Harga vs Kualitas

Ono rego ono rupo

Saya belum menemukan versi Bahasa Indonesia yang benar-benar mewakili makna dari ungkapan Jawa ini. Nanya ke suami juga ndak tau dah lebih menyarankan ditulis versi aslinya aja karena (katanya) kalo pake bahasa Indonesia malah jadi kedengeran aneh.

Saya sempat berusaha menerjemahkannya menjadi “Ada uang ada barang” tapi jawaban tersebut langsung saya tepis jauh-jauh karena artinya dah beda lagi. Jadi intinya adalah bahwa harga suatu barang menunjukkan kualitasnya.

Ya sudahlah, daripada kepanjangan nulisin latar belakang ditulisnya artikel ini, lebih baik langsung saja saya bahas pokok permasalahannya:mrgreen:

Jadiiiiiii… beberapa hari terakhir ini saya disibukkan dengan mencari sebuah suthil (sodet,Ind) untuk memasak karena suthil yang saya miliki dah oglak-aglik dan lapisan keramik di gagangnya pecah sehingga ga bisa digunakan untuk mengencangkan mur yang menyebabkan oglak-agliknya sodet tersebut.

Nah, pas akhir pekan kemaren ketika sedang melakukan ritual belanja bulanan (eh jeng, harga minyak goreng naik lho!) bertemulah saya dengan para calon pengganti sodet tersebut. Dari sekian banyak yang ditawarkan, akhirnya pilihan saya jatuh kepada salah satu sodet yang memiliki kontur menyerupai sodet yang saya miliki di rumah. Ketika saya lihat label harganya, terpampang sebuah harga yang 4 kali lipat dibanding sodet yang saya beli 4 tahun lalu tersebut. Sedikit ragu untuk membelinya, namun karena saya benar-benar membutuhkannya, masuklah si sodet ini ke troli belanjaan saia:mrgreen:

Keesokan harinya, saya lakukan uji coba pada si sodet baru , hasilnya??? Huhuhuhu… mengecewakan!!! Pinggiran sodet baru ini terantuk-antuk menyusuri pinggiran wajan tempat saya memasak, jadinya ya ndak seru gitu masaknya!😕

Aaargghhhhhhhh.. ternyata ungkapan ono rego ono rupo tidak berlaku dalam kasus sodet ini! Sodet yang lama yang saya beli pada awal tahun 2007 lalu hanya seharga 3ribu rupiah dan mampu menemani saya dalam 4 tahun pertama pernikahan saya, lhah ini yang harganya 4 kali lipatnya lha koq baru pertama make aja dah ndak pas?! Hiks..

Terlepas dari kasus sodet di atas, sebaliknya, ada beberapa kasus yang mampu membuktikan keampuhan ungkapan ono rego ono rupo tersebut, di antaranya :

1. Parfum
Ya bedalah ya kualitas antara eau de toilette dengan eau de parfume, harganya??? Ya jelas beda juga!!! Tapi khusus parfum ini, si ayah lebih suka jika saya make cologne yang harganya “hanya” setara dengan harga sodet baru saya😳

2. Tas
Ga perlu dijelasin ya!

3. Sepatu
Ini juga ga perlu dijelasin😀

4. Pakaian
Naaaaaaah..ini dia yang kadang-kadang membingungkan saya!😀
Lha koq bisa pakaian yang bahannya kasar yang kalo dipake (sepertinya) akan terasa gatal di kulit harganya selangit??? Trus pakain yang “kurang bahan” harganya bisa jutaan lho! Kok bisaaaa???

5. Kertas
Beda donk antara kertas A4 yang 60 gram, 70 gram, dan 80 gram??? Harganya beda, peruntukannya beda, “rasa” pas megangnya juga beda

Kesimpulannya adalah bahwa ungkapan ono rego ono rupo tersebut tidak bersifat mutlak, melainkan relatif, tergantung pada obyek pembandingnya, iya tho???

P.S.
Sssssssttt.. saya sedang jatuh cinta ke salah seorang blogger!!!😳

gambar diambil dari sini

34 thoughts on “Harga vs Kualitas

  1. Mbak Ika… aku enggak ngurusi harga.. aku cuma ngurus siapa gerangan manusia yang dicintai itu hahaha

    oh ngerti aku wis….. paling si Ayaaaaaaaaaah hehe

  2. awalna qu mikir keras masalah sodet,, tapi belakangnya,, malah mikir siapa yg telah merebut hati mu bund ??? pengen tauuuuuuu .. hehehe 🙂

  3. Saya sih pinginnya berkualitas tapi murah wal hasil nyari yang second…hehehe kan duit masih minta jadi harus irit

  4. wah belanja bulanan, mau donk😀

    perihal parfum mah ada yg kualitas setara klo di bandung sih di paledang atau depan dago plaza bandung, hehe.

    baju banyak yang murah namun nyaman di gunakan. hoki2an juga sih bunda😀

    keren tulisannya. lanjutkan..:)

  5. Kalau aku nyebutnya sudip mbak, he..he.. Susah kok nyari alat dapur yg sreg di hati, ada yg gampang meleot. Aku nggak ikutan nanya2 ah jatuh cintanya sama siapa, tapi kl mau dibisikin aku bisa pegang rahasia kok.

  6. mbak ika, sumpah, aku dah punya suami lho, dah mau punya anak malah, mbok jangan jatuh cinta sama aku, aku gak enak lho kalo gak bisa mbalesnya..😛

    soal sodet, no komen lah.. hihihi..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s