Episode Pria

1. Jamaah Haji Non Kuota
Beberapa waktu yang lalu saya melihat tayangan di televisi  yang saat itu mengabarkan berita tentang  terlantarnya jamaah haji non kuota karena mereka telah tiba di bandara King Abdul Aziz pukul 10.00 WIB namun hingga pukul 18.00 WIB belum ada kejelasan akan dikemanakan mereka. Dari namanya aja dah jelas kalo non kuota itu berarti di luar kuota yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, bahasa kasarnya adalah bahwa mereka jamaah haji tidak resmi, yang juga berarti bahwa mereka jamaah haji yang secara legal berada di luar tanggungjawab Kementerian Agama. Nah, saat itu di televisi  ditayangkan seorang pria CJH non kuota yang marah-marah kepada panitia haji disana. Diacung-acungkannya telunjuk ke arah sang panitia sambil ngomong kurang lebih kaya gini “ Saya ini orang Madura, jangan macem-macem sampeyan ya sama ya!”

Saya hanya bisa tersenyum kecut, pengen bilang ke si Bapak, “So what gitu lho kalo Bapak orang Madura?”Continue reading “Episode Pria”

Episode Wanita

1. Masjid Baitul Maal Kebayoran Baru
Di masjid kantor tempat saya bekerja, sudah dipasang peringatan di dinding yang isinya kurang lebih “DILARANG MEMBUAT GADUH”, kemudian ada lagi “HORMATI YANG SHOLAT DENGAN TIDAK MEMBUAT GADUH”, bahkan jika ada kajian ba’da sholat Dzuhur selalu diumumkan secara KHUSUS kepada jamaah wanita untuk ikut MENDENGARKAN dan tidak MEMBUAT KERIBUTAN.

Yang ingin saya ceritakan sekarang adalah Continue reading “Episode Wanita”

Untung Saya Ngga Hamil!

1. Toilet yang Jorki

Ada yang belum tuntas saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Ternyata Puskesmas yang kami kunjungi tersebut sudah tidak lagi melayani permintaan surat keterangan bebas narkoba, sehingga oleh Puskesmas yang bersangkutan kami direkomendasikan ke kantor polisi yang terletak beberapa blok dari sana. Berbeda dengan sang Puskesmas, kesan pertama kami setibanya di kantor polisi ini  cukup menyenangkan. Pertanyaan kami mengenai bagian mana yang menangani keterangan bebas narkoba dijawab dengan penuh senyuman. Petunjuk arah yang diberikan pun sangat jelas sehingga kami dapat menemukan letak poliklinik yang terletak di lantai 2 dengan mudah.

Sesampainya di ruang poliklinik, kembali kami disambut dengan senyuman mbak-mbak (sebut saja mbak Anggrek, bukan nama sebenarnya) yang stand by disana. Langsung saja kami mengutarakan maksud kami. Sejenak mbak Anggrek masuk ke salah satu ruangan disana yang diikuti dengan keluarnya seorang ibu yang tampaknya atasan si mbak Anggrek ini (untuk selanjutnya kita panggil beliau dengan nama Ibu Bugenvil, juga bukan nama sebenarnya).  Kembali kami mengutarakan maksud kedatangan kami kepada ibu Bugenvil ini.Continue reading “Untung Saya Ngga Hamil!”

Customer Satisfaction : Z.E.R.O

Suatu pagi di sebuah Puskesmas yang terletak di kawasan Matraman yang penuh sesak dengan para pengunjung. Panggilan nomor antrian terdengar bersahutan dari loket pendaftaran. Pagi yang seharusnya semangat dan penuh ceria seketika menjadi buram dan lesu begitu mendengar “celotehan” ibu penjaga loket.

1. Isi Formulir Dulu Donk!
Suara cempreng terdengar dari mikrofon memanggil nomor antrian berikutnya. Terjadi percakapan singkat.
“Siapa yang sakit?”, ujar si ibu penjaga loket (selanjutnya akan disingkat menjadi IPL)
“Anak saya, Bu” jawab si ibu pasien
“Diisi yang bener donk formulirnya!” jawab IPL dengan ketusContinue reading “Customer Satisfaction : Z.E.R.O”

