Bebek dan Gajah?

Sewaktu saya sedang belanja bulanan di salah satu swalayan, secara kebetulan dan tak diduga-duga, mata saya menangkap seonggok lilin mainan atau yang lebih dikenal dengan “MALAM“. Saya ambil sebungkus kecil yang terdiri dari kurang lebih 7 warna, sempat saya menimbang-nimbang untuk mengambil satu bungkus lagi karena khawatir kurang banyak, tapi setelah mempertimbangkan kurangnya daya kreatifitas saya, akhirnya saya mengurungkan niat tersebut.

Berikut mahakarya saya, masterpiece of Bundamahes :mrgreen:
Keterangan gambar :

  • Kiri : GAJAH
    Meskipun lebih menyerupai kambing, namun karena dia punya belalai, jadinya disebut gajah, dan untungnya Mahes mau menerima penjelasan saya ini 🙂 🙂 🙂
  • Kanan : BEBEK
    Tidak ada yang perlu dijelaskan dari gambar ini 😀
  • Sejak terciptanya masterpiece ini ditambah dengan senyum simpul ayah ketika saya menunjukkannya, semakin meyakinkan saya bahwa darah seni yang mengalir di tubuh saya amat sangat sedikit sekali, dan semoga hal itu tidak terjadi pada anak-anak saya

Bagaimana pendapat Anda???

Gajah ato kambing?

Bebek ato angsa?

Ato ga sama sekali?

Asal Mula Belatung

Sabtu Pagi
Ketika tengah asyik bermain, si pangeran kecil saya “berteriak-teriak” minta jeruk shantang (seperti jeruk yang ada di tulisannya Om Asop ). Sehubungan dengan sudah mahirnya dia membuka pintu kulkas, langsung saja diambilnya sekantung jeruk itu untuk kemudian dikupasnya (dikupas doank, ga dimakan :() Sekilas saya liat dia membuang beberapa potong jeruk ke dalam galon air mineral yang telah kosong, namun karena saat itu saya juga sedang sibuk memasak, jadinya saya malah lupa untuk mengeluarkan si buah jeruk itu dari galon untuk dibuang ke tempat sampah.

Minggu Sore
“Minum aerrr… Minuuuuuuuuuum”, Continue reading “Asal Mula Belatung”

Semuanya Punya Allah!

Sebelum membaca tulisan saya hingga selesai, saya perlu menjelaskan beberapa kondisi terlebih dahulu :

  1. Aufa adalah nama teman sepermainan Mahes, umur 2 tahun sekian bulan, bulu mata lentik, rambut hitam tebal, badan gemuk ginuk-ginuk 😉 Sifatnya??? 11 12 lah ya sama Mahes. Dia juga dinobatkan sebagai komandan dalam kumpulan bocah-bocah di komplek kami 🙂 Memiliki “ketertarikan” tingkat tinggi terhadap mainan 🙂
  2. Saya dan suami sedang mengajarkan suatu konsep kepada Mahes bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah, termasuk mainannya, bajunya, hingga sepatunya semuanya milik Allah (dan Mahes baru sampai pada tahap mengiyakan)

Tadi pagi sebelum berangkat ngantor, Mahes sedang memegang pistol yang “dipinjamnya” dari Aufa, saya bertanya, “Itu pistol siapa, Dek?” Mahes hanya terpaku kepada tayangan televisi, saya ulangi lagi pertanyaan saya, tapi karena ga mo jawab juga saya gregetan, akhirnya saya bantu dia, “Ini pistol milik Au…” Allaaaaaaaaah.. Itu jawaban Mahes!

Ya! Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini sebenarnya bukanlah milik kita. Rumah, pakaian, kendaraan, semuanya adalah “pinjaman” dari Allah. Kita cuma dipinjami, dan karena hanya dipinjemin maka kita harus memperlakukannya dengan bijaksana.

Semoga Mahes menjadi salah satu “sarana” untuk terus mengingatkan kami kepada Allah.

Be a sholeh ya sayang!

gambar diambil dari googledotcom

Asem-asem Segerrrrrrrrrr…..

