33

Baju Kuning

Manyun

Melet

Bersin

Advertisements
49

Kisah Sebuah Foto

Sedang asyik-asyiknya ngefesbuk, tangan mungil Mahes menunjuk ke sebuah foto seorang ayah yang sedang menggendong anaknya (yang seumuran dengan Mahes) yang terpampang di layar laptop.

Mahes  : (sambil menunjuk ke foto) Mahes… Ayah…

Bunda : Bukaaan.. Ini temen bunda, ini bukan Mahes..

Mahes  : Ayaaaaaaah…

Bunda : Bukaaaaaaaaaan..

Mahes : Maheeeeees…

Bunda : Bukaaaaaaan… ini dek Ahsan!

Mahes  : Gundut! (baca : gendut)

Bunda : (nahan ketawa)

Mahes  : Agu ayah ama (baca : dagunya sama kaya ayah ada jenggotnya)

Bunda : (lapor ke ayah dan tertawa bersama)

Mahes  : (kebingungan)

Owalah le.. Lha koq semua orang yang punya jenggot dan gendut disamakan dengan ayah tho???

Ah.. ayah memang keren ya sayang! 😳

2

C H A O S

Suatu siang, ketika si anak sholeh mulai bosan dengan segala mainannya, dimulailah segala triknya untuk mendapatkan mainan baru, caranya???

1. Numpahin semua mainannya ke lantai

2. Merajuk
Padahal nih ya, padahaaaaal.. bola basket dah ada 1, bola plastik yang kemlinthi ada satu, blom bola kecil yang dulu sering dibuat mandi bola, blom super blocks-nya, blom mainan-mainan lainnya! Ujung-ujungnya adalah minta kertas trus bikin bintang, bulan, bunga, ikan, kupu-kupu, kura-kura, dan gambar abstrak lainnya! :hammer

Love You Honey!

18

Cewek dan Cowok

Suatu sore, beberapa saat setelah tiba di rumah, seperti biasa pintu dibukakan oleh si anak sholeh, meskipun sebenernya dia ga tulus-tulus amat sih mbuka pintunya karena setelah itu pasti dia akan berteriak-teriak “kue.. kue..” sambil berusaha merenggut tas bundanya.

Setelah berhasil merebut tas hitam itu, dikeluarkanlah satu demi satu isinya hingga ditemukannya sebuah dompet pink yang berisi “peralatan make up” (yang hanya terdiri dari compact powder dan sebatang lipstick). Begitu melihat gelagat bahwa si anak sholeh hendak membukanya, spontan sang bunda melarangnya.

Continue reading

32

Tahun Kedua Kehidupanmu

Atas ijin Allah, tanggal 3 Februari 2011 kemarin si anak sholeh resmi berumur 2 tahun, Alhamdulillah..

Sayangnya, hari yang seharusnya penuh keceriaan itu sedikit ternoda akibat sakit yang dideritanya.

Wajah cerianya sedikit berbinar setelah mendapat hadiah dari Om Nyinyu dan Tante Nyonyo. Ini dia penampakannya!

Pesawat yang pintar, karena ketika mendapat rintangan yang menghalangi jalannya, maka dia akan mencari jalan lain dengan cara memutar haluan. Anehnya, si anak sholeh tidak mau memegang pesawat tersebut dengan tangannya sendiri. Dia hanya menunjuk-nunjuk meminta tolong untuk menghidupkan atau mematikan pesawat tersebut dan akan menangis jika si pesawat menabrak kaki salah satu dari kami (ayah bunda mahes) dan para mainannya. Continue reading

36

Gabagen

Dalam dua tahun pertama kehidupannya, baru kali ini sakit Mahes yang mampu membuat saya bercucuran airmata :lebay:

KAMIS, 4 FEBRUARI 2011

Sakitnya baru teridentifikasi pada Rabu malam, sehari menjelang libur Imlek. Kepalanya terasa panas, namun hal itu hanya saya anggap enteng karena selama ini sakit Mahes hanya mampu bertahan selama 1 hari. Diagnosa awal sih dia ketularan si ayah yang sejak Minggu pagi terserang batuk pilek. Namun kali ini saya salah! Kamis malam panasnya semakin tinggi. Angka di thermometer mencapai 39 derajat Celcius, tak pernah kurang dari 38,5 derajat. Meskipun saya (agak) penganut minimalisasi obat, namun kali ini saya nggak tega! Kasian melihat wajahnya yang memerah menahan panas.

Jika Mahes terjatuh atau terbentur dinding, maka dia akan menghampiri saya kemudian meminta saya untuk mencium dan mendoakan bagian tubuhnya yang sakit,dan ajaib! Setelah saya mencium dan mendoakannya, senyumnya kembali mengembang.  Nah, yang membuat saya menangis adalah ketika dia tengah saya gendong kemudian memegang kepalanya dan memanggil saya, “Bundaaa.. huffhhhh..huffhhhh..” Dia memberi isyarat agar saya mencium kepalanya kemudian mendoakannya agar sakit yang dideritanya segera hilang, hmhhh.. “Nak, seandainya sakitmu bisa dipindahkan, bunda adalah orang pertama yang bersedia menerimanya!” Jerit hati saya.

Continue reading