24

REPOST

Jakarta – Pada September nanti Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak bakal melakukan program Sensus Pajak Nasional (SPN). Masyarakat jangan mau ditipu dan ditakut-takuti petugas pajak.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pajak Fuad Rahmany ketika ditemui di kantornya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

“Yang namanya orang sensus dia tidak mengambil duit. Jadi kalau ada yang menipu-menipu ngapain, nggak dapat duit kok. Ya benar memang ada yang menakut-nakuti. Masyarakat jangan tertipu,” ujar Fuad.

Supaya masyarakat tidak tertipu, Fuad menyatakan para aparatnya akan memperlihatkan surat tugas untuk sensus. “Ada surat tugasnya nanti, kita nggak usah terlalu khawatir juga,” ujarnya.

Menurut Fuad, saat ini masih banyak orang yang membayarkan pajaknya kepada pegawai pajak. Padahal, pegawai pajak bahkan di kantor wilayah pajak sekalipun tidak berhak memungut pajak wajib pajak.

Pajak ini banyak yang nggak tahu, seolah-olah bayar pajak di kantor pajak. Kantor pajak nggak pernah menerima uang pajak. Jadi kalau ada orang kasih uang ke Gayus goblok saja. Ngapain? Kalau ada orang bayar pajak terus nitip uang ke pegawai pajak itu salah besar, berarti dia ketipu,” tegasnya.

Fuad menyatakan untuk pembayaran pajak bisa dilakukan di bank-bank terdekat maupun kantor pos. “Bayar saja lewat bank, yang namanya Kantor Pajak itu tidak ada kas untuk menerima uang pajak. Ini banyak yang masih belum tahu,” tegasnya.

Terkait persiapan SPN, Fuad menyatakan pihaknya sudah melakukan pelatihan terhadap pelatih petugas sensus. Nantinya, sekitar 3.000 petugas sensus baik dari dalam maupun diambil di luar Ditjen Pajak disiapkan untuk melakukan sensus yang difokuskan pada tempat usaha.

“Kita juga merekrut pegawai non PNS, tapi ini sifatnya temporer, jadi bukan honorer. Sudah mulai direkrut di beberapa tempat, pendataannya seperti di Karang Taruna, nanti kita seleksi lagi,” ujarnya.

Sensus ini akan dilakukan pada akhir September selama sekitar 3 bulan dengan target wajib pajak yang lebih dari 1,5 juta wajib pajak baru yang bisa terangkul.

“Dalam 3 bulan ini kita harapkan bisa jangkau 1,5 juta wajib pajak lebih, tapi masih di bawah 2 juta,” tandasnya.

REPOST dari detikfinance

Sekedar share ^_^

63

Permohonan Maaf

Suatu hari saya sedang menjadi bagian dari penyelenggara sebuah rapat yang pesertanya terdiri dari Eselon I dan Eselon II, dan seperti biasa saya menjadi notulis 🙄

Nah, salah satu dari peserta rapat tersebut terdapatlah seorang Bapak Eselon II yang murah senyum, ramah, dan tidak membeda-bedakan apakah seseorang itu seorang pelaksana atau pejabat. Salah satu indikatornya adalah si Bapak mau berjabat tangan dengan seluruh peserta rapat, hal ini selalu dilakukan beliau di setiap kesempatan rapat.

Dan sepertinya rapat terakhir yang diikuti adalah rapat yang bisa dikatakan menjatuhkan harga diri beliau sebagai seorang pejabat eselon II (mulai lebayyyyy). Apa sebab??? Karena saya (yang biasanya “ngumpet” dari acara salam-salaman dengan si Bapak) ketangkep basah lagi ada di meja persis di depan si Bapak, walhasil diulurkanlah tangan beliau dan dengan wajah sangat menyesal dan senyum yang dimaksimalkan seoptimal mungkin, saya hanya bisa menangkupkan tangan saya dan tidak menyambut jabat tangan si Bapak. Meskipun si Bapak sempat tertegun beberapa detik, akhirnya beliau maklum dan memahami tindakan saya 😎

Maaf ya Paaaaaaaaaaaaak….. 😥

Smoga saya nggak seperti pak Tifatul yang beberapa waktu lalu sempet “khilaf” berjabat tangan dengan Bu Michelle Obama. Oiya, tulisan ini hanya sebagai pengingat saya pribadi tanpa bermaksud untuk menyinggung pihak manapun.

