Sekolah (Islam) Mahal ?

Saya berpikiran yang sama dengan judul di atas ketika sedang mencari-cari calon sekolah untuk si kakak waktu itu, Taman Kanak-Kanak lebih tepatnya. Berbekal kata kunci spesifik di Google dan sedikit advise dari para senior akhirnya saya pilih sebuah TK yang mana selain lokasinya dekat dengan rumah juga kebanyakan para alumni STAN menyekolahkan putra-putrinya di sana. Hihihi.. ga banget yak alasannya!😀

Shock pas ngeliat dan mendengar biaya pendaftarannya yang bisa untuk bayar cicilan rumah 2,5 bulan🙄 Tapi ya sudahlah, toh buat anak ini, meskipun sempat diwarnai drama sebagai 3 pendaftar terakhir, alhamdulillah kakak bisa merasakan “nikmatnya” bersekolah di sana.

Sebelum sekolah dimulai, para orang tua dikumpulkan terlebih dahulu untuk mendapatkan pengarahan tentang kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di sekolah tersebut. Oiya, sebelumnya para ortu diminta untuk mengisi sebuah formulir yang berisi tentang kebiasaan-kebiasaan kami para orang tua dengan calon murid yaitu anak kami, termasuk riwayat alergi maupun penyakit yang sedang/pernah diderita. Saat itu saya sempat berpikir, lha kok mau masuk TK aja rempongnya minta ampun :mad: Tapi ya karena termasuk persyaratan administrasi mau tidak mau kami harus mengisi formulir berlembar-lembar tersebut, pegel boooo nulisnyaaaa! :neutral:

pas foto pertama kakak Mahes :D

pas foto pertama kakak Mahes😀

Oiya, di sekolah kakak yang baru ini benar-benar bebassss dari tuntutan belajar membaca dan menghitung, jauh berbeda dengan sekolah kakak waktu masih Play Group yang pake acara ngasih PR berhitung segala :mad: Di sekolah barunya, si kakak diperkenalkan dengan banyak sentra kegiatan. Ada sentra balok, bermain peran, sains, dan masih banyaaaaak lagi sentra-sentar lain yang berbeda setiap harinya, sehingga si anak tidak bosan. Selain itu di sekolahnya ini, kakak DILARANG membawa mainan dan uang saku. Kalopun bawa uang, digunakan untuk ditabung atau diinfakkan. trus kalo mo jajan gimana donk? Nah, untuk itu si anak diminta membawa snack/kudapan dan makan siang. Karena saya termasuk ibu pemalas, akhirnya si kakak cuma saya bawain snack, sedangkan untuk makan siang si kakak say aikutin katering dari sekolahnya. Ikutan katering ini pun sebenernya ada maksud tersembunyi dari saya👿 Supaya si kakak mau kembali menyukai sayur yang telah lamaaaaaaaaaaaaaa sekali ditinggalkannya, lagipula harganya juga relatif murah kok, Rp. 6000 udah dapet nasi+lauk+sayur+buah, enak tho?!

Daaaaaaaannnn… alhamdulillah setelah hampir 2 bulan sekolah berjalan, banyak perubahan positif yang saya lihat dari si kakak. Apalagi ditunjang oleh catatan Ibu Guru melalui Buku Penghubung yang menceritakan bagaiman keseharian kakak selama di sekolah, tak ada sedikitpun yang ditutup-tutupi apalagi ditambah/dikurangi. Melalui Buku Penghubung itu juga Ibu Guru memberikan saran/kritikan apabila terdapat hal-hal yang masih perlu ditingkatkan pada diri kakak, dan cara menyampaikannya pun tidak membuat orang tua menjadi kecewa/sedih, melainkan justru terpompa semangatnya untuk dapat mengoreksi dan mendukung si anak menjadi lebih baik. Pernah sekali waktu Ibu Guru “menugaskan” kakak untuk menghafal hadits tentang adab makan dan doa berpakaian, hasilnya??? Emaknya yang kelabakan ngafalin tuh hadits dan doa trus baru deh diajarin ke si kakak :oops: Jadi si emak jugak ikutan sekolah deh hihihihi…..

Kesimpulannya??? Sekolah Islam tidaklah mahal! Biaya yang dibebankan tersebut setara dengan pelayanan yang diberikan kepada masing-masing murid yang benar-benar intensif.

*nama sekolahnya Baitul Maal😳

Uncategorized

12 thoughts on “Sekolah (Islam) Mahal ?

  1. lha kok mau masuk TK aja rempongnya minta ampun …

    Mereka … sekolah TK tersebut berbuat seperti itu … untuk mengantisipasi orang tua orang tua jaman sekarang yang … juga tak kalah rempongnya …

    (lebih ahli kurikulum dibanding ahli pendidikan yang sebenarnya … hahahaha)

    (atau mungkin form itu usulan dari POMG nya ?)

    Selamat Sekolah untuk Mas Mahes …
    Nikmati masa sekolahmu ya Nak …

    • embeeeerrrr.. tapi ternyata rempongnya itu bertujuan baik, supaya pihak sekolah jugak tau “luar dalamnya” si anak😀

      and yesss.. dia amat sangat menikmati sekolahnya pake banget Om! ya karena ga monoton itu😉

  2. Kemaren aku bikin proyek k SDnya mbak, sempat mengamati sekilas proses belajar mengajarnya, dan aku kagum.

    Kalau rezeki dan kesempatan, pingin juga buat nyekolahin anakku di sana. Aamiin.

  3. wkwkwk…saiki wis larang dek, soale ketok hasile…

    ..semoga bs memanen hasilnya di kemudian hari…
    banyak hal yg kdg ga terpikirkan oleh kita soal cara ngajarin anak-anak ttg agama, dan kl mamahnya jadi ikutan belajar, berarti kan yg sekolah banyaaak…so, ga mahal2 amat lah jadinya hehehe

    opo meh gawe sekolahan po, hayuuukk!

  4. Pingback: THE NINE FROM “HEALTHY JADE” | The Ordinary Trainer writes ...

  5. salam kenal bunda Marish..sy juga pengen daftarin anak sy ksana..tp trnyata dr rumah sy gada kendaraan umum yg langsung nyampe hehe. Hrs naik ojek dulu trus angkot..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s