Ketika Kanker Prostat Menyapa (2)

Singkat cerita, setelah melakukan serangkaian CT Scan, MRI ulang, cek darah yang udah kaya minum obat (sehari dua kali) akhirnya Bapak dijadwalkan untuk operasi pengambilan massa di prostat beliau. Hampir 1 bulan dihabiskan Bapak menginap di rumah sakit yang untungnya segala biayanya masih bisa direimburse di Askes, meskipun ga bisa diganti sepenuhnya, tapi setidaknya masih ada uang tersisa untuk biaya operasional Bapak nantinya untuk wara-wiri kontrol ke dokter di Surabaya. 

Jangan tanya bagaimana proses operasi dan sport jantung yang harus saya alami sebagai akibat dari tidak bisa menemani Bapak di Surabaya sana. Pasca operasi Bapak masih harus melalui masa-masa kesakitan ketika BAK, alhamdulillah seluruh masa-masa kritis pasca operasi bisa dilalui Bapak dengan baik hingga beliau diperbolehkan pulang ke rumah beberapa hari menjelang Ramadhan.

Biaya bagaimana? Katanya kalo kanker itu obatnya mahal? Embeeeeerrrrr! Tapi sungguh pertolongan Allah itu amatlah dekat. Saya dimudahkan untuk memperoleh pinjaman sangaaaaaaat lunak dari teman-teman saya yang baik hati :wink: Belum lagi ketika dihadapkan bahwa ternyata kadar Hb darah Bapak jauh di bawah normal, hanya 6,6 dari yang seharusnya paling tidak 10. Hingga tulisan ini dibuat, tak kurang dari 10 kantong transfusi darah telah Bapak terima. Untungnya golongan darah Bapak merupakan golongan darah sejuta umat, yaitu B, sehingga donor darah diperoleh dengan sangat mudah di rumah sakit. Lagi-lagi pertolongan Allah sangatlah dekat :pray:

Hari ini Bapak sedang opname di rumah sakit Surabaya untuk menjalani terapi hormon (oleh Bapak disebut suntik bulanan) yang sekali suntik untuk obatnya saja menghabiskan biaya sekurang-kurangnya 4,2jt. Sungguh bukan harga yang murah untuk ukuran PNS seperti kami, tapi demi kesembuhan Bapak, apapun itu -atas izin Allah tentunya- akan kami lakukan. Doakan kami ya temans!😉

(to be continued)

Uncategorized

4 thoughts on “Ketika Kanker Prostat Menyapa (2)

  1. Mbak,…..
    From deepest of my heart, Hani berdo’a semoga ayahnya segera diberikan kesembuhan oleh Allah. Hani tahu bagaimana rasanya mengetahui salah satu orang tua kita sakit.
    Karena Hani mengalami hal ini 1 minggu persis sebelum pernikahan, Bunda harus masuk kamar operasi mengangkat tumor ganasnya,
    Namun, Hani percaya di balik semua musibah ini pasti ada hikmahnya…

    Mbak yang kuat ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s