Normal vs Caesar?? ASI vs Sufor? Pilih mana?

33fe502da9dedb5734a490cf916f5939

Akhir-akhir ini semakin banyak judgement kepada para ibu, baik yang saya dengar langsung ataupun sekedar opini yang saya baca lewat tulisan yang beredar di dunia maya. Beberapa di antaranya yang udah pernah saya dengar dan saya alami tuh seperti di bawah ini, simak yak!😉

1. Wanita sejati adalah yang ngelahirin secara normal

Nyaelaaaaah.. Kek gini aja diributin! Terlepas dari saya yang memang mengalami proses kelahiran kedua permata hati saya secara caesar dua-duanya, bukan berarti saya mencari dukungan atau pembenaran. Kalo kasus saya jelas, pas kelahiran Mahes mengalami pengapuran plasenta parah sehingga mau ga mau harus dibelek saat itu juga. Yang ga tau risiko jika pengapuran plasenta dibiarkan silakan gugling sendiri B-) Kelahiran Risha saya kembali harus melalui proses kelahiran caesar, karena udah melalui due date ples jika dipaksakan lahiran normal maka saya termasuk risiko tinggi, karena selain kelahiran pertama caesar, saya juga pernah mengalami keguguran dua kali.

Yang perlu digarisbawahi disini adalah udah deh, terserah si ibuk mo ngelairin pake cara gimana, normal oke caesar oke, but plis jangan menghakimi bahwa ibu yang lairan caesar itu bukanlah WANITA SEJATI!!! Kami-kami juga mengalami kok masa-masa mual muntah berat, susah tidur, bawa-bawa gembolan segitu gede selama sembilan bulan, dan lain sebagainya. Dan jelassss.. proses kelahiran caesar makan biaya lebih banyak, yang otomatis membuat saya bertanya kembali kepada anda-anda para “hakim caesar”, emang siapa sih yang suka keluar duit banyak?! Oke, tarohlah emang dari awal dia prefer caesar karena emang dia banyak duit dan males mengalami sakit bukaan, tapi kan dia udah mau mengalami masa-masa mual muntah dkk di atas?! Emang cuma yang lahiran normal doank yang menjadi ibu paling menderita sedunia?! Kami juga kalik… Belum lagi risiko lumpuh akibat dokter anestesi keliru sekian milimeter waktu nyuntikin obat biusnya di syaraf tulang belakang -__-

2. Wanita sejati adalah yang memberikan ASI eksklusif

Ini nih, masalah klasik tapi masih tetep hottt untuk dibahas. Sebelas dua belas sama kasus normal vs caesar di atas, ibu yang memilih untuk memberikan sufor untuk babynya pasti punya alasan tersendiri, dan kita patut menghargainya. Bahkan ketika alasannya hal yang paling ga masuk akal : demi menjaga bentuk tubuh tetap sempurna!!! Tapi ya kembali lagi, kita harus menghargai keputusannya tersebut. Toh dia udah rela mengorbankan dirinya sendiri untuk mengandung selama 9 bulan, dan ketika bayinya lahir dia rela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mengasuh mahluk kecil imut menggemaskan yang baru saja dia lahirkan ke dunia ini (terlepas dari bagaimana proses kelahirannya). Belum lagi ada kemungkinan (meskipun kecil kemungkinannya) bahwa si ibu tersebut mengalami kelainan ataupun mengidap suatu penyakit yang menyebabkannya tidak bisa memberikan ASI secara langsung kepada anaknya.

Kok kayaknya saya ngebelain? Emang saya ngasih sufor? Nggak kok, saya malah ngasih ASI ekslusif untuk anak-anak saya. Risha malah sampe 2 tahun (alhamdulillah).. Saya cuma ga suka aja ketika identitas keibuan, kewanitaan, atau apapun lah itu, diragukan (bahkan dihakimi) hanya karena masalah “sepele” yang bahkan kita pun sebagai orang luar (bukan suami/istrinya, bukan ortunya, bukan siapa2nya) tidak tau alasan di balik dia memilih tindakan tersebut..

So.. Be wise..

20140609_144932

Alm. Ibu yang hadir di 5 tahun pertama hidup saya :’)


tar kalo ada tambahin lagi, saya tulis di part 2-nya yak😉

Uncategorized

One thought on “Normal vs Caesar?? ASI vs Sufor? Pilih mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s