In Memoriam

“Ruda meninggal, Ca!”

“Innalillahi wa inna ilayhi roji’un.. Kapan Pak?”

“Tadi pagi, Bapak disusul setengah jam sebelum dia meninggal. Udah ya, Bapak mo ngaji dulu”

Sambungan telepon ditutup.

Telepon dari Bapak tersebut membuat saya terhenyak, dan tiba-tiba rasa kehilangan menyeruak…

Ruda… Gadis berparas manis yang seharusnya sedang menikmati masa pubernya itu akhirnya meninggal dunia setelah berbulan-bulan harus melawan sakit yang dideritanya. Dokter spesialis kandungan, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru-paru, dan masih banyak dokter lainnya tak mampu mendiagnosa penyakitnya. Mereka hanya mampu menyedot cairan dari perutnya, yang pada akhirnya tetap terisi dengan cairan yang sama.

Ruda… Gadis dengan semangat belajar yang tinggi yang seharusnya saat ini tengah menikmati sensasi deg-degan menghadapi UAN, pagi tadi telah dipanggil ke pangkuan penciptanya. Gadis yang sangat bersemangat menemui saya jika saya sedang berada di rumah untuk memecahkan soal-soal pelik yang ditemuinya di beberapa mata pelajaran.

Ruda… Gadis yang dengan polosnya sering bertanya kepada saya, “Mbak Ika, gimana sih caranya supaya bisa pintar bahasa Inggris seperti mbak?” tanpa dia tahu bahwa saya belumlah sesempurna seperti yang dibayangkannya.

Ruda… Gadis yang sering berkata kepada ibunya, “Bu, saya ingin menjadi seperti mbak Ika!” Yang selalu dijawab dengan penuh cinta oleh sang ibu, “Rajin belajar, sholat malam, puasa Senin Kamis juga!” tanpa dia tahu bahwa saya hanyalah seorang yang bodoh dan penuh kekurangan.

Ruda… Gadis yang dengan segala kasih sayangnya senantiasa menanti-nanti kedatangan Mahes, memotretnya dari segala sudut, menciumnya, mencintainya dengan tulus.

Ruda… Gadis yang seminggu terakhir ini menghiasi benak saya, yang karenanya muncul dorongan yang sangat kuat di hati saya untuk meneleponnya, namun hal itu tak terlaksana hingga ajal menjemputnya.

Ruda… Gadis yang tiga hari lalu berkata kepada orangtuanya bahwa ia sangat ingin bertemu dengan Bapak namun tak terpenuhi karena sakit yang sedang diderita oleh Bapak.

Ruda… Gadis yang beberapa hari lalu meminta foto terbaru Mahes, namun yang diperolehnya hanyalah foto saat lebaran lalu.

Ruda… Gadis yang Mahes ingin duduk di pangkuannya saat kunjungan terakhir kami ke rumahnya, namun karena ketakberdayaannya di atas kursi roda membuat Mahes hanya bisa mencium pipi tirusnya, dan ternyata ciuman itu adalah ciuman terakhirnya.

Ruda… Gadis yang telah dengan segenap upaya telah dikerahkan oleh keluarganya agar dia mendapatkan kesembuhannya dan kembali melanjutkan sekolah untuk mewujudkan cita-citanya.

Ruda… Gadis yang sangat kami cintai, yang meninggal ketika usianya masih 18 tahun, belum menggenapkan setengah diennya, belum mewujudkan impiannya.

Ruda… Gadis yang meninggal itu sepupu saya!

Ruda… Allah terlalu mencintaimu sayang.. Allah tak ingin kau lebih menderita lagi di dunia ini.. Allah telah menyediakan tempat yang indah bagimu di dunia sana.. Tempat yang kekal abadi.. Tempat yang memungkinkanmu bertemu dengan Bulekmu.. Sampaikan salamku pada Ibu jika kau berjumpa dengannya sayang..

I wish I were there and see your beautiful face for the last time..

I love you honey… Really love you!

Wahai Allah, ampunilah dia, naikkanlah derajatnya diantara orang-orang yang mendapat hidayah, dan lindungilah keluarganya yang masih hidup. Ampunilah dia dan kami, wahai Tuhan sekalian alam, luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya.

Uncategorized

30 thoughts on “In Memoriam

  1. Innalillahi wainnailahi rajiun😥

    saya menitikkan air mata saat membaca ini….setiap kenangan indah itu tak pernah mati Mbak..dia abadi di hati kita, semoga Ruda mendapatkan tempat yangterbaik di sisi-Nya🙂

  2. Sesungguhnya setiap makhluk itu tak ada yang abadi, termasuk kita.
    Semua hanya milik Allah,
    Bunda, tabahkan hati dan ikhlaskan kepergiannya..buat keluarga smoga bisa tabah juga.
    salam dari saya
    inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

  3. Innalillahi wa inna illayhi raaji’uun,,
    Ruda telah sembuh dari sakitnya dan kembali ke rumah-Nya,, dan semua mimpinya akan menjadi nyata,,
    semoga yang ditinggalkan ikhlas dan di beri ketabahan..
    selamat jalan Ruda..

  4. innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
    semua yg bernyawa emg akan mati, kembali kepada Sang Pencipta. semoga dosa2nya diampuni, dan amalnya menjadi penerang dia di alam kubur. amin
    merinding loh aku bacanya, bund😦

  5. Assalaamu’alaikum wr. wb. Bundamahes…

    Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un.
    Saya turut berduka cita atas kehilangan sepupu tersayang yang tentunya telah membawa banyak kenangan bersama mbak Ika di hatinya.

    Semoga Allah merestui dan meredhai setiap keinginan Ruda yang belum tertunai lantaran segera menerima panggilan Tuhan Yang Maha Esa. Mudahan tenang dan mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.

    banyakkan bersabar ya mbak. Salam takziah buat mbak Ika dan keluarga di sana.

  6. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.

    Bergetar hati saya merasakan kesedihan yang bunda mahes rasakan. Sabar, mbak. Seseungguhnya ALlah beserta orang-orang yang sabar.
    Allah lebih menyayangi Ruda, lebih dari pada yang bundamahes rasakan.

    Insya Allah keadaan dia lebih baik sekarang.

  7. Turut berduka cita… semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan memberikan rahmat-Nya di alam sana…

    Yang ditinggalkan senantiasa dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT…

  8. Innalillahi wainna ilaihi Rojiuun……,
    Turut berduka cita Bunda, saya cuman bisa berdo’a za darisini semoga amal ibadah beliau diterima disisiNYA, dan diberi tempat yang terbaik dihadapanNYA.Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s