My Beloved Dad ^_^

missing-dad-sad-quotes-father-heaven-quote-pictures-images-pics

Kali ini saya harus setuju dengan bunyi dari salah satu lagu bang Haji “Kalau sudah tiada baru terasa.. Bahwa kehadirannya sungguh berharga”

Belum juga 100 hari berpulangnya Bapak ke sisi Allah, rasa rindu ini semakin menguar, tumpah ruah, dan yang bikin sebel adalah bahwa saya ga tau gimana cara melampiaskan rasa rindu tersebut. Ketemu udah jelas ga mungkin, mengingat dunia yang kami jalani sekarang sudah berbeda. Berdoa dan mengaji -> saran klise dari orang-orang di sekeliling saya. Resep paling ampuh sampai saat ini : menangis sejadi-jadinya. Resep terakhir tersebut dikombinasikan dengan mengaji dan berdoa malah membuat tangis saya semakin keras, but it works ^_^

Time will heals all wounds, another theory yang sampai saat ini belum saya yakini kebenarannya. Awalnya saya juga memiliki anggapan yang sama “Alaaaahh.. tar lama-lama juga ga sedih-sedih amat” atau sejenis “Tar juga bisa benar-benar menerima kenyataan bahwa Bapak sudah tidak bisa mendampingi secara nyata di dunia ini”. Persis seperti ungkapan salah satu Paklek saya yang berulangkali menyerukan bahwa Bapak memang ga ada secara fisik di dunia ini, tapi ruhnya akan selalu mendampingi saya.

 

-jeda nangis bentar-

 

Terhadap pendapat Paklik tersebut saya hanya bisa bilang “BULLS*IT” Emang bener sih bahwa ruh Bapak MUNGKIN mendampingi saya tapi kan saya ga bisa merasakan hal tersebut. Ya jelas banget lha wong dunianya udah beda. Pernah ada seorang (yang ngakunya) ustadz yang menawarkan diri untuk menjadi perantara komunikasi antara saya dan Bapak, lintas alam gitu ceritanya, langsung saya tolak mentah-mentah. Mana ada jaminan kalo yg dia “datangkan” bukan jin yang menyerupai Bapak?!!!

 

-jeda nangis lama dan heboh-

 

Kenapa ujug-ujug mellow gini? Jadi ceritanya saya itu lagi sakit.. Karena pusing tiduranlah sayanya di meja kerja. Nah sambil tiduran mata merem itu, banyak peristiwa dan momen-momen kebersamaan dengan Bapak flashback, datang silih berganti.

Biasanya kalo lagi sakit gini Bapak nelpon, nanyain kabar, ples ngasih nasihat :minum obat n istirahat, jaga makanan anak-anak jangan sampe mereka ketularan emaknya. Setelah puas ngobrol dengan saya biasanya Bapak ganti nanyain kabar anak-anak trus ngobrol sama mereka dengan menggunakan bahasa planet ala mereka, keren kan Bapak saya? :-*

Sejak Bapak meninggal udah ga ada lagi yang bisa saya telpon nyaris tiap hari, pun sebaliknya. Udah ga ada lagi yang “pamer” tiap kali merayakan sesuatu di kampung saya sana, biasanya Bapak tuh pamer kalo di rumah lagi banyak makanan dan berlagak mengasihani saya (kami tepatnya) yang “kering” terhadap makanan yang hanya bisa ditemui di kampung kami. Dan sejak Bapak meninggal, udah ga ada lagi tempat anak-anak saya alias cucunya “mengadu”. Sebelas dua belas dengan bundanya, anak-anak (terutama si kakak Mahes) kalo lagi sakit minta nelpon Kai (Kakek = Bapak saya) dengan tujuan supaya didoain oleh Kai dan kalo udah didoain jadi sembuh deh ^_^

Dan sejak Bapak meninggal, sudah ga ada lagi keinginan saya untuk balik kampung nengokin rumah kebanggan Bapak tersebut. Saya belum bisa menerima kenyataan bahwa ketika saya disana, sudah tidak ada lagi yang menyambut kami dengan senyuman riangnya, tidak ada lagi yang menyibukkan diri dengan special request kami, tidak ada lagi yang heboh menyiapkan segala sesuatu untuk bermain bersama cucu-cucunya.

Apalagi ini udah dekat Romadhon, udah ga bakal ada lagi yang ngabsen “sahur sama apa? Buka sama apa? Bapak masak ini lho di rumah..” dan sejenisnya…

Pun ketika menjelang Idul Fitri, biasanya kami (saya dan Bapak) bakalan heboh belanja aksesori untuk memperindah musholla kecil di dusun kami.

Sekarang? Saya ga tau gimana cara menyikapinya, belum tau dan belum bisa..

This slideshow requires JavaScript.

Luv U Bapak… Miss U Bapak.. I wish you were here..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu

 

Uncategorized

5 thoughts on “My Beloved Dad ^_^

  1. *pelukeratdarijauh*
    Jangan sedih gt mbak…saya jadi ikutan mbrebes milih..saya jd inget setahun lalu pas kakek meninggal yang hanya sebulan sebelumnya masih bercanda sama Hani, ada perasaan Kakek masih hidup karema beliau ser8ng kali hadir dalam mimpi, saat gak bs tdr dia dtg mengelus-elus kepala Hani….tp akhornya bersama wktu Hani ikhlas yg penting kita sering ngaji dan kirim do’a buat beliau, meski tiap plg kampung hani sempatin bertandang ke makamnya ^^

    Semoga ayahandanya m3ndapatkan tempat yang paling tenang dan indah di sisi ALLAH SWT ya, Mbak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s