Alergi Menikah

Menikah itu bikin alergi! Seriussss!!! Ga percaya? Saya korbannyaaaaa… T_T

DSC_0080

Dulu sebelum menikah satu-satunya “sakit” alergi saya adalah alergi terhadap udang, itupun (katanya) karena sugesti dari saya sendiri dan pengaruh dari orang-orang sekitar (baca : keluarga besar) yang telah menanamkan ke alam bawah sadar saya bahwa jika saya makan udang utuh, maka saya akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh saya.

Nah, sejak saya kuliah di Tangerang Selatan ini, otomatis saya jauh dari keluarga saya dong, ditunjang dengan factor teman-teman kos yang merupakan fans berat udang, akhirnya saya mencoba untuk menantang diri saya sendiri, membuktikan bahwa sebenarnya saya tidak alergi udang. Membuktikan bahwa biduran di masa kecil yang menghebohkan keluarga besar saya itu bukanlah efek dari makan udang, melainkan karena keisengan seekor ulat bulu yang nemplok di badan saya. Daaaan hasilnya lumayaaaan.. Dua sampai tiga ekor udang utuh bisa saya lahap tanpa perlu merasakan gatal-gatal dan kulit meradang. Sejak saat itu pun sedikit demi sedikit “dosis” makan udang mulai saya tingkatkan.

And there we go.. Tibalah saatnya saya menikah dengan pangeran bermotor hitam saya ^_^ For the record, he has bad allergic to most of seafood kecuali ikan dan kerang. Jangan pernah mencoba “menyusupkan” olahan cumi/udang/kepiting ke dalam menu masakannya, dijamin beberapa menit sesudah itu beliau akan mempertanyakan makanan yang dimakan, kemudian mulai merasakan keanehan di perutnya, dan selanjutnya akan memuntahkan makanan tersebut. Dan ini bukan sugesti, karena pas proses makannya, suami saya makan dengan lahap dan baik-baik saja, tapi yaaaa ituuu… ketika itu makanan sudah nyampe ke perut sepertinya antibodinya mulai merasakan adanya proten asing yang dianggapnya “musuh” dan kemudian memerintahkan otak untuk segera menyingkirkannya dari saluran pencernaan.

Trus hubungannya sama saya dimana??? Ya ituuuuuu… Mungkin karena suami alergi sifud sehingga saya jadi jarang menyajikan menu-menu terlarang tersebut di lantai makan kami (sampai sekarang blom punya meja makan) dan akibatnya badan saya pun jadi jarang ketemuan dengan para protein asing tersebut. Dimulai dengan tidak bisa mengonsumsi udang sama sekali (bisa tapi langsung gatal dan kulit kemerahan), dilanjutkan dengan pasca melahirkan si Risha yang membuat saya tidak bisa mengonsumsi cumi dan kepiting. Aaaaaaaaaaaarrghhhh.. cumi masak hitaaaaaaaaaam… siapa yang bisa menolah gurihnya tubuh kenyalmuuu??? Hiks…

Jadi, ya! Menikah itu bikin alergi😥

Uncategorized

4 thoughts on “Alergi Menikah

  1. Bicara masalah alergi udang ?
    Percaya atau tidak dulu saya alergi udang. Setiap makan udang … tangan saya langsung “mruntus-mruntus” … merah dan ada bentol-bentol kecil …
    namun entah mengapa … setelah saya kuliah … alergi itu sedikit demi sedikit hilang …
    Alhamdulillah sekarang saya tidak alergi udang lagi …

    salam saya Bunda MaRish
    (9/1 : 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s