24

Filosofi Sepatu

Cari sepatu itu seperti halnya cari jodoh, kalo sakit jangan dipaksain

Beli sepatu itu harus nyari yang sesuai dengan ukuran kaki kita, ga kegedean ga kekecilan. Kalo kegedean jadi kesrimpet, sepatu jadi gampang copot. Kalo kekecilan jadi sakit, kaki jadi lecet, bukannya keren eh malah mringis-mringis jalan plethat plethot ga jelas gitu. Seperti halnya jodoh, gak usahlah kita bertahan dengan si dia yang bisanya cuma nyakitin hati kita, gak usahlah kita memaksakan diri untuk membuat kriteria-kriteria bahwa si dia minimal tingginya 2,25 meter, kekayaan 10 Triliun, rumah 178 lantai plus 2 basemen dan 3 ruang mezanin 🙄 Saya jadi inget tausiyah salah seorang ustadz (saya lupa siapa) kalo kita ingin si dia adalah orang sholeh/sholihah, maka kita sendiri juga harus menjadi sosok yang sholeh/sholihah.  Kalo kita ingin si dia rajin sholat berjamaah di masjid, maka kita sendiri juga harus rajin sholat di masjid. Kalo kita ingin si dia pandai membaca Al Qur’an, maka kita sendiri juga harus pandai membaca Al Qur’an 💡 

Cari sepatu itu seperti halnya cari jodoh, pantas atau tidak tergantung pada bagaimana kita membiasakan diri 

Misalnya nih, saya ya, ga pernah pake sepatu high heel atouw wedges, ketika saya mo nyobain, salah satu temen saya bilang kalo saya itu ga pantes pake model begitu karena saya tidak biasa menggunakan model seperti itu. Kalo begitu berarti selamanya saya ga bisa pake sepatu/sandal dengan model seperti itu donk? Memang sih, sampai saat ini saya belum punya sepatu high heel/wedges, tapi suatu saat nanti insyaAllah saya punya model-model begitu 😀 Pun begitu halnya dengan jodoh, kalo kita udah mendoktrin diri sendiri bahwa dia ga pantes dengan kita, gimana kita bisa tau seperti apa dia yang sebenarnya? Ya gak sih? 💡

Cari sepatu itu seperti halnya cari jodoh, tidak akan terlihat indah kalo hanya digunakan sebelah saja. 

Sekarang saya nanya, ada gitu yang mo pake sepatu cuma sebelah? Ga ada kan??? Jodoh juga gituuuu… Yang namanya jodoh itu ya dua-duanya sama-sama suka. Yang namanya jodoh itu ya se-kufu alias setara. yang namanya jodoh itu saling menghargai satu sama lain. Gimana caranya biar sama? Kembali ke poin satu dan dua, pantaskan diri dan biasakan diri untuk menjadi yang lebih baik 💡

Tips-Agar-Cepat-Dapat-Jodoh-untuk-Wanita

Postingan ini terinspirasi waktu kami (saya dan teman-teman) sedang asyik memilah sepatus modis ( : modal diskon) di sebuah supermall 😳

Uncategorized
5

Plat Nomor Mobil

Beberapa waktu lalu suami saya menceritakan sebuah info menarik di balik penulisan plat nomor mobil. Ternyata plat nomor untuk taksi berbeda dengan mobil sejenis Pajero Sport, bahkan dengan sesama mobil sedan pun beda! Oiya, penomoran yang dimaksud di tulisan ini hanya berlaku untuk mobil berplat nomor B lho ya! Plussss mobil yang huruf terakhir plat nomornya sudah terdiri dari 3 huruf. Daaaannnn yg dibahas di sini ini merupakan huruf kedua ya, jadi misalnya plat nomornya B 1234 CDE, maka yg lagi saya omongin itu si huruf D, okaiyhhh??? 😉

Here we go…

Huruf J

Biasanya mobil-mobil yg pake huruf J sebagai huruf kedua itu adalah tipe-tipe Pajero Sport, Fortuner, dan beberapa CRV. Seringkali saya liat tuh WJA, UJE, WJQ, dsj. Parahnya lagi saya sempet ngira para mobil dg plat nomer UJE itu merupakan mobil milik alm. Ustadz Jefri 😐

