Rejeki Nomplok

Jauh-jauh hari sebelum lebaran saya sudah pengen beli barang ini : jam tangan alias arloji baru.

Iyaaaa… ingiiiin.. bukan butuuuuh😀

Pengen beli itu jam tangan sebenernya Cuma untuk nambahin koleksi jam tangan saya (ciyehhh koleksi, baru juga punya 3 biji dah berani nyebut koleksi). Awalnya pengen yang warna item bahan karet gegara kepincut jam tangan Eiger punya si ayah. Kenapa suka yang bahan karet? Soalnya enteng ples bisa dipake ujan-ujanan (kalo yang ujan-ujanan sih asalkan dianya original alias non KW insyaAllah ga bakal matik tiba-tiba).

Nah, browsing lah saya nyari jam tangan sesuai keinginan saya : item, bahan karet, diameter minimal 3 meter (iya pengen yang agak gede emang), plussssss ada tanggalnya juga.

Cari punya cari, nanya ke supplier langganan (ciyehhh lagi) ternyata kosong semua. Hmmm… baiklah.. ketika  ikhtiar sudah dilakukan dan hasilnya tetap nihil, maka sudah saatnya untuk mengubah atau lebih tepatnya lagi menyesuaikan keinginan kita.

Kemaren saya mulai browsing dari nol lagi. Cari punya cari dapetlah 3 kandidat, A, B, dan C. Setelah tanya pendapat sana sini, pilihan saya jatuh ke opsi A : putih, bahan karet, diameter 3,6 cm, dan dilengkapi kronograf ples bertanggal tentunya. Cantik deh pokoknya😳

Ketika pilihan sudah ditentukan maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses pembelian. Saya hubungi supplier kesayangan saya dan nanya tentang ketersediaan barang tersebut dan ternyata KOSONG😥

Ga mudah menyerah, saya nanya lagi kapan kemungkinan itu barang bakal restock, dan jawabannya : BELUM TAHU karena itu barang dari luar jadi ga bisa mastiin bakal diproduksi lagi atau nggak😥

Sedihhhhh.. Dunia langsung terasa gelappp…😥 Udah nanya ke supplier lain tapi ternyata udah pada ga punya😥

Ya sudahlah.. *langkah gontai*

Money-Bag (1)

Tadi pagi hape saya berdering. Ada kebutuhan mendadak yang harus segera dipenuhi yang membutuhkan dana 2 kali lebih besar dari budget yang saya siapkan untuk membeli jam tangan yang saya INGINkan. Alhamdulillah.. Ini salah satu bentuk rejeki yang Allah berikan kepada saya. Pas lagi ada duit untuk beli jam tangan, pas ada kebutuhan mendadak, pas stok barang lagi habis. Alhamdulillah…

Moral of the story :

  1. Sesuatu yang kita inginkan belum tentu yang kita butuhkan
  2. Rejeki bukan hanya dalam bentuk penambahan materi

 

Uncategorized

4 thoughts on “Rejeki Nomplok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s