2

Ketika Kanker Prostat Menyapa (3-End)

Jangan tanya seberapa sering bayangan-bayangan buruk terlintas di pikiran saya, namun hal-hal tersebut langsung saya tepis dan kemudian mengukuhkan hati bahwa pasti ada hikmah di balik semua ini.

Seringkali terlintas di benak saya, mengapa hal ini harus menimpa kami? Namun kemudian baaaanyaaaaaaaakkk sekali ayat-ayat Al Qur’an maupun Hadits berseliweran yang menyadarkan kami :

  • bahwa apa-apa yang terjadi di muka bumi ini adalah yang terbaik bagi kita
  • bahwa segala musibah yang menimpa seorang muslim, hingga duri yang menusuknya, pasti akan menjadi penghapus dosa dan kesalahannya
  • bahwa tak mungkin Allah menguji hambanya melebihi kemampuan hambanya

Dari beberapa hal di atas, saya mencoba menguraikan kembali, mencari poin-poin tersebut dalam kehidupan nyata, dan ternyata saya baru menyadari :

  1. Ternyata beberapa tahun terakhir kehidupan Bapak memang relatif tenang, adem ayem tanpa ada kerikil sedikitpun, padahal kan Allah bilang kalo pengen “naik kelas” maka hambanya akan diuji entah itu dalam bentuk kesakitan, kemiskinan, kelaparan,dll
  2. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa ternyata golongan darah Bapak adalah B, sehingga dalam mencari donor daraha sangatlah dimudahkan. Inilah salah satu bentuk pertolongan Allah kepada Bapak dalam menghadapi sakitnya.
  3. Meskipun Bapak belum memiliki mobil sebagai sarana transportasi Probolinggo-Surabaya, namun selalu saja diberi kemudahan untuk menyewa mobil, entah itu mobil tetangga atau teman-teman sendiri. Walaupun tentunya hal itu juga membawa efek kepada membengkaknya biaya transportasi, tapi setidaknya selalu ada jalan, itu saja!
  4. Sudah sejak lama saya agak khawatir dengan hobi Bapak yang suka “nyawah”, tiap kali saya ingatkan untuk beristirahat tiap kali itu juga Bapak bilang bahwa kegiatan itu adalah hobi beliau yang tidak bisa serta merta ditinggalkan begitu saja. Nah, sejak sakit Bapak akhirnya beristirahat total dari pekerjaannya di sawah πŸ™‚
  5. Masih sangat banyak lagi hikmah di balik peristiwa ini yang tidak bisa saya jabarkan satu-satu di sini, takutnya nanti kalo saya ceritain satu-satu malah jadi buku saking banyaknya πŸ˜€

Sekali lagi saya hanya ingin menyampaikan bahwa apapun yang terjadi di dalam hidup kita, se-sederhana apapun itu, merupakan yang terbaik bagi kita, tawakkal-lah kepada Allah, insyaAllah segala sesuatunya menjadi terang benderang! πŸ˜‰

Advertisements
Uncategorized
4

Ketika Kanker Prostat Menyapa (2)

Singkat cerita, setelah melakukan serangkaian CT Scan, MRI ulang, cek darah yang udah kaya minum obat (sehari dua kali) akhirnya Bapak dijadwalkan untuk operasi pengambilan massa di prostat beliau. Hampir 1 bulan dihabiskan Bapak menginap di rumah sakit yang untungnya segala biayanya masih bisa direimburse di Askes, meskipun ga bisa diganti sepenuhnya, tapi setidaknya masih ada uang tersisa untuk biaya operasional Bapak nantinya untuk wara-wiri kontrol ke dokter di Surabaya.Β 

Jangan tanya bagaimana proses operasi dan sport jantung yang harus saya alami sebagai akibat dari tidak bisa menemani Bapak di Surabaya sana. Pasca operasi Bapak masih harus melalui masa-masa kesakitan ketika BAK, alhamdulillah seluruh masa-masa kritis pasca operasi bisa dilalui Bapak dengan baik hingga beliau diperbolehkan pulang ke rumah beberapa hari menjelang Ramadhan.

