Bukan Cerita Sebenarnya

Alkisah di suatu hari, terdamparlah Orang Teranaiaya  di sebuah pertemuan ga penting yang akhirnya menghasilkan sebuah keputusan bahwa masing-masing peserta menyetujui bahwa pintu kamar mandi ruang meeting akan diganti menjadi pintu yang berwarna hijau.

Karena keputusan telah bulat, maka si Orang Teraniaya tadi membuat konsep Hasil Pembahasan Rapat, dimana salah satu poinnya menyebutkan bahwa warna pintu kamar mandi akan diganti menjadi hijau.

Tibalah hari dimana Orang Teraniaya tadi menyerahkan konsep Hasil Pembahasan Rapat kepada atasannya untuk mendapatkan persetujuan yang selanjutnya akan disebarkan kepada seluruh peserta rapat.

Setelah dibaca, coret sana contreng sini, si atasan menyerahkan kembali konsep Hasil Pembahasan Rapat tersebut kepada Orang Teraniaya untuk diperbaiki.

Namun, kali ini si Orang Teraniaya tidak hanya mendapatkan konsep Hasil Pembahasan Rapat yang telah dicorat-contreng, tapi juga ditambah suatu pesan sakti :

Wahai Orang Teraniaya, sebenarnya waktu pertemuan kemarin, saya kurang setuju dengan pemilihan warna pintu kamar mandi itu, saya ga suka hijau! Tapi ya gimana lagi, saya ga enak kalo harus berdebat dengan orang segitu banyak! Jadi poin tentang pemilihan warna pintu kamar mandi itu tidak perlu dicantumkan di dalam konsep Hasil Pembahasan Rapat. Kalo nanti ada peserta pertemuan yang menanyakan keputusan tersebut, bilang aja L.U.P.A!

Jgerrrrrrrrrrr…  (kilat menyambar, hujan turun deras)

Si Orang Teraniaya hanya bisa bengong setengah ga percaya bahwa dia masih hidup saat itu………

Beberapa menit kemudian Orang Teraniaya memutuskan untuk mempelajari jurus MELINTIR LIDAH dan jurus MENDADAK AMNESIA………..

Sebulan kemudian………

Orang Teraniaya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya!

jadi inget bukunya Mba Kerani (My Stupid Boss)

18 thoughts on “Bukan Cerita Sebenarnya

  1. Apakah artinya bahwa kita harus mengikuti apa kata atasan, sekalipun harus berbeda pendapat dengan orang lain.

    Jadi bawahan untuk atasan yang tidak konsisten ternyata gak enak ya.

    Walaupun ‘bukan cerita sebenarnya’ tapi tampaknya hal yang seperti ini banyak terjadi dalam kehidupan kita sebagai bawahan.

  2. hmm.. nilai-nilai musyawarah yang harusnya mewakili dan menggembirakan semua pihak dikalahkan oleh kekuasaan..
    ya bener, kalo gak bisa menentangnya mending keluar dari lingkaran itu..

    meski bukan cerita sebenarnya tapi kejadian itu kerap terjadi di dunia nyata bun..

  3. Hai mbak…
    Hahaha… saya faham banget ceritanya.
    Orang teraniaya itu ternyata bijak dalam memahami situasi demikian. Sekali sekala kita harus juga punya kekuatan untuk melepas diri dari tersepit antara dua pihak. Terima kasih telah memgingatkan.

  4. Saya harap ini bukan pengalaman pribadi, Bun..😀

    Ah, nggak mungkin lah yaw…
    Masa’ Bundanya Mahes ini mau dianiaya…
    Kalo Bunda pasti langsung “speak up” ke atasannya.:mrgreen:
    Hihihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s