Mahesssssssssss (n-posts)

Sesuai dengan asbabun nuzul dibuatnya blog ini (dulunyaaa rencananyaaaa) adalah untuk mencatat milestone si anak kicik bernama Mahes/Awes*/Cawes* yang sekarang dah beranjak remaja dan ukuran sepatunya udah lebih besar dibanding ukuran sepatu emaknya.

Singkat cerita, si Mahes ini entah disusupi apa sehingga dia berkeinginan untuk melanjutkan SMPnya di pesantren. Saat dia mengutarakan niatnya, tentunya saya dukung dan saya persilakan untuk mencari info sebanyak-banyaknya. Awalnya dia ingin lanjut ke Ponpes Husnul Khotimah di Kuningan sana, kebetulan banyak teman-teman SD-nya yang juga ingin melanjutkan di sana, mulai lah saya googling ttg HK (nama keren Husnul Khotimah) ini, ulasan bagus, kami oke. Nahhhhh… suatu hari tiba-tiba si Mahes alih haluan ke Al Kahfi di Bogor, alasannya karena Kuningan terlalu jauh (lahhh ni anak dikata yakkk zzzzzz….). Kami pun oke, kembali saya persilakan dia untuk mencari info tentang Al Kahfi, karena saya pribadi cuma kenal nama, belum pernah tau apalagi ke sana.

Waktu berlalu sekian bulan sejak si Mahes mengutarakan niatnya ke Al Kahfi ini. Suatu saat dia “lapor” ke saya bahwa pendaftaran sudah dibuka, syaratnya ini itu ono, regist email baru endesbre endesbre. Untuk dokumen segala macam yang harus dilampirkan, saya bantu Mahes utk scan dokumennya, sedangkan sisanya seperti proses registrasi segala macem dia kerjakan sendiri. Sesekali dia konfirmasi ke saya ttg data isian sampe submit data. Sesudah mendapatkan nomor registrasi dan waktu pelaksanaan tes, Mahes “lapor” ke saya untuk “mengingatkan” waktu pelaksanaan tes-nya. Sambil menunggu pelaksanaan tes masuknya, saya minta Mahes untuk merecall mata pelajaran yang diujikan, dan untuk hal ini dia minta dibelikan buku kumpulan soal untuk ujian nasional gitu (rajin banget dah, beda sama emaknya hahaha..)

Hari ujian tiba, ujian berlangsung online dengan 2 camera posisi on, pintu kamarnya ditutup rapat, saya diam-diam berdoa semoga diberi kelancaran dan kemudahan (terus terang saat itu saya nothing to lose, diterima alhamdulillah, nggak ya gapapa, masih bisa lanjut di SMP yg lain). Pun ketika tes bacaan Al Qur’an dan hafalan, mamak auto ndredeg (padahal ga ikut ujian hahaha..).

Alhamdulillah Mahes lolos dan harus sudah masuk pesantren per 23 Juli 2021 kemarin setelah memenuhi persyaratan antigen segala macem dan isolasi mandiri 10 hari sebelum keberangkatan. Yang nganterin siapa? Ya sayaaaaaaaaaaaaaa… bokapnya terhalang PPKM kaga bisa balik ehe ehe ehe.. Tapi ndak papa, mamak (harus) strong, insyaAllah bisaaaa… meskipun pulangnya nangis cirambay di mobil trus nyampe rumah berasa hampa ga napsu makan segala macem T_T Sayangnya hal ini hanya bertahan 2 hari, gagal kurus dah si Emak.

Hamdalah update info dari Mahes selama di pondok, dia nyaman-nyaman saja (ortu diberi kesempatan utk menelepon SELULER -bukan videocall- setiap hari minggu). Makanan tercukupi secara kualitas maupun kuantitas. Sarpras juga oke, teman sekamar juga baik semua.

Satu hal yang bikin saya tercengang sekaligus takjub adalah ketika Mahes cerita bahwa dia “membantu” menjahit kancing baju teman-temannya yang lepas, dan (katanya) teman-temannya memberinya “upah” Rp.5000/anak, dan per minggu kemarin, dia sudah mendapatkan 5 orang customer. Namun karena khawatir sistem “upah” itu malah memberatkan temannya, saya tekankan sekali lagi ke Mahes bahwa dia tidak boleh menarget “upah” ke teman-temannya, dan Mahes konfirmasi bahwa itu emang inisiatif teman-temannya karenna dia sendiri ga pernah minta.

Alasan kenapa saya kaget mendengar info tersebut adalah karena setau saya Mahes belum mahir menjahit kancing baju. Peralatan menjahit memang saya bawakan karena dia seringkali mengalami celana robek di bagian kakinya. Seingat saya, malam sebelum dia berangkat saya hanya mensimulasikan cara memasukkan benang ke jarum, membuat simpul, dan mendouble jahitan supaya tidak mudah lepas, dan hanya direspon “iya nanti Mahes juga belajar sendiri di pondok”.
Aaaaaaaaaaaaaand.. It ends well.. semoga rating customer satisfactionnya makin membaik. Besok-besok rencananya mo saya ingatkan utk memberikan “garansi” terhadap hasil jahitannya.

Yak sekian saja sekelumit cerita tentang Mahes yang daftar sendiri, ujian sendiri, jahit sendiri. KanjengMami cuma bisa doain sama setor uang saku pastinya hhhhh…

Sehat selalu ya, Le..

*panggilan Awes/Cawes berawal dari Kiran yang saat itu belum bisa melafalkan nama Mahes dengan baik sehingga berubah menjadi Cak (m)aw(h)es, seringkali sebutan Kak Awes ini dilebur menjadi CaAwes, nah panggilan ini kemudian dibeo oleh seluruh penghuni rumah hhh.. Kiran is the queen zzzzzzzzzzzz…

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s