Dasrun Jatuh Cinta (lagi)

Setelah sempat mbentur-benturin kepala ke dinding akibat stress akut gara-gara tugas  dari Hani dan blogger hebat lainnya untuk meneruskan Episode Dasrun, akhirnya terciptalah sebuah tulisan ala kadarnya ini. Segepok rasa terima kasih saya haturkan kepada Bang Alira dan Abu Hanif yang telah bersedia menjadi penyunting tulisan saya.

Bagi yang ingin tahu cerita keseluruhan tentang episode Dasrun ini, berikut saya sajikan link blog yang memuat episode demi episodenya :

  1. Dasrun Nyambung Terussssssss… ditulis oleh istri Dasrun Mb Advertiyha
  2. Dasrun dan Lagu Terakhir ditulis oleh Masbro
  3. Apa yang Kamu Lakukan Dasrun…? ditulis oleh Loss Akbar
  4. Dasrun dan Cerita Mini Berhikmah ditulis oleh Mbak Titik yang suka berceloteh
  5. Dasrun Menjadi Terkenal! ditulis oleh Hani yang bintangnya selalu berpendar

#####

“Alhamdulillah! Allah memang tidak pernah tidur!” Gumam hati Dasrun. Digenggamnya tangan Iyha, dikecupnya kening Rama. Setitik bening menetes dari sudut matanya.

“Terima kasih banyak ya teman-teman blogger semua, saya ga nyangka hanya karena sebuah tulisan iseng bisa membantu menyelamatkan anak saya”

Setelah berbincang-bincang sejenak, para tamu yang datang dari dunia maya tersebut undur diri, diiringi dengan ucapan terimakasih tak henti dari pasangan suami istri tersebut.

#####

Potongan demi potongan kisah itu berkelebat di benaknya. Apakah hal ini akan terjadi  jika dia memutuskan menerima tawaran istri Bossnya? Apakah dia dapat merasakan kehangatan cinta dunia maya ini jika dia mengumbar aib pimpinannya? Apakah Rama akan sembuh dengan sempurna jika sumber pembiayaan rumah sakitnya diperoleh dari sesuatu yang tidak halal?

Dasrun kembali teringat pesan Simboknya.

“Run, Simbok gak ingin kamu kaya harta tapi miskin cinta. Simbok gak ingin kamu jadi pejabat kalo hatimu masih butuh obat. Simbok gak ingin kamu pinter kalo kamu malah jadi kuminter (sok pintar, red)”

Simbok berhenti sejenak. Asma kronis yang dideritanya sejak 20 tahun lalu  mencegahnya untuk berbicara panjang lebar.

“Simbok cuma  ingin kamu tunduk sama Pangiran (Tuhan, madurese) dan Kanjeng Nabi, itu saja!”

Simbok menarik nafas panjang lagi. Bunyi nafasnya menyayat pendengaran Dasrun.

“Laa ilaaha illallah Muhammadar rasulullah” Simbok melafalkan kalimat tauhid itu dengan lirih.

#####

Dasrun terhenyak. Raganya kembali tersedot ke ruangan serba putih ini. Iyha tengah mengipasi tubuh Rama yang berkeringat di kamar tak ber-AC ini. Jemari lentiknya seolah tak lelah mengayun kipas dari bilah bambu itu. Sinar kecantikannya memudar, seolah tergerus oleh pahitnya kehidupan. Ah.. Dasrun sungguh mencintai wanita itu.

Dasrun menghampiri Iyha, sejenak kemudian mengambil kipas bambu dari tangannya, kemudian menggenggam jemari lentik istrinya dengan erat.

“Ai.. Terima kasih atas kesediaanmu mendampingiku di masa-masa sulit seperti ini” Mata Dasrun mulai berkaca-kaca.

“Maafkan aku jika sampai saat ini belum bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna untukmu dan buah hati kita”

Sebuah isak meluncur dari bibirnya, membuat Rama yang sedang tergolek disana sedikit terganggu. Rama menggeliat dan hanya dalam hitungan detik kembali tenggelam dalam mimpi indahnya.

“Mas, Ai juga minta maaf yah! Selama ini Ai sering kurang bersyukur telah dikaruniai suami sebaik Mas Dasrun”

Iyha memperbaiki letak duduknya, kemudian melanjutkan kembali kalimatnya

“Ai masih  sering membantah perkataan Mas, sering tidak ikhlas mengerjakan tugas Ai sebagai seorang istri dan ibu”

Iyha menghela nafas. Ditatapnya wajah tampan pria yang tengah duduk di depannya. Mata elangnya mampu membuat Iyha takluk ditelan tatapannya, dadanya yang bidang begitu nyaman untuk bersandar melepas kepenatan batinnya, lengannya yang kekar mampu menopang semangat hidupnya agar tak mudah layu, dan teguran halusnya yang terus mengingatkan akan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

#####

Suara muadzin masjid RS membangunkan Dasrun dari tidur lelapnya. Dilihatnya dua mutiara hatinya masih terlelap menganyam mimpi. Dalam hati ia bertekad akan berjuang sepenuh hati untuk menjadi sebenar-benarnya imam di keluarganya.

