Saya dan Kopi

Kopi..kopi..kopi..

Begitu teriakan si kecil tiap kali melihat saya membuka sachet kopi instan kegemaran saya.

ALAH BISA KARENA BIASA

Saya (dipaksa) mengenalnya sejak kecil, persisnya kapan saya lupa, yang jelas ketika masih SD tiap pagi sebelum berangkat sekolah saya selalu disuguhi secangkir kopi tubruk yang kental dan penuh ampas. Begitu juga kalo sedang mengunjungi kerabat, minuman yang disuguhkan pastilah kopi. Kenapa bukan teh ya?! Menurut pendapat subyektif Mbah saya sih, karena kalo nyuguhin teh itu sama aja dengan si tuan rumah kurang menghargai tamunya. Mengenai benar tidaknya pendapat subyektif tersebut, ntar tak pastikan lagi deh ke Mbah saya!

KECANDUAN

Sebenarnya tingkat kecanduan saya terhadap si kopi sudah mulai berkurang jika dibandingkan masa SMU ato kuliah dulu, kenapa??? Karena sekarang minumnya dah kopi instan tanpa ampas plus ada krimmer/susunya sehingga si krimmer/susu ini bisa menjadi penawar kandungan kafein di dalam kopi tri in wan tersebut.

Padahaaaaaal… dulu waktu masih SMU hingga kuliah, saya bukan hanya meminum kopi tubruk tapi juga “memakan” kopi!

Iya, saya memakan kopi, mengunyah biji-biji kopi tersebut menggunakan gigi geligi saya hingga halus dan masuk ke saluran pencernaan saya!

PERANTARA

Yang mengenalkan saya untuk “memakan” kopi ini lagi-lagi Mbah saya. Yang jelas, tiap kali Simbah nggoreng kopi, begitu biji kopi sudah matang, diangin-anginkannya biji kopi tersebut, kemudian diambilnya beberapa butir dan dikunyahnya! Saya yang waktu itu masih imut dan kiyut serta memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, akhirnya ikut mencoba memakannya, sejak saat itulah saya menjadi “pemakan kopi”😎

Tidak hanya di rumah Simbah, ketika almh. Ibu saya masih hidup pun beliau memberi saya campuran kopi bubuk dan gula dengan komposisi sesendok bubuk kopi dan satu setengah sendok gula, kemudian meletakkannya dalam sebuah cangkir, dan saya bisa menjilati campuran kopi gula itu dengan merdeka. Ah entahlah, memori itu tak terlalu jelas terekam dalam otak saya😥

AMPAS KOPI

Berlanjutlah petualangan ngopi saya ke rumah Budhe yang hingga saat ini tetap menjadi juara pertama pembuat kopi terenak di keluarga saya. Suatu saat ketika saya sedang berkunjung ke rumah beliau, saya melihat salah seorang anaknya (yang berarti sepupu saya) menenggak minuman kopi beserta ampas-ampasnya, licin tandas! Sejak saat itu juga tiap kali minum kopi, gelas saya juga ikut-ikutan bersih tanpa sisa ampas di dalamnya. Enak lho, manis-manis gimanaaaa gitu! Oiya, kopi tubruk bikinan Budhe saya ini special lho! Bubuk kopi dibuat berdasarkan permintaan, sehingga rasanya tetap segar. Plus biji kopi hanya ditumbuk hingga halus tanpa disaring menggunakan ayakan kopi, sehingga bubuk kopi yang dihasilkan masih menyisakan butiran-butiran kopi yang kecil dan bisa dimakan, istilah Madura-nya sih bedeh pengaelannah.

RASANYA

Mungkin Anda heran, emangnya nggak pait?! Nggak ah, enak koq, kriuk-kriuk gitu! Apalagi kalo yang baru diangkat dari tempat penggorengan, hmmm… lebih mantap!

PORSI “MAKAN”

Makannya berapa banyak?! Yaaa…segenggaman tangan kali ya! Tapi hal ini relatif, kalo pas ujian porsi “memakan” kopi saya bisa meningkat hingga 3 kali lipat!

MANFAAT

Kalo lagi laper banget dan blom ada makanan yang bisa dimakan, saya langsung membuat segelas kopi hangat. Cara ini cukup efektif untuk menunda lapar lho! Selain itu si biji kopi juga bisa dijadikan camilan di kala senggang😳

PERNAH BERHENTI???

