22

Kalow Kamuhhh???

Sejak mulai ngantor lagi tanggal 22 Maret 2012, baru kemaren sore saya merasakan MACET yang sebenar-benarnya. Sebelum bercerita lebih lanjut, perkenankan saya untuk mendefiniskan kata MACET ditinjau dari sudut pandang seorang bundaMaRish (thanks to Om Trainer atas akronimnya 😳 ). MACET dibagi dua, yaitu MACET NORMAL dan MACET CET CET. MACET NORMAL adalah suatu kondisi di jalan raya dimana arus lalu lintas padat (bagi mobil khususnya) tapi motor masih bisa lewat,  sedangkan MACET CET CET adalah suatu kondisi dimana arus lalu lintas benar-benar padat, penuh, jenuh, klakson saling bersahutan, baik mobil maupun motor tak bergerak sama sekali 👿 Nah, Kamis kemaren sore ini saya dan suami mengalami kondisi NYARIS MACET CET CET yang menyebabkan saya yang masih berusaha berdamai kembali dengan carut marut kondisi lalu lintas Tangerang-Jakarta setelah hidup aman damai sejahtera sentosa selama tiga bulan harap-harap cemas membayangkan waktu tempuh perjalanan pulang kantor yang sepertinya akan jauh lebih lama daripada hari-hari dimana MACET NORMAL terjadi.

Dalam kondisi macet tersebut saya selalu memperingatkan si ayahMaRish untuk berhati-hati dalam berkendara, terutama jika posisi motor kami berdekatan dengan kendaraan-kendaraan berikut :

1. METROMINI
Hadeeehhh.. siapa sih yang tahan berdekatan sama penghuni jalan raya yang satu ini??? Selain tingkahnya yang ugal-ugalan, knalpot yang mengandung karbon monoksida tingkat tinggi, suka berhenti seenak keneknya, badan bus yang dah penuh dempulan sana sini, bunyi kriet-kriet yang bikin ngilu kuping akibat usia bus yang sudah terlalu tua, dan masih banyak lagi alasan lain yang membuat saya mewanti-wanti si sayang supaya nggak deket-deket sama mahluk jalanan satu ini. 

2. BAJAJ
Gak jauh beda dengan kakak angkatnya (metromini), selain “goyangannya” yang bisa bikin kita kena tremor mendadak, suaranya yang bikin gendang telinga selalu terngiang-ngiang terhadap raungannya, hembusan knalpot si bajaj ini juga dahsyat, apalagi kalow kita lagi nungguin lampu hijau nyala trus radius satu meter di depan kita ada si oranye ini, behhhh.. mantablah! Masker penutup hidung akan sangat berguna memfilter kepulan asap hitam yang (lagi-lagi) salah satunya mengandung karbon monoksida stadium lima. Plusss “hobinya” yang suka belok seenak sopirnya sampe-sampe ada ungkapan “hanya Tuhan dan sopir bajaj-lah yang tahu kapan si bajaj akan membelok” padahal di bagian belakang si bajaj nih ada lampu sign-nya lho, tapi dari sekian banyak bajaj yang saya temui tak ada satupun yang lampu sign-nya berfungsi. Lah trus fungsinya tuh lampu sign apaaa?! Buat aksesoris doankkkk??? 👿
Namun hal ini gak terjadi pada si bajaj biru yang bahan bakarnya pake bensin lho! Kebalikan dari si oranye yang berisik plus knalpot ngebul, si biru ini relatif nyaman untuk dikendarai, tapi entah apa penyebabnya yang jelas hingga saat ini keberadaan si biru jauh lebih sedikit daripada si oranye 😥

3. MOTOR
Meskipun saya dan kangmase juga pengendara motor namun lama-lama kami juga terganggu dengan perilaku pengendara motor lain khususon pengendara motor matic (no offense ya!) yang suka nyelip-nyelip ga jelas, udah bonceng tiga ga pake helm pulak! >,< HELLooooooooooooooooo… sekecil-kecilnya tuh motor, seramping-rampingnya tuh bodi, tetep aja kalo jaraknya sempit mbok ya jangan dipaksain tho yaaaa! Emang kami juga blom tertib-tertib amat sih dalam berkendara, tapi kami tahu diri, kami sadar diri untuk tidak membahayakan penghuni jalan raya lainnya, jadi tolong dukung usaha kami menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif dengan tidak mengendara ugal-ugalan!!! Dan herannya, kebanyakan oknum pengendara ini adalah para ABG labil yang aaaaaarghhhhh… 👿

4. MOBIL PRIBADI
Kalow ini sebenernya ga “berbahaya” hanya saja kami berdua lebih berhati-hati jika hendak mendahului mobil pribadi (apalagi yang sejenis Fortuner, Pajero, Everest, dsj)  takut lecet bowwww! Berapa duit ntar yang harus dikeluarin buat ganti rugi, padahal angka nol di tabungan masih dikit, jadi lebih baik mencegah daripada kejadian beneran, betul tidak???

