PEROKOK YANG TAHU DIRI

Sebelum masuk ke inti cerita , silakan dibaca dulu dua pengalaman saya di bawah ini….

PERTAMA
Situasi jalan raya sedang  macet, stuck ga bisa jalan, trus ada 4 buah bajaj merah berbaris lengkap dengan asap knalpot hitamnya yang bisa bikin sesak seketika. Nah di saat-saat seperti itu tiba-tiba salah seorang pengendara motor di sebelah saya menyalakan sebatang rokok dengan cueknya!!! Astagaaaaaa… Seandainya saya bisa melihat paru-paru saya saat itu juga, mungkin warnanya sudah pekat kehitaman saking banyaknya asap yang saya hirup😥😥😥

KEDUA
Dulu waktu suka naek metromini yang entahlah si metro ini lolos uji emisi atow nggak sampe-sampe asap knalpotnya masuk ke dalam metro dan dihirup oleh kami para penumpangnya😦 Kebetulan saat itu saya duduk di kursi nomor dua dari belakang ketika seorang Bapak tidak yang duduk di belakang saya menyalakan sebatang rokoknya. Hmmm… alangkah indahnya asap yang tercipta dari gabungan asap knalpot metromini dan asap rokok si Bapak. Saya??? Melotot ke si Bapak dan kemudian si Bapak mematikan rokoknya🙂

Dua pengalaman di atas merupakan sedikit dari “pengalaman” saya bersama para perokok egois itu. Kenapa saya bilang egois?! Karena mereka merokok tanpa mempedulikan lingkungan sekitar, ga peduli ada anak kecil, ga peduli ruangan pengap, ga peduli tatapan mata sinis dari para “korbannya”, mereka teteup saja lempeng ngerokok!!! Mbok ya kalo ngerokok itu asepnya ditelan sendiri tho!!! Kalo emang gitu saya yakin pasti ga akan ada yang protes situ mo ngerokok berapa ratus batang pun, yakin deh!!!

Tapi malem Minggu kemaren untuk pertama kalinya saya menemukan seorang perokok yang TAHU DIRI. Lokasinya di salah satu warung makan di Bintaro tempat saya, suami, dan si kecil sedang menikmati soto Lamongan yang lezat itu🙂 Ketika si Mas Perokok ini memberesi barang bawaannya (hape dll) saya pikir dah selesai makannya, eh ternyata dia pindah tempat duduk ke tempat yang posisinya menjauhi kami kemudian menyalakan sebatang rokoknya dan menghisapnya dengan tenang. Saya langsung memberi kode kepada si ayah mengenai tindakan TERPUJI dan TAHU DIRI si Mas Perokok tersebut. Hmmm… Alangkah indahnya jika semua perokok seperti Mas Perokok ini, sehingga saya ga perlu marah-marah seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini🙂

Namun bagaimanapun, dunia akan lebih indah jika tidak ada perokok🙂

Tapi ntar ga ada pemasukan dari cukai rokok donk ya?!

Uncategorized

31 thoughts on “PEROKOK YANG TAHU DIRI

  1. saya nih mbak paling sering berantem sama perokok di angkot.. bayangin aja angkot secuil gitu, masih tega ngerokok pula…. heheeheh *emak2preman

  2. suamiku juga dulu waktu merokok, cuma merokok kalo lagi di rumah seorang diri…kalo di tempat umum lihat2 situasi dulu…istilahnya biar perokok berat tp bisa nahan dirilah…makanya waktu memutuskan utk ngga merokok lagi…gampang banget heheh….

  3. Bener itu mbak… harusnya para perokok belajar dari mas2 yang di warung makan Bintaro itu.. (Ah, bintaro, jadi kangeeen)
    sebenernya kan yang kita benci itu bukan perokoknya ya kan, tapi rokoknya..

  4. bunda mahes pa kabar..semoga selalu sehat, begitu juga dengan mahes dan si kecil yang dalam perut..:)
    hmmm..indahnya pengalaman bertemu dengan perokok yang bersikap terpuji…yang sering saya temukan adalah yang sebaliknya mbak..miris…
    semoga semua perokok kayak orang tersebut yah mbak..

  5. Yap, memang menghirup asap bekas dari paru2 orang lain terkesan.. menjijikkan…😦

    Eh tapi saya yakin seandainya di dunia ini gak ada rokok, pendapatan dari rokok akan tergantikan dari yang lain. Mungkin dari industri permen karet (sebagai pengganti rokok).😆

  6. dhe mah fine2 aja dengan para perokok bun, wong ayah dhe sendiri aja perokok akut.. tapi tetep saja selalu kesel kalo ada para perokok nggak TAHU DIRI tersebut, ngerokok sembarangan.. apalagi kalo pas di angkot tuh, kita lagi duduk asyik2, ee mendadak ada asep lewat dari belakang.. langsung BT seketika..😦

  7. Manners itu memang harus selalu dikedepankan …
    Memperhatikan sekeliling itu juga senantiasa harus selalu diingat …
    Siapapun dia … perokok atau pun bukan perokok …

    Salam saya Bunda Mahes

  8. mereka (perokok disembarang tempat) biasanya berlindung dibalik hak asasi kebebasan berekspresi, tapi lupa (atau pura-pura lupa) kalo kita yang ngga merokok juga punya hak asasi untuk tetap sehat (dengan menghirup udara bersih)😀

  9. salut buat si perokok tau diri
    selama ini aku belom pernah bertemu dengan perokok yang seperti itu
    biasanya sih selalu yang egois dan menyebalkan!

  10. Pingback: Mommy Bloggers: The Next Big Thing! « Rahasia Otak

  11. Dulu sering aku jumpai orang perokok yang tak tau diri di dalam bus. Bagaimana jengkelnya kalau pas di depan atau dibelakang kursi kita ditempati orang yang seenaknya merokok tanpa mempedulikan yang ada disekitarnya.

  12. Mbak,, numpang mampir, tadi sedang search “Baby Walker” untuk anak saya.
    eh, terdampar kesini..

    sedikit komen,nih,,
    saya seorang perokok (berat)
    tapi ada dua hal yang paling saya hindari,,

    – merokok di dekat perempuan
    – merokok di dekat anak-anak.

    gak tega rasanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s