Sindrom Bokong Mati?????

Lumayan kaget pas baca headline di detikhealth pagi ini, tentang sindrom bokong mati! Beneran BOKONG sodara-sodara… Kenapa ga pake PANTAT aja ya??? Sebenernya BOKONG sama PANTAT lebih kasar mana sih? Berikut saya copas-kan langsung dari sumbernya!

Sindrom bokong mati (dead butt syndrome) atau dikenal dengan nama gluteus medius tendinosis merupakan gejala rasa sakit di sekitar pinggul. Rasa sakit itu timbul karena meradangnya beberapa otot di saraf seputar pantat. Waspadai ciri-cirinya!

Sindrom bokong mati ini tidak bisa dianggap remeh karena bisa mengganggu aktivitas orang dan rasa sakit yang luar biasa.

Secara teknis sindrom bokong mati adalah suatu peradangan pada urat (tendon) di gluteus medius yang merupakan salah satu dari tiga otot besar untuk membentuk bokong. Cedera ini umumnya menyakitkan dan terasa seperti ada yang menusuk sakit di pinggul.

Ciri-ciri sindrom bokong mati adalah:Continue reading “Sindrom Bokong Mati?????”

Episode Pengamen

Alkisah pada suatu malam di sebuah warung pecel lele depan Harmony Swalayan, terdapatlah 2 pasang muda-mudi yang sedang memesan menu makan malam, dan seorang penjual. Aaaaaaaargghhhhh.. saya ga bisa euy nulis pake alkisah-alkisah beginian! Jadi satu pasangan yang dah nyampe duluan itu dah mulai makan, sedangkan pasangan lainnya (yaitu saya dan suami) masih menunggu pesanannya selesai dibuat. Beberapa menit kemudian dijulurkanlah semangkok soto ayam yang masih mengepul serta sepiring ayam goreng yang digoreng garing.

Setelah beberapa suapan dikunyah dengan sukses dan meluncur dengan mulusnya melalui saluran pencernaan kami, datanglah dua orang pengamen yang hanya berbekal sebuah gitar dan drum alakadarnya tanpa dikomando langsung menyanyikan sebuah lagu yang SANGAT TIDAK EASY LISTENING! Sang penjual langsung mengangkat tangan sebagai isyarat bahwa dia tidak akan mengeluarkan segepok duit demi lagu ga jelas itu, namun para pengamen tetep ngekeuh bernyanyi. Berhubung lagu yang dinyanyikan hanya satu, sehingga kami tidak bisa menonaktifkan shuffle, yang ada hanya repeat sehingga lagu itu terus yang diperdengarkannya kepada kami 😦

Klimaksnya disini nih! Continue reading “Episode Pengamen”

Award Pertama di Akhir Tahun!

Cihuyyyyyyyy….

Alhamdulillah…

Setelah sekian lama ngeblog akhirnya dapet award juga! Dapetnya dari Cik Siti Fatimah Ahmad dalam rangka Hari Ibu yang diperingati hari ini.

To be honest, awalnya saya bingung gimana cara ngambil awardnya, maklumlah baru pertama dapet. Namun setelah konsultasi dengan seorang blogger kawakan yang punya 5 blog namun saking sibuknya bekerja sampe-sampe semua blognya ga keurus Ary Prabowo sang Kanglurik, akhirnya berhasil dipajanglah award cantik ini 😀

Makasih Cik Siti Fatimah Ahmad (bingung manggilnya gimana!)

Makasih juga Kanglurik! 😛

Selamat Hari Ibu!

Meskipun baru satu, tapi gapapa deh tak bikinin satu halaman khusus award, tapi masih bingung ngasih nama halamannya apa, any idea???

Oya, sehubungan dengan diijinkannya award ini untuk diteruskan, maka saya ingin meneruskan award ini kepada para ibu hebat di dunia ini yaitu Ummu Khonsa, Mama Asa, Mama Rafif Rasya, Ummu Tsabita, Jeng Amalia “momswannabe”, Bunda Fatimah, dan Jeng Tetik Ferawati.