Huruf T

Untuk huruf T digunakan oleh armada taksi, khusussss taksi yang benar-benar taksi. Liatin aja tuh plat Express, Blue Bird, Gamya dsj, insyaAllah huruf keduanya adalah T. Kenapa T? Mungkin karena Taksi kali yak?! 💡

Huruf A

Huruf A digunakan oleh sedan, bukan sebaliknya lho yaaaaa… Jadi mobil dg jenis sedan biasanya menggunakan huruf A, bukan berarti kalo sedan pasti pake huruf A, ngerti kan ya maksud saya? ❓

plat-kendaraan

Tiga jenis huruf itu doank sih yang bener-bener bisa saya tangkap dari pembicaraan tersebut, maklum kapasitas otak sudah mulai penuh, minta diformat ulang keknya 😛

Oiya, penomoran di atas tidak berlaku untuk plat nomor mobil dinas ya! Jenis-jenis RFS, RFY, RFP, RFW dsj. Dan tidak berlaku juga untuk plat nomor pesanan seperti B 1 3 B 3 R atau B 1 6 8 0 SS, dsj. Plussss tentunya tidak berlaku untuk plat nomor palsu. Untuk plat nomor palsu ini  mungkin akan saya bahas di kemudian hari 😀

Uncategorized
9

Vixal, Yuri, atau Cif ?

Pernah ngalamin kontroversi hati gara-gara noda/kerak air/endapan sabun di kamar mandi? Saya sering! Apalagi kamar mandi saya didominasi oleh warna putih, jadinya kotor dikit udah ga enak diliat! >.<  Saking sebelnya saya sama si para noda tersebut, sampe-sampe saya jadi korban iklan hampir semua jenis cairan pembersih. Mulai dari Vixal, Cif cream, sampe Yuri bathroom cleaner udah pernah dijabanin semua. Hasilnya??? Simak penjelasan berikut B-)

V I X A L

Saya sukaaaaaaaaaaa banget sama produk ini! Cocok banget sama saya yang agak pemalas dalam hal bersih-membersihkan 😳 Tinggal semprot trus tuh kotoran langsung luntur sendiri ga perlu pake acara sikat menyikat, dinding jadi kinclong putih tih tih.

 Tapiiiiiiiiiiii… Vixal ini bersifat korosif. Yang namanya korosif itu ya pasti ngerusak donk! Walhasil para nat (semen perekat keramik) di lantai kamar mandi bolong-bolong deh, keluar biaya lagi buat bayar para tukang untuk benerin para nat itu.

Vixal_Cleaner

CIF CREAM

Tertarik untuk mencoba produk ini setelah nonton iklannya di televisi yang cetar membahana, benar-benar meyakinkan! Menurut iklan tersebut, produk ini merupakan produk serbaguna, all in one¸bisa membersihkan permukaan keramik, porselen, dsj. Berdasarkan cara pemakaiannya sih tinggal semprot trus gosok trus lap sampe bersih, diharapkan setelah tahap-tahap ini dilalui maka si noda akan menghilang. Kenyataannya??? Emang hilang siiih.. Tapi saya harus mengeluarkan  tenaga ekstra, dua-tiga kali lipat lebih besar daripada kalo saya menggunakan Vixal! 😛 Walhasil pegel-pegellah tangan iniiii…  😥

cif-cream-lemon-450x450_tcm13-290587

YURI BATHROOM CLEANER

Alasan menggunakan produk ini sebenarnya buah dari keputusasaan saya dalam mencari produk pembersih yang setara dengan Vixal tapi tidak korosif. Hasilnya? Lebih parah dari Cif cream 😥 Ga peduli apapun media penggosoknya, hasilnya segitu-gitu dowank. Akhirnya cuma beli satu kali itu doank dan ga beli lagi.

yuri_bathroom_cleaner_spray_500_ml_1

Kesimpulannya gimana?

