokan harinya setelah memutuskan untuk datang telat ke kantor, sekitar pukul 07.30 WIB saya kembali menghubungi nomer telpon tersebut, diangkat! Trus nanya-nanya segala macemnya, jam operasionalnya, peralatan apa yang harus dibawa, makannya ditanggung nggak, trus diapernya dapet dari sana ato bawa sendiri, trus mandi sorenya gimana, bla bla bla…… sampe akhirnya nanya biaya, jawabannya adalaaaaaah……… biaya pendaftaran 300 rebu, trus per harinya 90 rebu, buset dah! Mahal banget yak! Continue reading “Day Care Mahal?!”

Dua Peristiwa Besar di Bulan Juni

1. Ulang Tahun Ayah
Jatuh pada tanggal 8 Juni, hari ini! And you know what?! Setelah sekian tahun menikah baru sekali ini saya melupakan peristiwa bersejarah ini 😦 Saya baru nyadar setelah tadi pagi ngeliat SMS di hape, setelah mo naruh hape koq di layarnya ada ikon reminder ya?! Trus ngelirik kalender di pojok kanan bawah, 8 Juni, jedengggggg! Omaigaaaaaaaaaaaaaad.. Today is my husband’s birthday and i totally forget!!! >.<

Mentang-mentang ga ngantor trus nyari-nyari alasan lupa hari dan lupa tanggal! Padahal dah dari jauh-jauh hari saya menandai tanggal ini, saya bahkan senang karena tanggal 8 Juni jatuh pada hari Selasa sehingga saya bisa lebih leluasa mencari hadiah untuk Ayah tanpa ada resiko ketauan beliaunya, tapi ternyata eh ternyata saya malah lupa, dodol banget dah! Walhasil karena malunya dah ga ketulungan plus rasa menyesal yang berlipat-lipat plus melihat ikon 32 notifikasi di FB suami saya, akhirnya saya putuskan untuk nyari momen yang tepat yang lebih ga ketara kalo saya tuh lupa bahwa hari ini adalah hari ulangtahunnya. Dan setelah dapet momennya saya langsung ngucapin met ultah sambil senyum-senyum merajuk dan akhirnya ngaku plus minta maaf karena saya lupa kalo hari ini adalah hari ulang tahun mendiang Soeharto :hammer
Met ultah ya Yah! Hadiahnya nyusul, lagi bokek nih! 😛Continue reading “Dua Peristiwa Besar di Bulan Juni”

Kartun Favorit (bunda) Mahes

Sejak berlangganan TV kabelnya First Media, kami semakin punya banyak pilihan tontonan, jadi tidak melulu TV nasional yang isinya kebanyakan sinetron ga mutu dan tayangan reality show yang direkayasa. Sehubungan dengan adanya kehadiran pangeran kecil saya jadinya channel yang mendapat bintang 5 adalah sejenis Baby First, Nickelodeon, Disney Channel, Boomerang. Begitu TV dihidupkan, Mahes pasang posisi duduk dengan wajah sedikit menengadah, pandangan lurus, mulut ndomblong, mimik serius 🙂 Jika yang ditayangkan adalah lagu theme song, dia langsung beranjak bangun dan bersiap untuk melakukan goyang pantat ala Mahes. Dan ternyata nonton kartun itu menyenangkan 😉 bahkan bundanya pun ikut-ikutan senang sampai-sampai dikomentari si Ayah bahwa yang nonton kartun itu sebenarnya bukan Mahes, tapi bundanya 😀 Berikut salah dua acara favorit kami :

1. Oggy and The Cockroaches

Oggy and The Cockroaches

Serial ini bercerita tentang “permusuhan” antara Oggy si kucing dan para kecoa yang terdiri dari Joey, Dee Dee, dan Marky yang hidup di plafon rumahnya. Inti ceritanya sih mirip dengan Tom and Jerry dimana si para kecoa ini selalu berusaha mengusili kehidupannya si Oggy. Hal pertama yang kemudian membuat saya jatuh cinta ke serial ini adalah theme songnya yang unik, kaya yang ada kata-kata “sotoy”nya, kemudian cara tertawa para cockroaches yang begitu bahagia jika melihat si Oggy menderita, ketawanya tuh nyengir senyengir-nyengirnya, bener-bener merepresentasikan sifat jailnya Mahes hahaha… 😀Continue reading “Kartun Favorit (bunda) Mahes”

Bersahabat dengan Kacamata

Mahes benci kacamata dan dia menolak memakainya!

