Antara Resolusi dan Doa

“Dalam satu tahun ke depan, saya ingin punya tabungan dinar sekian keping”

Hal ini saya tuliskan di telapak tangan kiri saya sesuai dengan arahan Tung Desem Waringin pada sebuah acara seminar motivasi di kantor saya. Menurut beliau, dengan menuliskan keinginan kita secara nyata (benar-benar dituliskan di dan dalam bentuk media apapun) maka secara tidak langsung alam bawah sadar kita telah memerintahkan diri kita untuk mewujudkan keinginan tersebut.

“Ingin lebih sering mengunjungi orang tua”

Hal ini saya ungkapkan dalam sebuah forum knowledge sharing  yang secara rutin kami lakukan di setiap hari Rabu di ruang kerja saya. Saat itu kebetulan masih awal tahun, dan teman saya yang kebagian jatah menjadi pemateri mengangkat tema tentang resolusi ini. Masing-masing dari kami diminta untuk menyebutkan apa yang akan dicapai selama tahun 2013.

images

Nah, beberapa waktu lalu, salah seorang rekan saya menanyakan mengenai resolusi saya tahun ini, apakah sudah tercapai atau belum. Dan alhamdulillah SUDAH!😳

Meskipun begitu, ada satu hal yang ingin saya bagikan di sini. Bahwa RESOLUSI ITU HARUS SPESIFIK! Seperti halnya DOA yang juga harus kita lantunkan secara spesifik.

Saat saya mengucapkan resolusi saya tersebut, saya lupa mengucapkan bahwa saya ingin lebih sering bertemu orang tua DALAM KEADAAN SEHAT WAL AFIAT!

Hasilnya? Memang benar bahwa tahun ini saya lebih sering bertemu dengan orang tua, dari yang biasanya setahun cuma sekali, alhamdulillah tahun ini bisa pulang dua kali, namun sayangnya dalam kondisi Bapak sedang sakit😦  

Nah lho! Oleh karena itu saya kemudian mengingat-ingat lagi ajaran guru agama saya sewaktu SMU, bahwa berdoa itu harus spesifik. Jangan cuma bilang “Ya Allah, saya ingin naik haji” atau “Ya Tuhan, saya ingin kaya”. Emang bener sih, ga salah berdoa begitu, namun doa itu akan lebih lengkap dan lebih baik (InsyaAllah) kalo kita melengkapinya menjadi seperti ini :

“Ya Allah, saya ingin naik haji sebelum usia 40 tahun dalam keadaan sehat dan menjadi haji mabrur”

“Ya Tuhan, saya ingin kaya dan dermawan”

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, membuat saya lagi-lagi menebalkan catatan dalam hati saya supaya benar-benar spesifik dalam berdoa. Seperti halnya yang sering kali diutarakan oleh Ust. Yusuf Mansyur bahwa banyak-banyaklah berdoa, minta apa saja, ga usah malu, toh Allah malah lebih seneng kok kalo kita banyak minta sama Dia.

Lha ini kok malah ngelantur ke doa yak?!:mrgreen: Ya udahlah, pokoknya saya cuma ingin bilang bahwa menetapkan resolusi itu seperti halnya berdoa, jadi berhati-hatilah dan bersungguh-sungguhlah💡

semua tulisan di atas hanya berdasarkan pengetahuan saya yang seadanya, jadi CMIIW yak!
Uncategorized

8 thoughts on “Antara Resolusi dan Doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s