Sang Penunggu Malam

Kemarin sore ayahMaRish mengabari saya bahwa beliau tidak bisa menjemput saya karena ada tugas yang mengharuskan beliau menuju ke suatu tempat yang celakanya malah terjebak macet parah. Ya sutra, akhirnya saya pulang naik bus jemputan kantor.

Singkat cerita sampailah kami, para penumpang bus jemputan, ke tujuan akhir bus, yaitu kampus STAN tercinta😳 Saat itu sekitar pukul 18.30 WIB, cukup malam untuk dapat menemukan tukang ojek yang stand by di sana. Meskipun saya sudah mengantisipasi ketiadaan tukang ojek ini yang berarti bahwa saya harus berjalan kaki sekitar satu kilometer yang mana hal ini cukup membuat saya terengah-engah tetap saja ada asedikit rasa malas untuk berjalan kaki. Tapi ya mo gimana lagi, mau ga mau, suka ga suka, saya tetep harus jalan kaki untuk bisa mencapai pangkalan ojek terdekat untuk nyampe rumah. Emang gak harus naek ojek sih, naek angkot juga bisa, tapi kalo naek angkot saya masih harus jalan lagi dari gerbang depan komplek perumahan tempat saya tinggal. jadinya daripada capek dua kali alias males jalan akhirnya dipilihlah alat transportasi berupa ojek ini😎

Nah, dalam perjalanan menuju pangkalan ojek tersebut saya melihat sesosok anak kecil kira-kira berumur 10 tahun yang sedang membawa sebuah keranjang yang entah berisi apa. Awalnya saya kira meskipun gak terlalu yakin juga dia adalah anak dari salah satu penumpang bus jemputan yang saya naiki karena terlihat dari bahasa tubuhnya bahwa dia sedang menantikan seseorang. Ternyata dugaan saya salah! Ketika saya berjalan semakin dekat dengannya, dengan sorot mata penuh harap dia meletakkan keranjang yang dibawanya, kemudian membukanya dan menawarkan dagangannya kepada saya.

Gorengannya, Bu!

Berapaan?

Ada yang Rp. 500 ada juga yang Rp. 1000

Kok kamu masih disini? Kan dah malem..

Nungguin dagangan habis, Bu!

saya melongok ke keranjangnya, terlihat masih ada sekitar 30 potong gorengan tersisa

Ya udah, aku beli 10 ribu dicampur ya!

sambil menunggu pesanan saya dibungkus, iseng saya bertanya

Emang kenapa kalo daganganmu gak habis? Ini dah malem lho!

Kalo gak habis untungnya cuma dikit, Bu!

mata saya sedikit berair

Ditawarin ke satpam sana biar cepet abis

Udah tadi, Bu!

Ya udah deh, makasih ya! Kamu ati-ati lho!

menatap penuh heran

Ya, Bu!

melanjutkan penantiannya

Hiks…😥😥😥 Kasian anak itu! Saya langsung kebayang si kakak…

*seandainya saya bisa memborong habis seluruh dagangannya..😐

Uncategorized

9 thoughts on “Sang Penunggu Malam

  1. itu dah lama bun.. biasanya gantian, kadang anak cowok, kadang cewek.. kasiaaaaaaan deh liatnya, pengen beli tapi takut.. soalnya dah malem.. takutnya itu bukan anak2 beneran *kebanyakan nonton film horror

  2. huaa bener bun kasian banget yaa.. bersyukurlah kita karena masa kecil kita penuh sayang dan semua kebutuhan terpenuhi.. hiks hiks hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s