Buah Si(w)alan!

Pernah liat abang-abang penjual buah di bawah ini ?

This slideshow requires JavaScript.

Yup, dia adalah siwalan atow buah lontar. Pertemuan pertama saya dengannya ketika sedang mengikuti rombongan study tour sekolah tempat Bapak mengajar biasalah, anak wedhok nginthil terus 😳 Saat itu kami sedang istirahat sholat di sebuah masjid tak jauh dari lokasi wisata Tanjung Kodok, Lamongan. Sambil menunggu anggota rombongan yang masih antri sholat, mata kecil saya menatap nanar ke sekeliling masjid mencari sesuatu yang menarik hati, dan saat itulah saya melihat sebuah penampakan yang luar biasa. Seorang penjual sedang menguliti buah siwalan dan kemudian membungkusnya dalam kemasan plastik, satu plastik berisi 3 buah dan dihargai sekian rupiah (lupa persisnya berapa :?)

Meskipun saat itu blom tau si buah itu buah apa, tapi berhubung saya tertarik terhadap penampakannya yang mirip dengan perpaduan antara buah kelapa+kolang kaling+rambutan❓ saya putuskan untuk membelinya. Dan dugaan saya benar! Buah itu kenyal, segar, sedikit manis, dan berair di dalamnya, jadi ketika kita memakannya akan didapat sebuah sensasi “meletus” yang kurang lebih sama dengan jika kita makan kue klepon. Dan saya menyesal karena hanya membeli sebungkus buah siwalan, karena begitu nyampe rumah, sepupu saya yang sedang hamil juga ikutan malak sebungkus siwalan itu. Demi menjaga calon ponakan dari iler yang membabi buta, akhirnya saya relakan juga😥

Nah, dalam 6 tahun berikutnya saya lose contact dengan buah langka ini😦

Pertemuan kedua terjadi setahun yang lalu di bawah jembatan penyeberangan di dekat Puskesmas Jatinegara. Seplastiknya dihargai 7 ribu rupiah, ketika saya nanya ke penjualnya tentang asal muasal si buah dagangannya, dijawabnya bahwa buah itu didatangkan dari Tuban, Jawa Timur🙄

Pertemuan ketiga, Jumat lalu waktu lagi hunting menu makan siang di sekitar PLN Pusat, lagi-lagi saya ketemu dengan bapak penjual siwalan. Salah seorang pendamping saya, sebut saja Teh QQ, sama sekali tak tahu menahu tentang buah ini. Dan memang ketika saya sedang menunggu si bapak ngupas buah ini, beberapa orang tertarik untuk melihat proses pengupasannya dan (mungkin) penasaran seperti apakah buah siwalan ini. Sekantongnya 10 ribu dengan isi 10 buah siwalan seukuran kolang kaling, rasanya?! Mak serrrrrrrr…. Glenyer-glenyer gimanaaa gitu!😳 Oiya, waktu saya wawancara si bapak penjual, lagi-lagi dia bilang kalow si buah ini didatangkan dari Tuban, Jawa Timur. Hmmm.. emangnya ini buah endemik ya?!:?:

gambar diambil dari google.com

24 thoughts on “Buah Si(w)alan!

  1. baru pernah denger mbak, atau mungkin pernah denger tapi lupa.. yang jelas belum pernah makan juga itu buah..
    boleh deh mbak kalo mau ngirim hehe..

  2. sudah lamaaaaaaaaaaaaaaa banget liat penjual buah ini dimana2, tapi untuk mencobanya saya blom punya nyali yang cukup *lebay*.
    tapi hari ini karena rekomendasi dari bundamahe, sepertinya saya akan membeli buah siwalan ini agar tidak sampai (mati) penasaran saya hihihihi

  3. udah pernah makan, dan rasanya biasa aja.. mirip es degan, kenyil-kenyil gitu.. tapi koq nggak ketagihan ya.. hayo looh, jangan2 ngidaam??

  4. hahaha…mak serrr…
    hihi..
    bunda, tau nggak…desa saya (tunsa) itu nama kecamatannya adalah SIWALAN.
    mungkin karena dulu banyak buah siwalan di sana.😀

  5. Buah siwalan kan banyak banget bun yang jual di pinggir jalan.
    Nanya bolak-balik ke penjualnya dari mana asal si buah, karena penasaran apa karena ga percaya mbak ???:mrgreen:

  6. Bukan pohon endemik. Siwalan atau Borassus flabellifer tumbuh tersebar di Asia Selatan dan Tenggara. Di Indonesia tumbuh diberbagai daerah terutama daerah yang kering. Di Jawa banyak tumbuh di Jatim dan Jateng bagian timur seperti Rembang dan Pati timur.
    Di Tuban, pohon ini memang banyak budidayakan. Keknya coba diangkat sebagai salah satu komoditas khas daerah tersebut. Layak saja jika kemudian terkenal hingga Jakarta. Layaknya salak Pondoh yang dari Yogya ataupun Duku dari palembang.

  7. Bunda mahes, sukses membuat saya ngiler berat….:( saya jadi kangen siwalan …hayo tanggung jawab di Bintan ini nggak ada yang jual lho..
    jad ingat kenangan 1 bulan hidup di Tuban dalam rangka Public consultationnya Blok Bojonegoronya EXXONMObile…hiks…kangen berat kelezatan buah siwalan neh..

  8. Kayaknya memang adanya cuma di daerah Lamongan-Tuban, Mbak… Di tempat saya juga adanya diperbatasan Lamongan. Sepertinya memang jarang yg tahu. Di Jogja jg sama sekali gak ada yg tw.

    *Maaf, numpang ikut komentar juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s