Postingan Iseng Tiga

Kebaikan itu seperti pesawat terbang. Jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telpon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai Garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.

Ahamdulillah.. akhirnya saya bisa menyelesaikan buku si abang Tere Liye ini dalam perjalanan menuju Bandung kemarin (dan sedikit menyesal karena cuma mbawa 1 buku itu). Seperti biasa, tiap buku tulisannya selalu membuat saya menangis! Bisa banget dia mendramatisir suasana dan memprovokasi perasaan saya sampai haru biru seperti ini! 10 jempol deh buah Tere Liye!

Postingan Iseng Dua

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin… Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya. Tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah ke mana.

Bahwa hidup harus menerima… penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti… pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami… pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.

Tere Liye emang jago!!!

Postingan Iseng!

“Ketahuilah Tania, aku bisa menghentikan hujan ini… Tetapi itu hanya bisa kulakukan jika aku tidak sedang dengan seseorang yang kucintai…. Dan malam ini aku sepertinya tidak bisa menghentikannya….” Adi serius menatapku.

Hiyahahaha… Gombal abisss!!!

Kutipan dialog diatas adalah sedikit cuplikan dari buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye yang baru saya beli kemaren lusa dan baru sempat saya baca pagi ini 😀 Karena blom selesai mbacanya maka saya blom bisa nulis resensi versi lengkapnya disini, maaf yaaaaaaaaa….

Hati-hati! Racun BPA di Struk Pembayaran (detik.com)

Washington, Ancaman bahan beracun dalam bahan plastik yang dikenal dengan BPA (Bisphenol-A) terus berlanjut. Jika dulu yang diwaspadai hanyabotol susu dan botol minuman, kini ancaman BPA juga terdapat pada struk pembayaran.

Studi terbaru menemukan bahwa struk pembayaran mengandung kadarbisphenol A (BPA) yang tinggi. Dalam penelitian terbaru ini baru pada kertas struk pembayaran di negara Amerika, namun diduga di negara lain pun tidak jauh berbeda.

Tim dari AS menguji struk pembayaran yang terbuat dari kertas termal yang dikumpulkan dari 22 pusat belanja dan kafe di Amerika. Peneliti menemukan separuh dari kertas tersebut mengandung kadar BPA dalam jumlah besar. BPA yang digunakan ini untuk membuat tinta agar terlihat pada struk pembayaran termal.

Zat kimia yang menyerupai hormon estrogen pada perempuan ini diketahui dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan, terutama untuk anak-anak muda.

Jika seseorang memegang kertas tersebut selama 10 detik, maka akan memindahkan 2,5 mikrogram BPA dari kertas ke jari seseorang. Sedangkan jika menggosoknya akan meningkatkan jumlah BPA yang berpindah ke jari sekitar 15 kali lipat.
Continue reading “Hati-hati! Racun BPA di Struk Pembayaran (detik.com)”

Asal Mula Belatung

Sabtu Pagi
Ketika tengah asyik bermain, si pangeran kecil saya “berteriak-teriak” minta jeruk shantang (seperti jeruk yang ada di tulisannya Om Asop ). Sehubungan dengan sudah mahirnya dia membuka pintu kulkas, langsung saja diambilnya sekantung jeruk itu untuk kemudian dikupasnya (dikupas doank, ga dimakan :() Sekilas saya liat dia membuang beberapa potong jeruk ke dalam galon air mineral yang telah kosong, namun karena saat itu saya juga sedang sibuk memasak, jadinya saya malah lupa untuk mengeluarkan si buah jeruk itu dari galon untuk dibuang ke tempat sampah.

Minggu Sore
“Minum aerrr… Minuuuuuuuuuum”, Continue reading “Asal Mula Belatung”