Kacamata tersebut telah saya belikan sejak dia berumur sekitar 1 tahun, saya pilihkan warna merah sebab saya pikir seperti bayi pada umumnya pasti menyukai warna yang mencolok. Begitu sampai di rumah dengan pedenya saya tunjukkan kacamata itu ke Mahes, lalu memakaikannya. Diluar dugaan ternyata Mahes menolak dan kemudian menjerit ketakutan. Saya bingung sekaligus terkejut melihat reaksi Mahes yang begitu spontan, saya berpikir apa ada yang salah dengan kacamata ini padahal bentuknya biasa saja, sama dengan yang biasa dia tunjuk-tunjuk jika melihat rekan sebayanya memakainya. Hmmm.. ternyata dia takut terhadap kacamata itu (sampai sekarang saya belum tahu apa yang menyebabkan ketakutan Mahes tersebut), saat itu juga saya letakkan kacamata tersebut di tempat tersembunyi sebab  meskipun sudah disingkirkan tetapi jika masih terjangkau oleh penglihatannya, Mahes tetap saja bergidik seram tiap kali melihatnya. Waktu itu saya hanya berharap bahwa ketakutan Mahes ini hanya shock sementara akibat saya yang langsung memakaikannya, dan saya harap keesokan harinya dia mau memakainya.Continue reading “Bersahabat dengan Kacamata”

Kotor Itu Sehat

Siang tadi saya menjenguk putri salah seorang sahabat, sebut saja Mbak Bunga, yang sedang opname di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Jakarta Selatan. Mbak Bunga ini ternyata menderita tipus setelah sebelumnya menderita demam yang tak kunjung reda selama 5 hari berturut-turut yang berujung pada perawatan intensif yang harus diterimanya di rumah sakit. Sebenarnya saya sudah cukup “kenyang” melihat anak kecil sakit dan dirawat di rumah sakit, bahkan Mahes pun pernah mengalaminya, tapi hal itu tidak membuat saya lantas tega melihat Mbak Bunga dalam kondisi tangan kanannya terpasang infus, nyeri saya ngeliatnya, ga tega melihat anak sekecil itu sudah harus ditusuk jarum yang begitu panjang yang bahkan orang dewasa pun pasti meringis ketika jarum tersebut ditusukkan, apalagi untuk anak yang baru berumur dua tahun, masya Allah.. saya ga bisa bayangin gimana sakitnya dan gimana hancurnya hati si ibu begitu melihat anaknya menangis karena harus ditusuk jarum infus hiks.. 😦 Belum lagi jika si anak rewel, ga mau makan, menarik-narik selang infusnya, hadeeeeh.. nyerah saya, sepertinya level kesabaran saya belum mencukupi jika saya harus mengalaminya (dan semoga tidak pernah mengalami).

Saat kunjungan tersebut, ibu Mbak Bunga berpesan kepada saya supaya menjaga kesehatan Mahes baik-baik, jaga kebersihan, cuci tangan sebelum makan, dan sejenisnya sebab si tipus ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang terdapat di makanan/minuman. Hmmm..ingatan saya langsung flashback ke kejadian tadi pagi. Jadi pagi tadi ketika saya menyuapi Mahes, seperti biasa suapan pertama hingga kelima berjalan lancar, setelah menginjak ke suapan selanjutnya, barulah pangeran kecil saya ini berulah. Mangkok makan sekaligus sendoknya dia ambil dari tangan saya, saya tidak mencegahnya sejak peristiwa jatuhnya Mahes saya trauma jika kejadian yang sama harus terjadi kembali. Berpindahlah mangkok dan sendok tersebut ke tangan Mahes kemudian diletakkannya di tanah dan mulailah dia “makan” dengan gayanya (baca: diaduk-aduk hingga berceceran sambil sesekali disuapkan ke saya) hingga beberapa saat kemudian jatuhlah sendok beserta 3 bulir nasi ke tanah.Continue reading “Kotor Itu Sehat”

Mahes dan Kotak Mainan

Pengen nulis hal ini setelah terinspirasi oleh tulisan Ummu Tsabita . Well, entah sudah pernah saya ceritakan sebelumnya atau belum, yang jelas kali ini saya akan bercerita seputar Mahes dan mainannya. Mainan pertama  yang dimiliki Mahes adalah sebuah music toys berbentuk kuda yang kami belikan ketika dia berumur 2 bulan. Tujuan kami yang begitu mulia -untuk merangsang indera penglihatan dan pendengarannya- ternyata tidak disambut baik oleh Mahes versi bayi 2 bulan, mainan itu hanya bertahan 3 hari untuk selanjutnya disimpan di sembarang tempat 🙂 Mainan kedua adalah rattle yang bunyinya sungguh berisik, kalo saya ga salah inget sih dibeli ketika Mahes dah 5 bulan jalan, dan karena Mahes lumayan bisa megang sesuatu jadinya hati kami lumayan terpuaskan.

Seiring dengan bertambahnya usia Mahes bertambah juga mainan yang dimilikinya, ada bola, teether,mobil-mobilan, rubber duck, pasukan Rangers, de el el hingga membuat kami berpikir untuk membelikannya sebuah kotak khusus untuk mewadahi mainannya tersebut. Continue reading “Mahes dan Kotak Mainan”