Kalow ditanya “trus paling takut deket-deket sama yang nomer berapa?” jawaban saya “tergantung sikon”, kalow kamuhhh?! 😉

sumber foto : klik masing-masing foto
Uncategorized
14

(bukan) Resensi “Janda-Janda Kosmopolitan”

Dari kemarin saya sama sekali ga ada kerjaan di kantor, entah karena kondisi di kantor yang emang lagi ga ada orang (lagi pada sibuk sosialisasi ke daerah-daerah) atow karena efek saya baru masuk sehingga saya diberi kesempatan untuk warming up terlebih dahulu terhadap “suasana ngantor” yang yaaaaaaahhhh..sedikit banyak lumayan ngangenin ini 🙄 Nah, oleh karena hal itu maka saya mencari kesibukan yang sekiranya nggak membuat saya mati bosan dan akhirnya terlelap saking ngantuknya. Internetan sudah, mbaca koran sudah, maen games di hape udah, chattingan sama si sayang sudah, trus ngapain lagi yak??? Akhirnya terbersitlah keinginan saya untuk mengunjungi gedung C lantai I yang tak lain dan tak bukan merupakan perpustakaan mini di komplek perkantoran tempat saya mencari sesuap nasi dan segenggam berlian ini.

Bukan tanpa alasan saya pengen ke perpus (demikian nama beken perpustakaan inihhh). Denger-denger dari temen-temen yang sering nyari literatur kesana, ternyata sang perpus ini telah mengalami reformasi besar-besaran. Buku-buku yang tersedia disana tidak lagi melulu buku-buku tentang akuntansi, ekonomi, dan sejenisnya, tetapi sudah dilengkapi dengan buku-buku fiksi, panduan fotografi, hingga buku resep masakan, keren kan??? 💡

Singkat cerita, saya meminjam tiga buah buku yang menurut saya menarik untuk dibaca, yaitu :

  1. Janda-Janda Kosmopolitan
  2. Mom, You Are My Hero!
  3. Ocehan Si Mbot

Dari ketiga buku tersebut saya tertarik untuk membaca si nomer 1, yaitu Janda-Janda Kosmopolitan karena melihat judulnya yang sepertinya agak-agak provokatif gitu. Daaaaan, ya! saya tidak salah menetapkan prioritas!!!

Buku ini bercerita tentang pergaulan para sosialita di Jakarta, khususnya para janda muda. Tapi hal yang paling menarik perhatian saya adalah hubungan antara sang tokoh utama, Rossa-majikan, dengan Nunung-pembanturumahtangga- yang sungguh harmonis dan sama sekali tidak membedakan status sosial masing-masing, terlebih lagi mereka berdua menyandang status yang sama, yaitu seorang JANDA. Saking dekatnya mereka berdua sampai-sampai keduanya saling bercerita satu sama lain mengenai hal yang remeh temeh hingga masalah pujaan hati masing-masing.

Entah kenapa saya lebih tertarik kepada bagian yang menceritakan hubungan antara majikan dan pembantu. Secara tersurat buku ini menyampaikan bahwa tugas seorang pembantu tidaklah sepele. Pembantulah yang memegang kontrol di rumah kita ketika kita sedang sibuk dengan urusan pekerjaan kantor yang menyita waktu. Pembantu juga harus dimanusiakan, harus dihargai, tidak boleh dianggap rendah, tidak boleh diperlakukan seenaknya ❗

Efek langsung dari membaca buku ini adalah saya jadi teringat ke para teteh yang saat ini mungkin sedang kelelahan menjaga anak-anak saya, teringat kepada tatapan penuh cinta dari anak-anak kepada para teteh yang telah setulus hati mengasuh mereka, teringat akan obrolan seru dan banyolan yang kerap kali membuat kami bertiga (saya dan para teteh) tertawa terpingkal-pingkal, membayangkan betapa sedihnya kami jika suatu saat mereka harus pergi meninggalkan kami. Ahhhh… We love you teteh!

photo taken from here
Uncategorized
13

Cubit Kepiting

Entah anda pernah melakukannya atau tidak

Entah anda menyebut “permainan” ini dengan sebutan apa

Entah tingkat berapa sakit yang ditimbulkan dari cubit kepiting ini

Yang jelas duluuuu.. saya selalu menjadi juaranya! 😎 Sampe sekarang sih, lha para “korban” cubitan saya bilang bahwa hingga cubitan saya mendarat di kulit mereka, cubitan saya lah yang paling maknyoss. Rasa sakit ditambah sensasi terbakar, kurang lebih seperti itulah saya menggambarkan cubitan saya. Dan saat ini, beberapa saat setelah ide tulisan ga penting ini muncul di otak saya, ternyata ruas jemari saya sudah terlalu kaku untuk mempraktikkannya 😥 😥 😥 Dan setelah bersusah payah berusaha keras sedemikian rupa, diperolehlah foto cubit kepiting ala ayahmahes ini 😉