Biaya bagaimana? Katanya kalo kanker itu obatnya mahal? Embeeeeerrrrr! Tapi sungguh pertolongan Allah itu amatlah dekat. Saya dimudahkan untuk memperoleh pinjaman sangaaaaaaat lunak dari teman-teman saya yang baik hatiΒ πŸ˜‰ Belum lagi ketika dihadapkan bahwa ternyata kadar Hb darah Bapak jauh di bawah normal, hanya 6,6 dari yang seharusnya paling tidak 10. Hingga tulisan ini dibuat, tak kurang dari 10 kantong transfusi darah telah Bapak terima. Untungnya golongan darah Bapak merupakan golongan darah sejuta umat, yaitu B, sehingga donor darah diperoleh dengan sangat mudah di rumah sakit. Lagi-lagi pertolongan Allah sangatlah dekat :pray:

Hari ini Bapak sedang opname di rumah sakit Surabaya untuk menjalani terapi hormon (oleh Bapak disebut suntik bulanan) yang sekali suntik untuk obatnya saja menghabiskan biaya sekurang-kurangnya 4,2jt. Sungguh bukan harga yang murah untuk ukuran PNS seperti kami, tapi demi kesembuhan Bapak, apapun itu -atas izin Allah tentunya- akan kami lakukan. Doakan kami ya temans! πŸ˜‰

(to be continued)

Uncategorized
7

Ketika Kanker Prostat Menyapa (1)

Bermula dari dugaan syaraf terjepit di tulang belakang Bapak saya, dua kali masuk rumah sakit yang sama dengan diagnosa yang sama dokter yang sama hasil yang sama (baca : tidak ada hasil), akhirnya berdasarkan saran seorang dokter senior yang sudah pensiun, Bapak memberanikan diri untuk melakukan MRI di Surabaya. Dari MRI tersebut diperoleh hasil yang cukup mengejutkan >>> Bapak menderita tumor (dugaan sementara saat itu) di tulang belakangnya, tepatnya di ruas 9 dan 10.

Singkat cerita Bapak ragu dan khawatir ketika tahu bahwa operasi merupakan satu-satunya jalan yang harus ditempuh untuk menghilangkan tumor tersebut. Akhirnya berdasarkan rekomendasi dari dokter ahli syaraf di rumah sakit Surabaya, Bapak akan diobservasi terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Dan hasilnya betullllllll sekaliii! Bapak ternyata menderita kanker prostat stadium lanjut. Dimana si kanker ini telah merusak sebagian kecil tulang di ruas tulang belakang Bapak. Dari situlah ingatan saya kembali mundur ke belakang, flashback, mengiyakan beberapa hal yang selama ini berusaha saya tepis, dan memunculkan banyak kata “seandainya”.

Pantas saja Bapak sering merasa sesak nafas dan kelelahan yang amat sangat..

Pantas saja Bapak kehilangan berat badan yang signifikan..

Pantas saja rambut Bapak mulai menipis..

Pantas saja kulit Bapak menjadi pucat..

Seandainya saja tahun lalu Bapak mau mengiyakan saran saya untuk melakukan general check up

Seandainya saja tempat tinggal saya dekat dengan Bapak

Seandainya Bapak bisa dirawat di Probolinggo tanpa perlu jauh-jauh ke Surabaya

Seandainya saya memiliki kakak/adik tempat berbagi rasa gundah

Seandainya saya memiliki tabungan lebih banyak

(to be continued)

Uncategorized
9

Being A Mom

Menjadi ibu ituuuu…

Harus jadi yang paling sehat..
Meskipun ketika kondisi badan kita sedang drop habis, pegel pundak pinggang kaki tangan, harus tetap menjadi yang paling fit demi menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Harus jadi yang paling sigap…
Tangan kanan pegang alat pel lantai, tangan kiri pegang kemoceng. Setelah ngerendem cucian harus buru-buru ngecek penggorengan/air yang lagi direbus biar ga gosong. Sambil cuci piring sambil masak nasi. Sambil mandiin anak sambil bersihin kamar mandi. Sambil nyuapin si kakak sambil gantiin baju si adek.

IMG_20130818_00221517

Harus paling tahan laper..
Karena harus memprioritaskan kebutuhan anak-anak dan suami. Syukur-syukur bisa makan bareng sambil nyuapin πŸ˜€

Harus punya stok sabar yang banyaaaaaaaakkkk…
Terlebih ketika dihadapkan pada request-request “ajaib” dari para krucils. Yang satu minta roti isi misis, yang satu lagi minta dibikinin puding. Yang satu minta minum susu, yang satu lagi minta teh hangat. Yang satu minta nenen sambil tiduran, yang satu minta ditemenin nonton kartun kesukaannya.

Dan masih banyak keharusan-keharusan yang lain yang menempel pada status “ibu”

IMG_20130819_00102233

Dari banyak jenis keharusan tersebut, ada satu yang terpenting yaitu harus IKHLAS menjalani semua itu, karena itulah ladang amal kita sebagai seorang ibu ^_^

Uncategorized