0

BT : Bad Tempered

Apa yang kalian lakukan kalo lagi marah atau sedih atau sebel atau kesel atau jeles sama seseorang atau sesuatu? Kalo saya pilihannya cuma dua, diem sekalian atau mendadak gila sekalian, atau bisa dua-duanya gantian dalam waktu yang berdekatan, jadi kek selang seling gitu, semacem orang kurang sehat begitulah, karena emang lagi kurang sehat kan kondisi jiwanya? Ya gak sih?

Trus kenapa jadi bisa kaya gitu reaksinya? Kok bisaaa? Jawabannya : NGGAK TAU. Itu aja saya baru nyadarnya pas udah gede kek gini 🙂

DIAM

Saya??? Diammm??? Seriusss??? Iyak seriusss.. ternyata saya bisa diam kalo lagi kondisi seperti saya sebutin di atas. Oiya, posisi diem saya itu bukan sekedar diem yang flat, plain, datar gitu yakkk.. gak mungkin bisaaa sayanyaaaa… Diamnya saya itu dengan ekspresi muka ditekuk (kata temen saya sih gitu) jadinya malah bikin serem orang-orang di sekitar saya hahaha… Terlepas dari ekspresi default saya yang emang (katanya kaya) orang judes yaaa..

Nahhh…jadi kepikiran deh sayanya, kalo ekspresi default aja kek gitu gimana kalo diemnya saya karena marah yakkk? Hahaha.. maaf yaaaaa…

Tapiiiiiiiiii… saya kan pada dasarnya tuh orang yang ga bisa diem ya, jadinya diemnya saya ini ga bertahan lama. Biasanya kalo udah bosen diem bicara, saya mulai mbanting-mbanting barang atau menutup pintu dengan sembarangan, bahasa enggresnya slamming the door gituh. Reaksi orang-orang sih biasanya cuma ngelus dada sambil yaaa begitulah 😀 Etapi tetep masih diem ya sayanya, jadi yang berulah cuma tangan aja, mulut sih tetep kekunci rapet 😀

MENDADAK GILA

Definisi dari mendadak gila disini adalah ketika saya tiba-tiba mulai nyanyi kenceng ga jelas, trus manggil orang pake acara teriak-teriak gitu, atau over lebay terhadap segala sesuatu. Misalnya nih ada yang ngejoke tapi garing atau kadar kelucuannya rendah banget gitu, maka saya akan ngakak, ketawa terbahak-bahak atas joke yang garing tersebut 😀 Gilak kan guweh?! Atau kalo misalnya ada yang sedang dibully atau membully, maka saya akan turut ngambil bagian dan melontarkan kata-kata yang dijamin bakal nyakitin tuh orang, syuper pedesyyyy!!! Pokoknya nylekit aja itu di hati mah!

Nyadar? Iya saya sadar kalo itu nyakitin, tapi ya gimanaaaa… jahat sih emang… tapi ya gimanaaa… T_T

Trus gimana dong caranya supaya win win solution gitu?! Kalo saya sih baru dapet satu cara yang sampe saat ini lumayan ampuh ngilangin rasa bad tempered itu : ngopi di kedai kopi ^_^

Lha kalo udah tau kek gitu bisa kenapa ga begitu aja daripada “ngorbanin” orang-orang sekitar? Laaah.. kan perasaan ga bisa dijadwal Buuuuukkk kapan marahnya kapan nggaknyaaa.. kan kitanya ga bisa ngontrol orang lain supaya ga bikin kita bad tempered, ya kan ya kan ya kan?

 Udah gitu aja

nih biar gak BT ^_^

nih biar gak BT ^_^

*poto by Ika yaaaaa…

Uncategorized
4

What If… (Episode Ibu)

“Ibu lagi ga enak badan”
Deggg…
Saya langsung pias ketika mendapat kabar bahwa Ibu teman dekat saya sedang sakit…

Dari sedikit hal yang pernah dia tuliskan tentang sosok ibunya, saya tahu bahwa dia sangat menyayangi ibunya, terlepas dari suatu keniscayaan bahwa setiap anak pasti menyayangi ibunya.

Melihat kecintaannya terhadap ibunya tersebut membuat saya merasa “iri” karena Tuhan tidak memberi saya kesempatan sebanyak dia  untuk menikmati kasih sayang seorang ibu.
Ingatan saya langsung terbang ke memori_tak_seberapa saya tentang alm. Ibu kandung saya.