Sekalinya saya berhenti minum kopi adalah ketika tengah menjalani tiga kehamilan saya. Saat itu saya benar-benar menghentikan asupan kopi dalam bentuk apapun. Rasanya?! Sungguh MENYIKSA!!! Tapi gapapalah, namanya aja perjuangan😳

gambar biji kopi diambil dari blog ini

54 thoughts on “Saya dan Kopi

    • Kalo karak itu bukannya kopi sela’an itu ya?! ini tetep kopi asli lho Uncle! cuma emang ga dibikin alus banget! jadi tetep bisa dikunyah gitu ampas kopinya!

  1. Hah? Aku baru tau bund, kalo biji kopi bisa jd cemilan di kala senggang hehehehehe…
    Aku juga penikmat kopi, tapi gag semua jenis kopi…
    Ada kopi2 tertentu yg lambungku gag kuat…

  2. Aku bukan penikmat n pecandu kopi. Cm pengicip kopi. Krna, kalo minum kopi segelas penuh di pg hari, sepanjang siang badan sy bakal gemeteran dan lemas. Teh saja lah…

      • beneran deh bund… anehnya ya, itu terjadi kalo aku minum kopi merek nesca** ato merek2 pabrik. Kalo minum kopi tubruk asli ditumbuk hasil produksi emakku, aku gemeter kalo minum kopi tapi gak sarapan. Klo perut udah di isi, ditubruk kopi tubruk, badanku n perutku ga apa2

  3. Lho, Mbah nya kok kayak Mbah saya?
    “Cong kalau ada tamoi dikasih kopi aja ya, jangan teh..”
    Itu pesan almarhummah Nenek, dan Alhamdulillah saya amalkan sampai sekarang, tp kalo pas ada kopinya, hehe…

  4. Salam sejahtera untuk Bundamahes, mbak Ika dan mas Gana,

    Demikian ijin dikeluarkan, saya langsung nimbrung diblog ini. Terima kasih mbak Ika telah menyempatkan blogtouring keblog saya.

    Baru pagi tadi saya tersesat diblog ini. Baca2 artikel beberapa, saya sudah ketemu 3 artikel yang bernuansa kuliner. Dulu saya termasuk orang yang senang makan dan makan. Maka kalau ada bacaan soal makanan/ minuman sangat tertarik. Tapi hanya membaca!! Karena “kecelakaan” saya harus menjauhi makanan yang saya sukai.

    Saya baru tahu kalau minum kopi itu bisa mengganggu kandungan, ya? Loh itu minum kopi atau makan kopi? Pada waktu itu sehari habis berapa kg bubuk kopi, mbak?? Mungkin sikecil Mahes ini kehamilan yang ke-3. Ya sudah saatnya kehamilan ke-4. Semoga terwujud. Ilmu gizi dan medis berkembang, mungkin kalau sekedar minum kopi satu gelas bisa ditolerir, mbak.

    Saya sendiri setelah jadi kepala keluarga tidak pernah minum kopi atau teh. Susu bubuk satu gelas sehari tanpa gula, sisanya bangun tidur pagi langsung minum air putih 3-4 liter (12-15 gelas) sekali gus. Minum bir saya tidak doyan. Tetapi karena “kecelakaan” saya doyan minum bir sekalipun tidak suka…..

    Kejadiannya sekitar th 1978. Pada waktu itu sekitar Hari Raya. Domisili kami di Kendal Isteri saya dan anak2nya mudik ke rumah eyangnya seminggu di kota Pati. Jaman itu di daerah Kendal seminggu sekitar Hari Raya warung makan pada tutup. Karena saya males, ketika air minum habis,males nanak nasi, yang ada telur itik dan bir 2 kraat kiriman seseorang (dia tidak tahu saya tidak doyan bir) selama 3 hari menu makan saya telur itik rebus dan minumnya bir! Sehari mungkin 30 butir, birnya 3 botol! Ternyata karena terdesak sayapun doyan minum bir, malah bisa sedikit menikimati bir yang dulu saya sebutkan sebagai “air kencing kuda” he, he…. Apa dampaknya? Perut bereaksi, perpaduan telur itik dan bir ternyata tidak serasi!! Akibatnya hidup tidak lancar. BAB kacau, bau, keringat saya baunya juga aneh…… ha, ha

    Ini adalah nostalgia masa lalu! Apalagi soal sambel terasi ala bundamahes. Sate ayam Madura, saya bisa masak sate ayam Madura karena ibu saya pernah nikah dengan laki2 Madura. Saya pernah jadi juara masak sate Madura pada acara lomba masak untuk bapak2 pada Hari Ibu di instansi saya. Wah, wah kuliner dan kuliner lagi ini.

