Leukosit : Pahlawan Kita

Hari ini saya sakit lagi… Komplikasi… Pilek, batuk, pusing, radang tenggorokan jadi satu… Memang sih, bukan jenis sakit yang keren, hampir semua orang mengalaminya. The problem is, yang namanya sakit itu ga ada yang membuat si body feeling so well. Ditambah lagi saya yang biasanya jarang sakit malah dalam sebulan ini sudah diserang flu 2 kali, ampun Dijeeeee!😦 Padahal kalo saya inget-inget lagi, aktivitas saya normal-normal saja, ga lebay markalay gitu, trus kenapa koq malah sakit lagi???

Ngomong-ngomong tentang sakit nih, yang bertanggungjawab atas sakit yang kita derita adalah si leukosit alias sel darah putih. Apa dan bagaimana si leukosit ini, silakan dibaca cerita dari Om Wikipedia di bawah ini :

Sel Darah putih adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4×109 hingga 11×109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat – sekitar 7000-25000 sel per tetes.Dalam setiap milimeter kubil darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih .

Mengepung daerah yang terkena infeksi atau cidera, menangkap organisme hidup dan menghancurkannya,menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya, dengan cara yang sama, dan sebagai granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein, yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. dengan cara ini jaringan yang sakit atau terluka dapat dibuang dan penyembuhannya dimungkinkan.

Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatannya tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah beisi “jenazah” dari kawan dan lawan – fagosit yang terbunuh dalam kinerjanya disebut sel nanah. demikian juga terdapat banyak kuman yang mati dalam nanah itu dan ditambah lagi dengan sejumlah besar jaringan yang sudah mencair. dan sel nanah tersebut akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit.

Saya jadi inget penjelasan guru IPA saya waktu kelas 6 SD dulu. Bahwa dengan posisi leukosit sebagai tameng tubuh kita, seharusnya kita menghormatinya. Bahkan jika perlu “jenazah” si leukosit ini kita perlakukan dengan baik! Caranya??? Beliau memberi satu contoh, ketika kita membuang ingus, sebelum membuang si ingus galilah dulu tanah kira-kira sedalam 2cm, setelah itu buanglah si ingus mengarah ke lubang yang telah kita gali tadi. Ketika si ingus telah mendarat dengan sempurna, kuburlah ingus tadi, doakan dia, dan ucapkan terimakasih atas segala jasanya yang telah melindungi tubuh kita hingga akhir hayatnya.

Yang ini mampet, yang ini nggak😦

gambar diambil dari http://willowcreekpediatrics.blogspot.com

7 thoughts on “Leukosit : Pahlawan Kita

  1. Assalaamu’alaikum Bundamahes…

    Saya kembali. Didoakan mbak sehat dan kembali melakukan akiviti seharian dengan cergas.

    Maha Suci Allah yang mencipta satu makhluk untuk menyelamatkan kita dalam beberapa hal agar tidak segera menjadi ‘jenazah’. Sungguh dalam tubuh kita sendiri ada kehidupan halus yang membantu proses pembangunan jiwa dan minda kita. Oleh itu, haruslah disediakan segala nutrimen dan nutrien supaya kita selalu sehat.

    Salam manis dari saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s