——–sepertinya saya ga akan pernah bisa menyelesaikan tulisan ini——–

image

Gambar dari google.com

Uncategorized
0

Tentang Cinta (dan Hati)

Cinta tak harus diucapkan

Tak harus dibisikkan

Tak harus diungkapkan melalui sentuhan

Mencinta bisa dalam diam

Mencinta bisa dalam jarak yang jauh membentang

Mencinta bisa dalam wajah yg penuh kebencian

Namun cinta tak pernah bisa berbohong

Karena dia murni

Muncul dari hati

Cinta adalah karunia Sang Maha Tinggi

Yang sekeras apapun kau menolaknya dia akan tetap mengisi relung hati

Bahkan mungkin hadirnya tanpa kau sadari

^_^

image

Gambar nyomot dari Path



Uncategorized
4

Alergi Menikah

Menikah itu bikin alergi! Seriussss!!! Ga percaya? Saya korbannyaaaaa… T_T

DSC_0080

Dulu sebelum menikah satu-satunya “sakit” alergi saya adalah alergi terhadap udang, itupun (katanya) karena sugesti dari saya sendiri dan pengaruh dari orang-orang sekitar (baca : keluarga besar) yang telah menanamkan ke alam bawah sadar saya bahwa jika saya makan udang utuh, maka saya akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh saya.

Nah, sejak saya kuliah di Tangerang Selatan ini, otomatis saya jauh dari keluarga saya dong, ditunjang dengan factor teman-teman kos yang merupakan fans berat udang, akhirnya saya mencoba untuk menantang diri saya sendiri, membuktikan bahwa sebenarnya saya tidak alergi udang. Membuktikan bahwa biduran di masa kecil yang menghebohkan keluarga besar saya itu bukanlah efek dari makan udang, melainkan karena keisengan seekor ulat bulu yang nemplok di badan saya. Daaaan hasilnya lumayaaaan.. Dua sampai tiga ekor udang utuh bisa saya lahap tanpa perlu merasakan gatal-gatal dan kulit meradang. Sejak saat itu pun sedikit demi sedikit “dosis” makan udang mulai saya tingkatkan.

And there we go.. Tibalah saatnya saya menikah dengan pangeran bermotor hitam saya ^_^ For the record, he has bad allergic to most of seafood kecuali ikan dan kerang. Jangan pernah mencoba “menyusupkan” olahan cumi/udang/kepiting ke dalam menu masakannya, dijamin beberapa menit sesudah itu beliau akan mempertanyakan makanan yang dimakan, kemudian mulai merasakan keanehan di perutnya, dan selanjutnya akan memuntahkan makanan tersebut. Dan ini bukan sugesti, karena pas proses makannya, suami saya makan dengan lahap dan baik-baik saja, tapi yaaaa ituuu… ketika itu makanan sudah nyampe ke perut sepertinya antibodinya mulai merasakan adanya proten asing yang dianggapnya “musuh” dan kemudian memerintahkan otak untuk segera menyingkirkannya dari saluran pencernaan.

Trus hubungannya sama saya dimana??? Ya ituuuuuu… Mungkin karena suami alergi sifud sehingga saya jadi jarang menyajikan menu-menu terlarang tersebut di lantai makan kami (sampai sekarang blom punya meja makan) dan akibatnya badan saya pun jadi jarang ketemuan dengan para protein asing tersebut. Dimulai dengan tidak bisa mengonsumsi udang sama sekali (bisa tapi langsung gatal dan kulit kemerahan), dilanjutkan dengan pasca melahirkan si Risha yang membuat saya tidak bisa mengonsumsi cumi dan kepiting. Aaaaaaaaaaaarrghhhh.. cumi masak hitaaaaaaaaaam… siapa yang bisa menolah gurihnya tubuh kenyalmuuu??? Hiks…

Jadi, ya! Menikah itu bikin alergi 😥

Uncategorized
3

If Today Were My Last Day

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji, Aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, Untuk berhenti dan mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu.

Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya, Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa.

Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.

Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?

Karena bila esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesali hari.

Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman.

Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seorang yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka.

Jadi, dekap erat orang-orang tersayangmu hari ini dan bisikkan di telinga mereka, bahwa kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.

Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “aku tidak apa-apa”

Dan bila esok tak pernah datang, kau takkan menyesali hari ini.