Bocah Penjual Pisang

Hari terakhir di Sukabumi, 2 jam sebelum check out dari hotel dan 6 jam sebelum jam pulang kantor, saya dan teman-teman “merayakannya” dengan naik rakit di danau berkedalaman sekitar 8 meter yang terletak di belakang hotel. Rakit yang kami tumpangi ini berkapasitas maksimal 8 orang dewasa dengan biaya sewa 140 ribu per rakit plus sang operator rakit yang pengoperasiannya masih menggunakan transimisi manual ini.

bentuk rakitnya kaya begini

Begitu naik ke atas rakit, saya langsung merasakan sensasi yang begitu damai, tenang, menikmati hembusan angin danau yang begitu lembut, hmmm.. kembali saya diingatkan atas kebesaran kuasa Sang Pencipta! Setelah itu saya ambil kamera kemudian jeprat-jepret mengambil gambar sekeliling danau sekaligus para penumpang rakit yang sebagian besar merupakan penderita sindrom CEREWETBANYAKOMONGKAGAKBISADIEMRAMEBANGET.

Seperempat perjalanan terlalui, posisi rakit mulai mendekat ke pulau mini yang terletak di tengah danau tersebut. Tampak sebuah lapak penjual kelapa muda yang masih berumur belasan tahun dengan semangat mempromosikan dagangannya berharap salah satu dari kami tertarik untuk membelinya, sayangnya saat itu cuaca sedang mendung  dan suhu dataran tinggi yang begitu dingin sehingga bukan saat yang tepat untuk minum minuman sesegar kelapa muda.Continue reading “Bocah Penjual Pisang”

Mahes.. Bunda Pergi Ya, Nak!

Terhitung mulai tanggal 23 sampai 25 Juni 2010, saya harus pergi meninggalkan pangeran kecil saya untuk menjalankan tugas negara.

Sejak Senin malam saya sudah berusaha memberi pengertian kepada Mahes bahwa saya akan meninggalkannya untuk sementara waktu sehingga kalo malem boboknya sama Budhe karena Bunda lagi ga di rumah.

Ingin tau reaksi Mahes?! Wajahnya langsung berubah menjadi sedih kemudian menghambur ke pelukan saya dan menyandarkan kepalanya di dada saya sembari tangannya memeluk erat pertanda tidak bisa menerima kepergian saya.

Ingin tau perasaan saya?! Hancur leburrrrrrr… 😦

P.S. Pagi ini saya meninggalkan rumah ketika Mahes sedang tidur, sehingga beban moral yang harus saya tanggung tidak terlalu berat jika dibandingkan berpamitan dalam kondisi terjaga dan harus melihat tangan kecilnya melambai-lambai beserta sorot mata sedihnya

S.E.P.I.

Hari ini kantor sepi euy..

Pegawainya pada dinas luar semuah!

Sedih karena di subbag saya pelaksananya hanya tinggal 2 orang

Seneng karena di ruangan lagi banyak makanan hahaha..

Selain itu juga bisa menguasai dua komputer sekaligus tanpa perlu eker-ekeran seperti biasanya 🙂

Jadinya sedih ga ya?! 😀

sepiiiiii

She_Kills Dja_Run

Sandal yang biasa saya pake di kantor (hahaha..ketauan ngantor ra tau nganggo sepatu!). Awalnya saya tuh ga pernah make sandal di kantor, makes sepatuuuu terus! Apalagi sejak ada edaran supaya selama di kantor menggunakan sepatu dan tanda pengenal, semakin istiqomahlah saya 🙂

Namun kemudian terjadilah suatu peristiwa yang kemudian membuat saya berpaling ke sandal. Saya menemukan satu fakta bahwa memakai sandal dapat meningkatkan kesehatan kulit kaki. Selain itu keuntungan lain dari pemakaian sandal adalah rasa isis yang begitu menyegarkan, serta jari-jari kaki semakin bebas bergerak, sehingga resiko kaki lecet dapat terhindarkan.

perlu digembok kaya gini kali ya supaya gak ilang?!