Maaf kalo menurut anda postingan saya kali ini agak jorok 😀

Berawal dari “hobi” saya yang suka menciumi ketiak Mahes yang membuatnya tertawa kegelian kemudian menjerit-jerit sambil bilang “ampuuuun ayaaah…bundaaa…”. Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata Mahes ikut-ikutan “menikmati” hal tersebut! Hal ini bisa terlihat dari tingkah lakunya sekarang yang sering mengangkat tangannya tinggi-tinggi kemudian bilang “keyeek..keyeek” yang menunjukkan bahwa dia ingin ketiaknya dicium, dan setelah ngerasa kegelian, kembali dia bilang ampun-ampun untuk kemudian mengangkat tangannya lagi dan memamerkan ketiaknya yang nganggur. Begitu terus berulang-ulang sampai saya bosan sendiri hahahaha…


Continue reading “Asem-asem Segerrrrrrrrrr…..”

Gundul Episode 3

Sebenernya dah pengen nggundul Mahes sejak sebelum lebaran, tapi si ayah ga setuju, alasannya karena Mahes digunduli terakhir kali baru beberapa bulan yang lalu. Sepulang dari mudik lebaran, kembali saya bujuk si ayah untuk menyetujui proposal penggundulan rambut Mahes, sebab rambutnya sudah mulai mlungker-mlungker kepanjangan. Setelah dibumbui request dari Om Nanang (tetangga depan rumah) untuk menggundul rambut Mahes, akhirnya ayah setuju juga.Seperti pengalaman terakhir, proses penggundulan kali ini tetap dilakukan oleh istri si ayah, yaitu bunda :).

Eksekusi penggundulan rambut Mahes dilakukan tepatnya pada Selasa malam, tanggal 28 September 2010 yang lalu. Prosesnya sih ga jauh beda dengan yang terakhir, tapi karena sekarang persiapannya lebih matang, sehingga ada beberapa foto yang ikut “bercerita” tentang proses jalannya eksekusi penggundulan ini.

1. Sebelum dieksekusi

2. Peralatan untuk mengeksekusiContinue reading “Gundul Episode 3”

Syusyahnya Nyari Baju Koko Balita!!!

Dulu waktu ke Tanah Abang, saya ngeliat koko balita warna marun, kayanya sih bahannya katun, dipajang di manekin, lucu! Saya langsung jatuh hati! Tapi ga langsung saya beli karena saya punya rencana ke Tanah Abang lagi di lain waktu. Ternyata rencana hanya tinggal rencana, hingga 17 Ramadhan ini saya belum dan sepertinya tidak bisa kesana, panas dan macet!

Ga bisa di Tanah Abang saya pengen nyoba ke Blok M. Tapi karena dah bulan puasa sayanya males meskipun si Blok M ini lebih dekat dibanding Tanah Abang. Titip ke temen yang mo kesana minta tolong ngeliatin kali aja ada koko yang lucu, ternyata ga ada. Ada sih tapi biasa aja, kurang lucu  katanya. Pfiuuuhhhh…

Pengen ke Cipulir juga ga bisa. Alasannya sama : males menghadapi panasnya udara dan macetnya jalan. Trus juga pengen nyoba ke Cipadu, alternatif terdekat dari rumah, tapi ga jadi juga karena alasan teknis yang tidak dapat diganggu gugat. Lagian di Cipadu kebanyakan diisi oleh pedagang bahan, bukan baju jadi, jadi kemungkinan menemukan penjual baju koko balita disana juga kecil, kalopun ada pasti harganya selangit.

Dari beberapa alasan di atas, akhirnya saya memutuskan untuk beli di OL shop aja. Browsing sana browsing sini, segala keyword dah dicoba, mulai dari baju koko balita, baju muslim anak, busana muslim balita laki-laki,dan sejenisnya tapi hasilnya miniiiiiiiiiiim banget! Kebanyakan malah busana muslim untuk anak cewek yang tentu saja bentuknya lebih variatif dan lebih lucu! Dari sekian banyak yang hasil pencarian mbah gugel, ga ada yang sesuai dengan keinginan saya. Saya pengennya tuh yang berbahan kaos dan berwarna merah.  Kenapa merah??? Supaya bisa sarimbit dengan baju lebaran taun lalu milik ayah bundanya. Agak maksa sih emang, karena bajunya beda semua, yang penting warnanya samaContinue reading “Syusyahnya Nyari Baju Koko Balita!!!”