NB : Hingga tulisan ini tersimpan di draft tulisan saya, saya masih berusaha mengembalikan kelenturan jemari saya sehingga saya bisa kembali melancarkan operasi cubit kepiting saya, doakan saya ya! :mrgreen:

Uncategorized
17

Jujuuuuuuuuuuurrrr…

Jujur deh, waktu saya nge-klik opsi new post, saya blom tau mo nulis apa, hanya karena lagi pengen nulis aja makanya diberani-beraniin, gak tau deh ntar jadinya kek mana, bagi yang hendak membaca dimohon maklum jika nantinya anda merasa ada sedikit reaksi alergi seperti gatal-gatal, ruam di sekitar daerah lipatan, dan sesak nafas akibat mbaca tulisantakdirencanakan ini 😎

Trus cerita apa iniiii???

Mmmmm…

Yang jelas sekarang dua krucil saya sedang tidur sehingga saya bisa leluasa ber-haha hihi di dunia maya.

Mmmmm… Oiya, saya mo cerita spesifikasi karakteristik masing-masing anak aja deh, daripada yang mbaca (kalow ada) ntar malah kejang-kejang akibat overdosis tulisan ga jelas kek gini.

Yang jelas Risha (untuk selanjutnya disebut ADEK) ma Mahes (untuk selanjutnya disebut KAKAK) tuh beda, terutama jenis kelaminnya ❗

  • Adek jauuuuhhh lebih suka minum langsung dari sumbernya daripada minum dari dot, beda jauh dengan kakaknya yang sampe nangis-nangis gara-gara dipaksa nenen ke emaknya 😦
  • Adek mengalami perkembangan berat badan yang jauh lebih pesat dibanding sang kakak. Sekarang di umurnya yang baru 1,5 bulan BB-nya dah mencapai 5,2kg, sementara dulu kakaknya di umur segitu baru di kisaran 4 kiloan lah ya! Walhasil baju kakaknya dah ga ada yang muat di adek
  • Badan kakak lebih sekel dan methekol dibanding adek
  • Kakak lebih caper (baca : nangis), tiap kali badannya dienjusss ma bidan/dokter, nangisnya ampun-ampunan, sementara si adek cuma nangis bentar trus bobok lagi dwehhh -___-“

Mmmm..apalagi yak?! Kenapa tiba-tiba peruta saya merasa lapar ya??? Udah dulu deh kalow gitu, tak maem dulu, wokeihhh!
Kalow masih kurang bingung dengan tema tulisan saya kali ini, ni tak kasih poto krucils saya aja 😛

Ipin nyempil

Uncategorized
17

Si Pedas Manis

Eitsss.. jangan bilang “tumben gak mbahas precilnya!” dulu! 😎

Ni saya lagi pengen pamer tentang hasil berkebun saya beberapa waktu yang lalu, khususnya tanaman cabe saya yang alhamdulillah saat ini sedang berbuah. Nih cabe bukan sembarang cabe lho! Benihnya saya impor langsung dari rumah mertua tercintahhh di Klaten sana 🙂

Kenapa jauh amat nyasarnya tuh benih?! Cerita punya cerita waktu mudik lebaran 2011 kemaren, si menantu ini naksir ama berpot-pot tanaman cabe yang berbuah lebat dan merah menik-menik gitu. Dan menurut penuturan ibu mertua tercintahhh bahwa para cabe itu sangat dieman-eman oleh empunya yang tak lain dan tak bukan bapak mertua tercintahhh karena si cabe ini tipenya berbuah cepat dan banyak plussss rasanya unik : pedas dan sedikit manis. Karena kepincut cerita sang ibu mertua tercintahhh, langsunglah si menantu menghadap bapak mertua tersayang demi merayu meminta sejumput benih untuk ditanam di Jakarta coret Tangerang sana. Dan diperolehlah seplastik kecil buah cabe matang yang telah dijemur keringgg.

Sehubungan dengan masa cuti bersalin saya yang lumayan bikin bosen (1 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah persalinan) akhirnya dimanfaatkanlah waktu sebulan sebelum persalinan itu untuk berkebun. Tepatnya pada pertengahan Desember 2011. Dan alhamdulillah sang cabe tersebut telah berbuah dan rencananya akan saya perbanyak lagi sehingga suatu saat nanti kami tidak perlu membeli cabe untuk keperluan sambal menyambal 😎

Kenapa ga nanem cabe yang biasa ada di pasaran?! Udah pernah nyoba tapi kurang bagus euy! Jadinya dicabutinlah 3 pot berisi tanaman cabe ordinary ituhhh 😦

Oiya, mungkin saking tertariknya sama wujud cabe yang menul-menul ini, ada tangan iseng yang memetik hampir separuh buahnya 😦 dan hingga saat ini saya belum tau siapa pelakunya 😡

Ini dia sebagian penampakan si pedas manis tersebut, selamat menikmati! 😉

This slideshow requires JavaScript.

Uncategorized