    Ini hanya nostalgia sekedar peredam rindu saya akan makanan yang saya gemari yang sekarang harus saya jauhi.
    Baca artikel sambal terasi buatan bundanya Mahes bikin jakun saya naik turun! Cabenya mentah? Trasinya dibakar, direbus atau digoreng…….Lha, lha kuliner lagi.

    Setelah dibaca komentar saya ini yang saya pasti komentar terpanjang diblog ini, kalau dipandang mengganggu sebaiknya dihapus saja! Eyangkung sangat memahami. Itu isyarat lain kali kalau saya tulis komentar disini yang pendek2 seperti lainnya. Saya minta maaf, saya masih sulit meninggalkan gaya saya.

    Salam persahabatan blogger.

    • wah, komennya eyang bisa dijadikan satu post tersendiri tuh!😀
      cabe ma terasinya digoreng eyang!
      eniwei, emang kecelakaan apa sih? dan kenapa diberi tanda kutip?

      • Ha, ha, haaaaaa……

        Oleh karena itulah komentar saya yang panjang itu setelah dibaca dan dipahami bisa dihapus saja hanya menyisakan Salam Pembukaan dan Salam Penutupannya saja.

        Maksud saya komentar panjang itu agar pembacanya sangat terkesan atas pesan2 di komentar itu. Maka hari2 selanjutnya Bunda lebih bijak dan hati2 setiap menyajikan makan dimeja makan untuk mas Gana dan si kecil Maheswara menu yang 4 sehat 5 sempurna. Sehingga tidak berjatuhan lagi korban2 baru karena “kecelakaan” yang sama….

        KECELAKAAN dalam tanda kutip itu sebenarnya hanya untuk memperhalus kesalahan dan kecerobohan sikap saya. Dalam bahasa filosofis, Eyangkung sekarang ini sedang menjalani eksekusi HUKUM SEBAB AKIBAT. Wah, istilah seram. (Untuk jelasnya silakan simak menu TENTANG dan artikel terakhir diblog saya)

        Kalau terasi sama cabenya digoreng cocoknya dilengkapi brambang bawang dan tomat yang digoreng juga dengan menambahkan sedikit jlantah (sisa minyak habis penggorengan), maka tersajilah sambel trasi ala Budamahes yang …… mak nyuuuus!

        Kalau trasinya digoreng, cabenya mentah dan kadang ditambah brambang mentah ditambah, dengan lalapan pete mentah…. Wah, nikmaaaatt!! Itu semua menu sehat

        Kuliner sehat hidup jadi nikmat
        Salam persaudaraan blogger

  5. di bandung, di jln abc ada tuh toko kopi, tua bgt usia usahanya…kita bisa diajak pemiliknya memilih kopi yg masih dalam karung dg usia yg bervariasi.

  6. Kalo lagi laper banget dan blom ada makanan yang bisa dimakan, saya langsung membuat segelas kopi hangat. Cara ini cukup efektif untuk menunda lapar lho! Selain itu si biji kopi juga bisa dijadikan camilan di kala senggang

    Manfaat yang aneh :nohope

  7. Iya Bun, setahu saya juga kalo bisa ibu hamil jangan minum kopi. Saya lupa tepatnya, yang apsti sebisa mungkin hindari. Bunda Ika udah bener!🙂

    SAya menganggap makan biji kopi itu wajar… Meski saya belom pernah nyoba, tapi saya pikir pasti enak, karena biji kopi seperti kacang. Pasti enak kalo habis disangrai.

    Tapi…

    Saya nggak pernah bisa membayangkan makan ampasnya!😛

    Mungkin Bunda Ika bisa makan ampasnya ya, soalnya kopi yang Bunda minum ‘kan murni, hasil gilingan sendiri. Gimana dengan saya yang minum kopi macem merek Torabika ato Kapal Api ini?😀

    Lagian Bun, kok bisa ampasnya terasa agak2 manis? Bunda minum kopi pake gula ya? Kalo saya udah beberapa bulan terakhir ini minum kopi (selalu yang tubruk) gak pake gula.😀 *bangga* Enak juga ternyata. Dan saya nggak minum kopi instan lagi, semacam nescafe yang tanpa ampas gitu.

