Sekolah Orang Tua, Adakah?

Seandainya ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua yang BAIK, maka saya akan menjadi pendaftar pertamanya!❗

Ya, saya bersedia mengeluarkan kocek berapapun besarnya demi memperoleh ilmu tentang bagaimana cara menjadi orang tua yang BAIK. Saya rela mengorbankan waktu saya, berapapun lamanya, untuk memperoleh predikat MUMTAZ dalam mendidik anak-anak saya. Saya ikhlas, sungguh!

Sayangnya, sekolah itu tidak ada, Sayang!

Bunda hanya bisa berguru pada pengalaman para orang tua yang telah lebih dulu memiliki anak. Pun, mempraktikkan saran-saran dari para tetua di keluarga kita, dan tentunya ditambah bekal yang diperoleh dari internet maupun buku-buku tentang parenting.

Tentu saja, semua itu hanya teori, yang pada praktiknya tak selalu sesuai dengan sebagaimana disebutkan dalam teorinya. Ada banyak keunikan disana. Unik, Sayang! Karena bunda ga akan pernah menyebutnya BANDEL atau NAKAL, dan sejenisnya.

Memang, ada saat-saat dimana Bunda merasa putus asa dan bersedih melihat engkau bersikukuh dalam “keunikanmu” namun saat itu juga Bunda semakin terpacu untuk mencari jalan keluarnya, untuk membuat hari-hari kita semakin indah untuk dijalani. Dan satu hal yang sangat sangat Bunda hindari, yaitu menyakiti tubuh halusmu! Tidak, Sayang! Tubuhmu masih terlalu suci untuk Bunda kotori dengan segala bentuk kekerasan yang selama ini Bunda dengar dari berbagai media. Lagipula, kekerasan tidak lantas membuat segalanya menjadi lebih baik. Kekerasan hanya akan semakin menebalkan dinding kebencian di hatimu, dan suatu saat akan berbalik menyerang kami, orangtuamu. Dan bukan tidak mungkin jika kekerasan itu masuk ke alam bawah sadarmu dan kemudian kau praktikkan kepada keluargamu nantinya, Bunda tidak mengharapkannya!😥

Dengan tindakanmu memungut makanan yang telah jatuh ke tanah, bukan berarti Bunda tak peduli dengan kesehatanmu, Bunda hanya ingin menambah kekebalan tubuhmu terhadap hal yang remeh temeh itu. Dengan bunda membiarkanmu mengeksplorasi semua peralatan masak Bunda, hingga membongkar peralatan pertukangan ayah, tak ada maksud lain selain membiarkanmu merasa ingin tahu dan kemudian berusaha memuaskanmu dengan jawaban-jawaban yang kami berikan. Dengan membiarkanmu terjatuh dari kardus susu yang kau naiki dan tidak memelukmu ketika kau menangis, bukannya Bunda kejam, tapi Bunda hanya ingin kau merasakan konsekuensi atas segala perbuatan yang kau lakukan. Bunda hanya ingin kau belajar, Sayang!

Saat ini, seorang batita sudah mampu mengoperasikan game online, anak SD sudah mempunyai akun di jejaring sosial, anak SMP… Ahhh.. Bunda tak tau dan tak bisa membayangkan teknologi macam apa yang akan ada di jamanmu nanti. Bunda hanya bisa memantau (dan berharap) bahwa teknologi itu tak lantas membuatmu teracuni efek-efek negatifnya. Yang bisa kami lakukan sebagai orangtuamu adalah memperkokoh dasar agamamu, satu-satunya pegangan yang dapat diandalkan dalam mengarungi tahun demi tahun yang kau lalui di masa mendatang.

Sayang, Bunda cuma ingin bilang…

I am not a perfect mother and I’ll never be.
You are not a perfect child and you will never be.
But put us together and we will be the best mother and child we would ever be
***Zoraida Pesante***

================================================================================

Selamat ulang tahun ke 20 dan ulang tahun pernikahan yang pertama untuk dek Uzlifathul Fitriah dan Arief Bayu Saputra semoga selalu berada di dalam lindungan Allah SWT, dikaruniai keturunan yang sholeh/sholehah, dan rumah tangga yang sakinah, wish you all the best!😉

Artikel ini saya sertakan dalam April Mei Bayu Family Berbagi yang diselenggarakan oleh Arif, seorang blogger asal Jember yang sedang menanti kehadiran buah hati tercinta😳

Create your own banner at mybannermaker.com!

44 thoughts on “Sekolah Orang Tua, Adakah?

