Adek dan Kakak

Q : Sebutkan perbedaan antara kak Mahes dan dek Risha!

A : ada banyaaaaaaaaakkk… Berikut penjelasannya :

Pertama, yang jelas banget adalah beda jenis kelamin. Kakak = ayah = laki-laki, adek = bunda = perempuan

Kedua, rambut kakak bergelombang kaya bunda sedangkan adek lurus russs russs kaya ayah

Ketiga, tanda lahir kakak berwarna kecoklatan ada di dekat ubun-ubun sedangkan tanda lahir adek berwarna hijau kebiruan di lengan kanan

Keempat, (kalo ini menurut ayah) kulit kakak lebih tipis daripada kulit adek sehingga adek lebih jarang sakit dibanding kakak

Kelima, kakak lebih sensitif perasaannya (baca: lebih sering nangis) sedangkan adek kebalikannya, diimunisasi pun si adek cuma nangis bentar๐Ÿ˜‰

Keenam, kakak lebih suka minum ASI pake dot sedangkan adek menolak mentah-mentah yang namanya dot, apalagi kalow ada emaknya di rumah, maunya nen langsung dari sumbernya.

Ketujuh, dulu waktu masih bayi kulit kakak sensitif banget, pake diaper sebentar aja dah merah-merah di sekitar selangkangannya, kalow adek 8 jam pun nggak merah tuh! Alhamdulillahhh.. (tapi jangan ditiru 8 jamnya ya! ini emaknya aja yang males bangun ganti diaper:mrgreen: )

Kedelapan, ASIP untuk kakak baru diadain 2 minggu sebelum bunda masuk kerja lagi sedangkan adek sejak 2 minggu setelah lahir bunda dah mulai “nabung” ASIP๐Ÿ˜Ž

kakak luv adek


Sedikit OOT, saya kira setelah kelahiran anak kedua saya akan duduk santai tanpa perlu “belajar” bagaimana mengurus anak, dan ternyata saya SALAH!!! Learning is never ending process dan saya sangat setuju dengan ungkapan tersebut. Beruntunglah saya dilahirkan di era serba digital seperti saat ini. Keberadaan mesin pencari seperti Google sangatlah membantu, mulai dari bagaimana cara menangani ruam merah pada bayi, mengatasi belekan mata bayi, memompa ASI, dan lain sebagainya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan menjadiibu pada jaman keemasan nenek saya dulu๐Ÿ™„

Apapun itu, Adek dan Kakak merupakan anugerah terindah dalam hidup kami yang akan (dan harus) kami didik seoptimal mungkin.

Bun love kakak!

Bun love adek!

Uncategorized

27 thoughts on “Adek dan Kakak

  1. ‘Learning is never ending process’
    Betuuulll, karena setiap anak itu unik dan membutuhkan cara penanganan(pengasuhan) yang “berbeda”.
    Salam buat Ma-Rish bun!

  2. kesimpulanku dari jawaban nomor 4 adalah
    si kakak cocok hidup di desa karena kulitnya tipis, soale di desa masih bersih
    si adek cocok hidup di kota karena kulitnya tebal dan tahan polusi

  3. nama blognya juga harusnya diganti bund, jadi bunda marish jangan buda mahes lagi..๐Ÿ˜€

    liat foto diatas, adeeemm banget.. mungkin nanti kalo mereka berdua udah pada gede terus ribut, dilihatin lagi aja foto ini bund, pasti mereka bakal damai lagi.. tapi namanya sodara, kadang ribut itu jadi bumbu yang bikin tambah akrab.. hehe

  4. Learning is never ending process… waduh tambah pinter wae mbak Ika saiki rek..

    kalau ditranslate bahasa madura apa tuh Bun?๐Ÿ™‚

  5. Anak2 adalah amanah yang harus dijaga, dipelihara dan di didik dengan sebaik-baiknya agar menjadi anak yang sholeh/sholehah dan bermanfaat bagi sesama.
    Selamat ya jeng.
    Salam hangat dari Surabaya

  6. Mungkin dengan adanya perbedaan antara Kakak Mahes dan Dedek Risha membuat Bunda truss belajar (sinau)๐Ÿ˜€ sesuai kata orang Londo “Learning is never ending process”..benar gak bunda๐Ÿ˜€

  7. aihh dedenya lucu sekali….bobonya pules banget…..

    iya mom beruntung skrang ada internet…jd gampang klo mo cari info seputar penanganan bayi…

  8. lucuuuuu… aduuh itu Mahes sayang adiknya ya. gemes!
    Ah mau punya anak selusin pun, bedaaaaaa semua! dan semua manualnya lain hahaha (Itu kata mbal gugle sih, soalnya aku kan juga cuma duaaaaa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s