29

PMS BPS

Aktor utama 1   : Bapak pengayuh sepeda (BPS)

Aktor utama 2   : Pengendara mobil Swi*t silver (PMS)

Figuran 1          : Bunda Mahes

Figuran 2          : Ayah Mahes

BPS sedang mengayuh sepedanya, sedikit terengah berusaha berdamai dengan jalan menanjak yang tengah dilaluinya. Dua meter di belakang BPS, PMS sibuk membunyikan klakson mobilnya, berharap BPS menggeser posisinya dan memberikan sedikit jalan sehingga PMS bisa meluncur dengan gemulai . Namun (mungkin) karena BPS sedang tersengal, dihiraukannya-lah bunyi klakson itu. PMS membunyikan klaksonnya lagi, BPS menoleh menatap kesal tanpa berusaha meminggirkan sepedanya. PMS kesal melihat laju sepeda BPS yang tak kalah lambat dengan seekor siput, dibunyikannya lagi klaksonnya, BPS menoleh lagi, kesal, tetap di tengah.

BM         : Yah, BPS kan naek sepeda tuh, gimana kalo saking keselnya dia, dia berhenti trus ngambil batu trus dilemparin ke PMS?

AM         : Nggak gitu, BPS akhirnya ngasih jalan sambil ngeluarin celurit, nah ketika PMS lewat digoreslah badan mobil PMS…

Kemudian kami melaju melanjutkan perjalanan ke kantor masing-masing :mrgreen:

Te Ka Pe

Sepertinya BPS mengalah…End of story….

NB :
Njagani takutnya ada yang penasaran, TKP peristiwa di atas di Jl. Bungur, deket Iskandar Muda 😎

Uncategorized
46

Pastel Risoles

Bukan…

Saya ga mo nulis tentang resep dua makanan itu kok, soalnya kan kita dah punya ahlinya yang tak lain dan tak bukan teh Nchie 😳

Suatu sore ketika saya hendak menuju ke kamar yang berukuran kecil, bertemulah saya dengan pak satpam (iya, satpam yang sama yang ngasih saya mangga itu lho!). Melihat di dekatnya terhampar deretan (wadah) snack, mendekatlah saya yang sedang dilanda rasa SETENGAH LAPAR ini.

BM : Snacknya yang masih ada apaan mas?!

PS : Risoles, Mbak!

BM : (ga terlalu suka risoles tapi masih penasaran dengan wujudnya) hmmm..nggak ah!

PS : Iya, tinggal risoles doank..

BM : Ya udah makasih…

Dalam perjalanan menuju kamar berukuran kecil tersebut, dahi saya terlipat menjadi berlipat-lipat (smoga Anda ndak bingung bacanya). Saya heran, sekaligus bertanya-tanya, percakapan tadi itu saya yang salah denger atow emang pak satpamnya yang salah sebut… Gimana nggak heran lha wujud risoles yang dimaksud oleh pak satpam itu seperti ini……….

Apa trend risoles taun 2011 ganti jadi kaya gini ya?! Atow pastel ini adalah hasil hubungan gelap antara risoles dan combro?! Entahlah… Yang jelas, satu pelajaran yang saya petik hari itu : baik-baiklah dengan pak satpam, karena kita akan sering-sering dikasih info tentang keberadaan makanan seperti kejadian sore itu :mrgreen:

PS : Sebenernya postingan ini dah lumutan saking lamanya kesimpen di draft 😀

Uncategorized