Ngapal bukan Kapal

Ngapal, begitu biasanya saya menyebutnya. Ngapal yang dimaksud disini bukanlah kegiatan menghafal melainkan penebalan pada kulit yang mengakibatkan permukaan kulit tertentu menjadi lebih keras dan kadang terasa nyeri kalo ditekan.

Berikut saya kutipkan sedikit penjelasan mengenai Ngapal/Kapalan ini :

Kapalan adalah suatu bagian kecil kulit yang mengeras akibat suatu tekanan atau gesekan yang terus menerus, biasanya pada tangan dan kaki.

GEJALA

1. Kulit yang mengeras

2. Nyeri jika tertekan.

PENYEBAB

1. Gesekan terus menerus disebabkan oleh sepatu yang sesak

2. Alat tulis dan peralatan berat yang selalu dipegang.

YANG DAPAT ANDA LAKUKAN

1. Gunakan kasa/plester yang khusus

2. Oleskan krim pelunak kapalan sebelum menghilangkan bagian kulit tersebut dengan cara mengikir/menggosok dengan batu apung

3. Periksa ke ahli perawatan kaki.

PENCEGAHAN

1. Pilih sepatu yang enak dan cukup lebar di bagian jari-jari kaki

2. Istirahat secara berkala apabila harus menulis banyak atau selama menggunakan peralatan berat

3. Oleskan lanolin/pelembab untuk menghaluskan kulit.

bukan kaki saya tentunya

Dari penjelasan di atas membuat kening saya sedikit berkerut karena selama ini saya ga pernah nulis pake pensil/pulpen hingga berhalaman-halaman, saya juga jarang pake sepatu (ups! Jangan bilang-bilang yak!), tapi kenapa si kapal ini masih menghinggapi saya juga?!

Emang sih kalo ditelusuri hingga ke atas-atas sana, keluarga saya tuh penderita ngapal berat! Bahkan telapak kaki Bapak saya berubah warna menjadi kuning saking tebalnya si kapal ini. Wajar lah yaaa..lha wong tiap hari selalu ke sawah dengan kondisi kaki yang nyeker.

Meskipun “penderitaan” saya tidak terlalu parah jika dibanding Bapak, tapi tetep aja ngerasa risih! Di bagian telapak kaki dan jempol kaki merupakan daerah yang mengalami ngapal paling parah😥

Awalnya saya ga menganggap si kapal ini sesuatu yang mengganggu. Namun ketenangan itu terusik sejak si ayah protes ketika melihat si kapal ini bertengger dengan kakunya di jempol kaki plus tumit yang pecah-pecah dan sedikit kapal di telapak tangan saya. Sebagai istri yang baik dan sholihah (insyaAllah :oops:) kontan saya kalangkabut mencari pemecahan dari masalah ini. Gugling dapet produk pengikir kapal yang terbuat dari batu apung, okeee..saya beli! Begitu si alat dah nyampe ke pangkuan, langsung saja dengan semangat mengikir si kapal ini.

Kikiran pertama berhasil bertahan kurang lebih seminggu pertama. Minggu selanjutnya??? Terserah saya..🙄

maaf ya kalo endingnya nggantung begini, otak lagi mengalami kram

gambar diambil dari blog ini

21 thoughts on “Ngapal bukan Kapal

  1. memang batu apung paling ampuh buat mengikis kulit yang kapalan mbak. saya sendiri sih belum pernah coba, soalnya terakhir kali kapalan gara-gara ngotot belajar gitar, kalo dikikis pakai batu apung rasanya sakit banget😦

  2. saya malah pernah yang paling parah, bund..
    pernah kena mata ikan di jempol kaki..
    sebagai “calon suami yang shalih”, waktu itu..
    akhirnya saya bersihkan rutin dengan sabun colek..
    dan tarara..
    akhirnya kutil mengerikan itu pergi…

    semoga bermanfaat —-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s