Ya Allah
ijinkanlah hamba berikhtiar
dalam rambu-rambu syari’at yang telah Kau gariskan
demi kesempurnaan iman, Islam, dan ihsanku
Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama
(QS. 25 : 74)

#####

Untuk proses selanjutnya saya balikin ke Hani lagi aja deh!🙂

Sesuai dengan arahan Hani, cerita ini saya lempar ke Om Ade Truna, monggo dilanjut ya Om!😀
kalo mo marah ke Hani aja, jangan ke saiah

gambar dicopas dari http://quotes-today.blogspot.com
Uncategorized

55 thoughts on “Dasrun Jatuh Cinta (lagi)

  1. my Gosh!!!

    kok dibalikin ke Hani lagi????

    Ha ha ha ha

    Bunda…..jangan…gantian Hani ini yang bentur-benturin kepala ketembok😛

    Ayoooo cariii satu orang…Om Ade Teruna boleh tuh….kasih PR biar sekali-kali gitu dapat PR, hahahah

  2. Pingback: Dasrun?? « celoteh .:tt:.

  3. bunda mahes, akhirnya cerita si dasrun samapi ke sini membawaku jadi berkenalan deh dengan si bunda ini.., jadi masih nyambung lagi ke mas ade ya…

  4. Pingback: Quantum Dasrun ! « Rahasia Otak

  5. He he he he he
    Sepertinya cerita ini gak akan ada abisnuya yaaa
    Kalau dibikin sinetron jadi tersanjung
    Buat yang bingung jalurnya seperti apas
    Silakan buka blognya Mba T.. (Yustha) disana ada petanya,,

  6. Dear para blogger,
    sekali lagi saya mohon maaf jika episode Dasrun kali ini di luar harapan sahabat blogger sekalian!
    terlebih kepada para penulis pendahulu, maaf jika tulisan saya jauuuuuuh di bawah kualitas tulisan kalian😦

  7. Pingback: Dasrun Kuliah (Tujuh Menit) « ade truna's Blog

  8. Pingback: Quantum Dasrun « Blog History Education

  9. Assalaamu’alaikum bundamahes…

    permulaan yang baik untuk menjadi lebih baik. saya mendapat manfaat dari mesej tersirat dan tersurat dalam cerbung ini. hehehe… lega sekali kan mbak, sudah melunasi harapan orang (Tiyha dan Hani)… satu tampilan yang baik dalam proses menulis dan mereka cipta.

    salut dech. hahaha… kasihan Tiyha, menjadi sebahagian dari kehidupan cerbung ini. sabar aja dik Tiyha..😀

    Menulis cerpen lagi mbak, bakatnya sudah terserlah lho.
    Salam sayang dan manis selalu.

  10. Pingback: Dasrun, Lunasi atau Pergi! « Jejak Kehidupan Sejati

  11. membaca dari versi yang berbeda… dr mbak iyha, ke mbak erry….
    eh baca versi lain… jadi bingung. ceritanya nyampur-nyampur dengan versi yg lain :D…
    Dasrun yang berbeda😀

  12. hiks… terhuraaaaaaaaaaa…. eh terharu,, teduh bener baca line inih, penuh cinta,, menghanyutkan,, haiyah,, hehehe,,,,
    Keren bunda Mahes..🙂 *sepertinya menyelipkan kisah pribadi dengan ayah mahes nih, romantismenya terasa,, hehehe*

    Okay, mas Adetruna, kutunggu dudamu, eh lanjutan ceritamu,,🙂

    makasih ya Bun, udah mau ikutan iseng nyambung cerita Dasrun,,, moga persahabatan kita makin erat..🙂

    salam sayang untuk Mahes..🙂

    • seharusnya emang blom berakhir, tapi karena kapasitas otak dah maksimal jadinya “seaka-akan” berakhir!🙂
      salam kenal baliiiiiiik…

      *yesss, dikunjungi Kakaakin

  13. Pingback: Pekerjaan Baru Dasrun | Underground Writing

  14. Pingback: Fenomena dasrun di blogger « Catatan Anak Muda

  15. Pingback: luangkan waktu untuk Selamatkan Komodo « anugrha13

  16. Pingback: [Dasrun B.5] Dasrun Jatuh Cinta (Lagi) | Fiksi-Toes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s