  1. saya belum pernah menjadi orang tua, tapi yang pasti menjadi orang tua adalah suatu kebanggaan sebab kita dipercaya untuk menjaga makhluk Tuhan yang baru turun ke bumi

  2. emang nggak ada manual buat mendidik anak, biasanya trial and error. makanya penting buat ibu-ibu cari tahu banyak hal dan apa tujuannya..

    hahaha… susah yah mendidik anak.

    semoga menang kontesnya! ^_^

  3. Klo saya, mau nyari sekolah untuk jadi istri soleha dulu aja Bun, baru ntar nyari sekolah untuk jadi ibu yang jempolan hehehe

    Semoga menang kontes ya Bun🙂

  4. Dengan membiarkanmu terjatuh dari kardus susu yang kau naiki dan tidak memelukmu ketika kau menangis, bukannya Bunda kejam, tapi iseng. wkwkwkkwkw

      • beneran. tapi ya itu cuma teori.
        kalo pelajaran scara langsung kan sudah kita dapat waktu kecil, melihat orang tua kita bagaimana mendidik anak-anaknya..🙂

        salam

    • @ teh Orin
      aaaaaahhh.. si teteh bisa ajyahhh!!!😳

      @ Arif
      essip! tengkyu ya Rif!

      @ mbak Hilsya
      yesss! ada temennya! tar berangkat sekolahnya bareng ya Mbak!😀

  5. Sebenarnya memang ga pernah ada sekolah buat orang tua..tapi setidaknya mengikuti pelatihan tentang bagaimana menjadi ortu shaleh sih ada..
    tapi teori tidak sesuai kenyataan ya Bun..
    yah kita sama2 mendoakan saja supaya menjadi orang tua yang terbaik buat anak2nya..amin..

    sukses ya Bun..

  6. setiap orang tua unik begitu juga anak, kadang tidak bisa menyamakan gaya mendidik orang tua satu dengan orang tua yang lain karena anak-anak mereka juga berbeda. Tapi aku percaya kalo emaknya bahagia anaknya akan jadi bahagia (biasanya kalo emaknya stress sasarannya anak🙂 makanya emaknya harus happy dulu.emaknya soleha insya Allah anaknya akan jadi anak yang sholeh dan sholeha, emaknya pinter anaknya juga pinter. betul bunda yang namanya belajar itu ngga mengenal usia, belajar tidak hanya sekolah…belajar juga dari pengalaman dan kehidupan. Yuk mari kita belajar bareng🙂

    • @ mama Ina
      iya Mbak, ga bisa disamaratakan antara anak satu dengan yang lain

      @ partnerinvain
      ayooook belajaaaaaaaaaaaar!

      @ Uda Riki
      yup! belajar dari anak-anak

      @ kak Julie
      emang dimana kak sekolahnya???
      *kangeeeeeeeeeeeennnn

  7. teknologi itu tak lantas membuatmu teracuni efek-efek negatifnya. …

    Aammiiinnnn …

    Ini hal yang juga sangat kami takuti

    Salam saya Bunda Mahes

  8. Saleum,
    Pengalaman adalah guru yang terbaik, itu yang sering saya dengar bun, entah hanya simbolisasi semata saya juga gak tau. Namun saya yakin anak2 cuma butuh perhatian pendidikan agama yang kuat dari ortu untuk tdk terjerumus ke arah negatif. dan itu yang telah saya terapkan untuk junior saya yang sekrang sudah berumur 6 Tahun.
    saleum dmilano

  9. kerennn…
    eh ini kontes buat yang udah punya anak aja.. yakk
    *centil pengen ikutan*
    tapi emang bener sich bunda…
    mama ku juga ngedidik kita kaya bunda…
    bandel kaya apa juga di diemin,,
    kata mama ..biarin aja…
    anak kecil…itu bukan nya NAKAL.tpi sebenernya mereka banyak AKAL..

  10. Meskipun tanpa lembaga formal, sejatinya kita selalu bersekolah.
    Selamat ultah buat Uzlifathul Fitriah dan Arief Bayu Saputra. Kok barengan sama ultah blog saya?.

  11. hmm…
    Sekolah untuk anak-anak aja sudah susah, apalagi kalau ada sekolah untuk orang tua…🙄

  12. selalu belajar dari pengalaman dan dari situ kita belajar benar tidaknya tindakan kita kepada anak-anak kita

    sukses ya bun buat lombanya

  13. Hm…dalam parenting class, banyak sekali materi berbagai teori pengasuhan….

    Sebenarnya, dgn sering mengikuti parenting class, kita jd banyak tahu permasalahan ortu yg berlainan dalam forum sharing yang biasanya disediakan khusus dalam satu sesi, dari sinilah banyak masukan ide2 menyelesaikan permasalahan dalam pengasuhan.

    Ayo ka, kamu bisaaaa…

    Kalau mau, kumpulkan saja 15-20 ortu, terus undang deh pembicara…kalo di sekolah Istiqlal semua ortu wajib ikut parenting class 3 hari yang materinya dari Buah Hati, bagus deh….coba add aja FB-nya Rumah Parenting, kadang ada kok pelatihannya di Bintaro🙂

    semangat!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s