Permohonan Maaf

Suatu hari saya sedang menjadi bagian dari penyelenggara sebuah rapat yang pesertanya terdiri dari Eselon I dan Eselon II, dan seperti biasa saya menjadi notulis🙄

Nah, salah satu dari peserta rapat tersebut terdapatlah seorang Bapak Eselon II yang murah senyum, ramah, dan tidak membeda-bedakan apakah seseorang itu seorang pelaksana atau pejabat. Salah satu indikatornya adalah si Bapak mau berjabat tangan dengan seluruh peserta rapat, hal ini selalu dilakukan beliau di setiap kesempatan rapat.

Dan sepertinya rapat terakhir yang diikuti adalah rapat yang bisa dikatakan menjatuhkan harga diri beliau sebagai seorang pejabat eselon II (mulai lebayyyyy). Apa sebab??? Karena saya (yang biasanya “ngumpet” dari acara salam-salaman dengan si Bapak) ketangkep basah lagi ada di meja persis di depan si Bapak, walhasil diulurkanlah tangan beliau dan dengan wajah sangat menyesal dan senyum yang dimaksimalkan seoptimal mungkin, saya hanya bisa menangkupkan tangan saya dan tidak menyambut jabat tangan si Bapak. Meskipun si Bapak sempat tertegun beberapa detik, akhirnya beliau maklum dan memahami tindakan saya😎

Maaf ya Paaaaaaaaaaaaak…..😥

Smoga saya nggak seperti pak Tifatul yang beberapa waktu lalu sempet “khilaf” berjabat tangan dengan Bu Michelle Obama. Oiya, tulisan ini hanya sebagai pengingat saya pribadi tanpa bermaksud untuk menyinggung pihak manapun.

63 thoughts on “Permohonan Maaf

  1. Insya Alloh sekarang semua orang sudah paham jika ada seorang hanya memberikan “isyarat jabat tangan” tanpa bersentuhan. Saya juga akan melakukan hal yang sama.
    Jadi niat baik Insya ALloh balasannya juga baik

  2. Tidak perlu minta maaf saya rasa …
    Karena tidak ada yang salah …

    Dan saya rasa beliau pasti juga bisa mengerti

    Salam saya Bunda Mahes

  3. Tak sedikitpun merasa dijatuhkan harga diri saya ketika saya mengulurkan tangan di tanggapi dengan menangkupkan tangan di depan dada oleh seorang perempuan yang bukan mukhirm. Justru, saya merasa dihormati sekaligus diingatkan tentang sesuatu yang sering di sepelekan atas nama persahabatan / pergaulan. Saya rasa, beliau pun berpandangan tak jauh berbeda, hanya saja setiap kita tak luput dari khilaf, termasuk beliau saat itu.

    • @ Om Nh
      semoga ya Om!

      @ Asop
      bukanlaaah.. atasanku mana ada yang begitu!
      *ups keceplosan

      @ abi sabila
      kok susah banget ya komen di blog barunya Bi?!😥
      *atow saya yang blom tau caranya?!

  4. Masing-masing orang punya kepercayaan dan keyakinan yang diyakininya benar, tugas kita menghargai dan menghormati keyakinan seseorang itu. Aku pikir Bapak itu mengerti kok.

  5. bun, kalo yang muslimah dan berkerudung, insya Alah banyak yang faham kok, meskipun saya pernah diceramahin polisi gara2 diajak salaman saya cuma nyatukan tangan di dada….. hihihihi….
    tapi klo suami nih yg kasian … dia curhat kalo salaman ga sentuhan sama perempuan, tangannya suka diserobot hehehehe…

  6. Sang eselon itu boleh saja ngajak salaman dengan siapa saja tapi jangan sampai salaman nya jadi salaman genit:mrgreen:😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  7. hohoho.. ya moga aja si bapak maklum tante.. kalau enggak ya semua perbuatan kan punya risiko:mrgreen: termasuk enggan berjabat tangan lawan jenis🙂

  8. Halo Bunda… salam kenal. Ini tulisan yang menarik. Saya jadi sempat tertegun dan bertanya-tanya. Sebenarnya hukumnya gimana ya bun, kalo wanita dan pria yg bukan muhrim bersalaman? Maaf ya bun, jangan diketawain kalo pertanyaannya terkesan dangkal. Hehehe, terima kasih sebelumnya. Wassalammualaikum.

    • maaf baru bales, komennya masuk spam😀

      Telah berkata ‘Aisyah: “Tidak pernah sekali-kali Rasulullah Saw menyentuh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Bukhari Muslim].

      semoga sepotong hadits itu dah cukup menjawab pertanyaannya ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s