    Saya banyak baca dari koran dan majalah, kopi instan gak berampas itu bukan kopi yang sebenarnya, cuman ekstrak rasanya aja.😐 Jadi, gak akan bisa mendapatkan kebaikan asli dari kopi. Kalo mau dapet kebaikannya (seperti kafein dan zat2 lain) bener kayak Bunda dulu, minum yang berampas. Selama minum dengan jumlah takaran yang tepat dalam sehari (gak lebih dari dua cangkir), kopi tubruk sangat bagus untuk tubuh.🙂

    *lebih bagus lagi kalo gak pake gula*:mrgreen:

    Kalo saran saya sih Bun, jangan minum kopi instan. Mending kopi tubruk disaring ampasnya.😛 Jangan juga pake pemanis buatan ya Bun!🙂

    • Oh ya, kopi instan pun ada yang berampas. Itu juga sebaiknya jangan, karena pasti pake gula dan susu yang banyak. Terlalu manis (saya gak suka😦 ), kandungan gula yang berlebihan gak baik.

  8. bunda kayak IbukQ… tiada hari tanpa kopi😀 mulai dari yang numbuk sendiri n yang kopi instan (karena uda gak bole ama dokter. hee.. ). kok bisa suka sih, Bun??? aku paling gak bisa minum kopi.. T.T bahkan aku menghindarinya.. huhuhu

  9. Suatu nikmat bisa merasakan kelezatan kopi.

    Karena saya hanya bisa menikmati harum baunya, jantung saya gak begitu kuat untuk meminumnya, langsung berdebar-debar.

  10. ah… kopi.. satu ritual wajib yang harus saya lakukan tiap hati,bangun tidut lah,habis makanlah,sore di teras,mau tidur,ngurus kerjaan.. semua ditemani sama kopi,gak tau kenapa pokoknya bisa bikin tenang..
    yang aneh itu,apa bener zat kandungan kopi bikin kita melek,kadang saya malah bikin kopi sebelum tidur tuh…

    salam…

  11. Pingback: French Press dan Kopi Aroma « Hidup Itu Harus Dinikmati…

  12. hahaha baru kemarin saya mbahas ketidakmampuan saya menenggak kopi
    eladalah di sini kok bundanya mahes malah ngemil biji kupi?????
    terkesima saya
    iri saya
    betapa tak beruntungnya saya kupi itu segitu jahatnya sama saya
    karena pernah membuat saya terkavar😛

    ya deh selamat menikmati kopi ya bun😀

  13. Mbak Ika…saya kopi lover…jadi saya sebenarnya sudah full pengetahuan dengan kopi karena saya pernah mengklipingnya, berlebihan ya??

    Ha Ha Ha

    Hani mengkliping gara-gara saat itu sempat vacum gak minum kopi…..

    What a dark day without a cup of coffee…:mrgreen:

  14. ih bunda, sama banget kayak akuh.. aku juga kecanduan berawal dr si mbah yang hobi masak kopi sendiri. aroma nya yang panas dr tungku kayu bikin gregetan pengen nyicip. akhirnya candu gt.. tiap beli kopi schet pasti ku campur kopi bikinann mbah, lebih mantab.. sering juga makan kopi >,>

  15. Bunda…saya juga dulu pernah punya hoby makan biji kopi >>>>awalnya pernah lihat di tv >>>(ada acara wisata ke kebon kopi >..dan disana disediakan minuman kopi plus biji kopinya)……tapi akhirnya saya berhenti total makan biji kopi karena Hb saya drop banget sampai dibawah 7…….klo Bunda sendiri gimana ?? gak pernah ada masalah dengan makan biji kopi???

  16. saya sering beli biji kopi di pasar glodok se ons2 tiap jenis kopi..trus simpen deh buat cemilan wuihh enaknyaaaaaa kalo dah makan kopi..wangi dan kriuk enakkk… kalo biji habis dan belum sempet beli.. makan yang bubuk dlu..ueanak nyaaa.. ini semua buat lambungku tak kuat.. sekarang dilarang dokter.. karna masih belum bisa lepas dari kopi..aku cuma bisa hirup kopi dan icip2 bubuk kopi terus dibuang.. belum bisa lepas dari doyan kopi… walo tubuhku makin kurus karna kopi ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s