Sayang disayang teramat sayang ternyata 2 buah sandal yang saya miliki, sebut saja si coklat dan si putih, memiliki nasib sama : putus. Si coklat telah meningalkan saya sejak sekitar sebulan yang lalu, saat itu saya legowo karena saya merasa memang si coklat sudah uzur mengingat kulitnya yang sudah mengelupas dimana-mana. Beralihlah saya ke si putih yang sebenarnya kurang saya sukai sebab dalam pemakaian lebih nyaman si coklat, lebih feet friendly gitu lho! 😉 Kemarin sekitar pukul 13.00 WIB ketika si putih yang berada di bawah kendali kaki kanan saya membentur meja komputer, watawwww.. sakit, kemudian putus! 😦 hiks.. saya ditinggalkan oleh sandal yang tidak terlalu saya cintai itu. Mengapa dia begitu tega meninggalkan saya pada saat dialah milik saya satu-satunya yang tersisa? Apa disebabkan oleh rasa kekurangsukaan saya kepadanya yang telah menyebabkan telapak kaki saya lebih cepat ngapal?!Continue reading “She_Kills Dja_Run”

Sri Mulyani Mundur dari Menkeu

Jakarta – Sri Mulyani dipilih Bank Dunia untuk menjadi Managing Director World Bank. Sri Mulyani akan menempati jabatan barunya itu per 1 Juni 2010. Sri Mulyani kabarnya menerima tawaran itu dan akan segera mengajukan pengunduran diri.

“Ibu menerima tawaran itu dan akan segera bergabung awal Juni. Rencananya akan mengajukan pengunduran diri dari Menkeu sesegera mungkin,” kata salah seorang yang dekat dengan Sri Mulyani kepada detikcom, Rabu (5/5/2010).

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Sri Mulyani maupun dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai isu ini. Namun, sejumlah sumber lain memang membenarkan isu ini.

Cantik

sumber www.detik.com

hiks.. Pak SBY, mbok Jeng Sri jangan diijinin mundur, Indonesia masih butuh orang seperti beliau pak, plis.. 😦

Saya Pagi Ini

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia niatkan”

(HR. Bukhari dan Muslim)

diambil dari gugel

Tadi pagi saya terbangun pukul 04.40 WIB pas banget waktu adzan subuh berkumandang. Setelah sholat subuh dan menggiring Mahes ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa pipis yang melekat di pantat dan “monas”nya, saya delegasikan Mahes ke budhe, pengasuhnya. Sesudah rutinitas pagi itu selesai, mulailah saya berjibaku dengan para mahluk aluminium (baca : wajan, panci, dsj). Rencananya pagi itu saya mo masak tumis kangkung, bakwan jagung, dan tempe telur puyuh manis. Karena semalam segala ubarampenya dah disiapin, jadi paginya tinggal nyemplungin aja 🙂

Jam 04.50 tumis kangkung dimulai, dioseng sebentar, tambahin air dikit, mateng deh! Berlanjut dengan masak tempe telur puyuh manis, karena tempenya juga udah digoreng dari semalem dan telurnya dah direbus plus dikupas, tinggal nyemplungin juga deh! Tumis bumbu, masukin tempe dan telur, tuangin kecap, selesai deh!

Jam dinding 05.15 WIB, tinggal 1 lagi, dadar jagung. Karena jagungnya juga udah dipipil semalem, tinggal bikin adonannya. Ngulek bumbu, nyampur ma tepung, ditambahin telur, ngiris daun bawang, diaduk jadi satu, mulai nggoreng. Kloter pertama selesai pukul 05.25 WIB, bingung mo ngelanjutin atau nggak coz bis jemputan ke kantor berangkat pukul 06.00 WIB padahal blom mandi, pfiuhhh.. Sempat terpikir untuk mendelegasikan tugas itu ke budhe, tapi mengingat suami saya kurang suka masakan budhe saya urungkan niat itu. Akhirnya nanya kesediaan suami untuk nganter ke kantor, ternyata suami ga bisa karena harus ngerjain tugas kuliah yang segambreng. Akhirnya dengan pedenya saya putuskan tetap nggoreng dadar jagung kloter kedua, dan slesei pukul 05.40 WIB. Langsung cepet-cepet ambil handuk, mandi, ganti baju, nyiapin bekal ke kantor, akhirnya slese jam 05.55 WIB, jam dimana saya biasanya berangkat dari rumah menuju kampus, legaaaaaaaaaaaaaaa….  Masakan beres, ke kantor ga telat, bisa tidur di bis! 🙂

Jadi moral of the story is, segala sesuatu bergantung kepada niat, kalo kita niat cepet-cepet selesai, insyaAllah juga cepet selesai, sebab saya sendiri sudah membuktikan, antara saya mandi pukul 05.15 WIB dengan 05.40 WIB hasilnya sama yaitu saya berangkat dari rumah pukul 05.55 WIB. Tapi tentunya saya gak mo kejadian seperti di atas terulang lagi hehe…