[Norma Cornett Marek ~ 1989]

Nemu tulisan bagus (dan bikin merinding) ini di laman facebook salah seorang rekan saya. 

gambar dari gugel

gambar dari gugel

 

Uncategorized
0

Tiga Kata

Terinspirasi oleh salah satu headline di laman fesbuk, jadinya saya ikutan bikin list tiga benda yang saya ga bisa ga pake/ ga bawa kalo lagi jalan, here we go :

1.   Jam tangan

Entah karena udah kebiasaan pake jam tangan atau faktor lain, yang jelas kalo keluar dan ga pake jam tangan itu rasanya ganjil. Kaya ada yang kurang gitu 😀 Yang namanya aja lupa ya nyadarnya telat lah ya.. Jadilah pas udah separuh atau sepertiga atau seperempat perjalanan kok ngerasa pergelangan tangan kiri enteng banget gitu, setelah dilirik, yappppp!!! I forget not to wear my watch -_-“ Ga sukanya kalo ga pake jam tangan itu yang pasti jadi ga tau waktu, yaaaaaaaaaa meskipun bisa ngira-ngira sih, tapi kan yo ga sreg, dan yang namanya perkiraan (saya) itu seringkali meleset 😛

2.   Dompet

Barang ini bisa dibilang “hatinya” wanita (ciyeh bahasa guweh). Errrrr,,, atau bisa diganti hati saya aja, karena ga semua wanita sependapat dengan saya 😀 Di dompet ini ada banyak baraaaang. Yang jelas ada duit, receh ataupun nonreceh. Trus ada token juga, kartu ATM, kartu kredit, dan yang pasti kartu identitas. Jadi kalowpun saya (semoga aja nggak) mengalami sesuatu hal yang tidak diinginkan, mudah diidentifikasinya. Nahhhh.. khusus dompet ini saya ga bisa asal beli atau punya sembarang dompet. Dompet saya harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu 😀 Pertama, ada wadah untuk uang koin yang ber-ritsleting. Kenapa harus ber- ritsleting? Karena kalo nggak, itu koin bakal jalan-jalan menjelajahi bagian dompet yang lain, yang akhirnya perlu waktu yang lama untuk menemukannya dan malah merusak kenyamanan penghuni dompet yang lain (yaelah kaya gini dibahas banget yak!). Kedua, dompet saya harus punya tempat kartu yang setidaknya bisa memuat 8 kartu. Weitsss… jangan berbaik sangka duluuuu.. Itu ga melulu kartu debit kredit, tapi juga KTP dan lain-lain :mrgreen. Ketiga, etlis dia punya 2 sekat tempat uang kertas, karena saya biasa memisahkan pecahan 50-100rb dengan 20rb ke bawah. Ebuset, panjang juga yak bahasan tentang dompet ini 😀 Yaaaa… yang pasti kalo lupa ga bawa dompet jadi ga bisa jajan ^_^’

3.   Hape

Hari gini keluar rumah ga pake hape??? Udah kaya yang separoh nyawa ilang gitu (lebay dan nggak banget!) Tapi beneran lho, hape ini saya taroh di list terakhir barang yang ga bisa ditinggal, dan saya ga tau kenapa :mrgreen: Emang sih, di jaman kek sekarang ini, si hape udah bisa merangkap fungsi dari 2 barang yang saya sebutkan sebelumnya. Dompet iya, penunjuk waktu iya, alat telekomunikasi dia. Tapi ya ituuuuu.. Saya ga terlalu merasa si hape ini penting banget! Kalo ada ya hayuk, kalo ga ada??? Mmmm… ya udah (pada akhirnya) gapapa. Bagaimanapun, mendingan saya ga bawa hape daripada ga pake jam tangan 😀

Udah segitu aja yaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. udah mulai buntu ini otaknya. Have a nice day! 😉

DSC_0065

Uncategorized
2

Me Time

Dulu saya mengasumsikan bahwa me time untuk kaum wanita antara lain shopping (kalo saya mungkin window shopping), nyalon (saya ga betah), atau kegiatan sejenis itu yang identik dengan yang berbau wanita lah ya..

Tapi itu duluuuuuuuuuu… setelah liat realita di lapangan yang tak seindah yang diceritakan (sungguh pendapat ini sangat subyektif, jadi tolong jangan digeneralisasi ke seluruh wanita yak!) akhirnya saya agak berani memutuskan bahwa me time saya itu antara lain :

Lari

Dari yang semula paling anti lari karena selalu mengalami sakit di perut bagian kanan setiap kali lari, hingga akhirnya sekarang saya bisa lari nonstop 25 menit tanpa henti, kegiatan ini menjadi sebuah me time versi saya. Oiya, bagi anda yang sudah jago lari mungkin waktu 25 menit itu ga ada apa-apanya, sejenis remah-remah rempeyek lah ya, tapi itu prestasi luar biasa bagi saya lho, sungguh! Dari yang cuma bisa jalan cepat dowang, trus meningkat menjadi lari 1 menit full ga berhenti, trus 2 menit, trus 5 menit, trus sekarang jadi 25 menit. It’s really something for me! Oiya, kegiatan ini tidak akan menjadi menarik jika saya tidak ditemani dengan lagu-lagu menarik di playlist hape saya 😀 That’s why my handphone is always fully charged.