Jadinya saya lebih milih Vixal dengan beberapa catatan :

Pertama, tiap kali mo membersihkan, begitu cairan disemprotkan ke permukaan dinding, segera sikat trus bilas sampe benar-benar bersih. Tujuannya supaya korosi yang ditimbulkan bisa diminimalisasi 😀 Kalo dulu saya suka ninggalin dulu kira-kira 30 menit sampe baunya ilang, tapi sekarang (thanks to the founder of exhaust fan) udah bisa langsung ngebersihin trus dibilas deh 😀

Kedua, membersihkan kamar mandi dibedakan menjadi dua, bulanan dan mingguan. Sebulan sekali menggunakan vixal dan seminggu dua kali menggunakan Cif cream

Mission accomplished! :mrgreen:

Oiyaaaa.. tulisan ini sama sekali ga bermaksud mempromosikan produk-produk tertentu lho yaaa.. Ini nih hanya berbagi pengalaman saya saja, ciyusss! ❗

Uncategorized
8

Antara Resolusi dan Doa

“Dalam satu tahun ke depan, saya ingin punya tabungan dinar sekian keping”

Hal ini saya tuliskan di telapak tangan kiri saya sesuai dengan arahan Tung Desem Waringin pada sebuah acara seminar motivasi di kantor saya. Menurut beliau, dengan menuliskan keinginan kita secara nyata (benar-benar dituliskan di dan dalam bentuk media apapun) maka secara tidak langsung alam bawah sadar kita telah memerintahkan diri kita untuk mewujudkan keinginan tersebut.

“Ingin lebih sering mengunjungi orang tua”

Hal ini saya ungkapkan dalam sebuah forum knowledge sharing  yang secara rutin kami lakukan di setiap hari Rabu di ruang kerja saya. Saat itu kebetulan masih awal tahun, dan teman saya yang kebagian jatah menjadi pemateri mengangkat tema tentang resolusi ini. Masing-masing dari kami diminta untuk menyebutkan apa yang akan dicapai selama tahun 2013.

images

Nah, beberapa waktu lalu, salah seorang rekan saya menanyakan mengenai resolusi saya tahun ini, apakah sudah tercapai atau belum. Dan alhamdulillah SUDAH! 😳

Meskipun begitu, ada satu hal yang ingin saya bagikan di sini. Bahwa RESOLUSI ITU HARUS SPESIFIK! Seperti halnya DOA yang juga harus kita lantunkan secara spesifik.

Saat saya mengucapkan resolusi saya tersebut, saya lupa mengucapkan bahwa saya ingin lebih sering bertemu orang tua DALAM KEADAAN SEHAT WAL AFIAT!

Hasilnya? Memang benar bahwa tahun ini saya lebih sering bertemu dengan orang tua, dari yang biasanya setahun cuma sekali, alhamdulillah tahun ini bisa pulang dua kali, namun sayangnya dalam kondisi Bapak sedang sakit 😦  

Nah lho! Oleh karena itu saya kemudian mengingat-ingat lagi ajaran guru agama saya sewaktu SMU, bahwa berdoa itu harus spesifik. Jangan cuma bilang “Ya Allah, saya ingin naik haji” atau “Ya Tuhan, saya ingin kaya”. Emang bener sih, ga salah berdoa begitu, namun doa itu akan lebih lengkap dan lebih baik (InsyaAllah) kalo kita melengkapinya menjadi seperti ini :

“Ya Allah, saya ingin naik haji sebelum usia 40 tahun dalam keadaan sehat dan menjadi haji mabrur”

“Ya Tuhan, saya ingin kaya dan dermawan”

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, membuat saya lagi-lagi menebalkan catatan dalam hati saya supaya benar-benar spesifik dalam berdoa. Seperti halnya yang sering kali diutarakan oleh Ust. Yusuf Mansyur bahwa banyak-banyaklah berdoa, minta apa saja, ga usah malu, toh Allah malah lebih seneng kok kalo kita banyak minta sama Dia.

Lha ini kok malah ngelantur ke doa yak?! :mrgreen: Ya udahlah, pokoknya saya cuma ingin bilang bahwa menetapkan resolusi itu seperti halnya berdoa, jadi berhati-hatilah dan bersungguh-sungguhlah 💡

semua tulisan di atas hanya berdasarkan pengetahuan saya yang seadanya, jadi CMIIW yak!
Uncategorized