(Sok) Hunting Foto

Kenapa pake kata “sok”? Karena saya adalah tukang foto yang males belajar teknik moto :mrgreen: Udah gitu ga modal lagi motonya hahaha.. Pake kamera misua trus ndlosor gajelas di halaman rumah, motoin objek yang itu-itu dowang. Tuh, ga niat banget kan?! :mrgreen: Udah gitu ngambil fotonya suka ga jelas. Kalowpun hasilnya ada yang bagus, berarti itu bener-bener keberuntungan pemula atau best of the worst dari sekian jepretan saya, dari angle yang sama dan objek yang sama juga hahaha.. Malu??? Nggaaaak.. Etlis sekarang saya udah berani pake mode manual dari yang sebelumnya cuma modal mode otomatis 😀

DSC_0028

Nyari Lagu-lagu Baru

Biasanya kegiatan ini dilakukan pas wiken. Sayanya duduk anteng di depan TV, mantengin saluran musik dengan menghiraukan rengekan krucils yang minta channelnya dipindah ke saluran anak-anak. Sampai saat ini sih channel musik favorit saya V Channel sama MTV (ada yang lain gak sik?), antara Playlist sama Top 20 gitu. Kalo udah dapet yang saya suka, langsung lari ke hape, modal aplikasi MP3 downloader gratisan, jadilah para lagu yang (menurut saya) enak-enak itu resmi menjadi penghuni playlist di hape saya. Remote TV tangan kanan, dan hape di tangan kiri, cerdasss!!! :mrgreen:

Bersih-bersih

Bersih-bersih ini banyaaaaak macemnya. Pertama, bersihin jendela. Biasanya saya pake sikat kecil untuk mendelete para debu yang bersarang di sela-sela teralisnya, udah segitu dowang, kalo kacanya biasanya dibersihin sama si Teteh 😀 Kedua, bersihin sarang laba-laba di pojokan kamar sama di exhaust fan di kamar mandi. Karena ga punya sapu khusus bersihin sarang laba-laba ini, jadinya saya pake sapu extension (hahaha.. istilahnya keren beudh). Jadi si sapu saya tambahin dengan gagang kayu bekas alat pel yang sudah rusak, and tadaaaa.. jadilah sapu extension :mrgreen: Ketiga, bersihin kamar mandi. Kalo udah kadung bersihin kamar mandi, saya bisa menghabiskan waktu 30-45 menit hanya untuk bersihin lantai, dinding, kloset, wadah sabun, dan sebagainya dan sebagainya. Kok sampe segitu lamanya??? Soalnya begitu menurut saya udah bersih, trus saya siram dan ternyata masih keliatan setitik noda, saya sikat ulang 😀 Cari kerjaan? Nggak juga! Karena kamar mandi saya jadi bersiiiiihhh B-)

Masak

Kalo kegiatan ini seringnya made by order karena request dari orang-orang tercinta 😀 Entah jajanan si kecil, atau sayur/lauk kesukaan mereka. Tapi kadang juga karena saya kalap pas belanja di tukang sayur :mrgreen: Sekalinya saya masak, bisa ngabisin waktu 1-2 jam lah yaaaa.. bentar dowang kok 🙂 Saya paling suka bagian persiapannya. Ngirisin bumbu, motongin sayur, ngulek??? Hmmm.. not really. That’s why I often use my blender ^_^ Selain menghindari air mata terbuang sia-sia akibat menahan perihnya sakit hati duo bawang merah putih, juga bisa meminimalisir cedera pergelangan tangan (halah bahasanya!) akibat ngulek. Oiya, saya suka sangat memarut kelapa, ga tau kenapa, meskipun hal itu terkadang membuat jemari saya belang blenthong akibat ga sadar kalo ternyata mereka nyerempet gigi parutnya, ngilunya tuh disiniiiiii…

Udah itu aja yang bisa saya share tentang Me Time versi saya. Sebenernya sih pengen nambahin ngeblog juga, tapi sayangnya saya kalo ngeblog harus nemu inspirasi DAN pake PC/laptop, jadinya yaaaa.. gitu deh! 😀

Happy Saturday Night!

Uncategorized