The Falling Leaf Doesn’t Hate The Wind

Hufffff… (tarik nafas dalam-dalam)

Karena bang Tere Liye dapet kata-kata yang dijadikan judul bukunya ini dari kalimat anynomous, The falling leaf doesn’t hate the wind, ditambah dengan diskusi yang lumayan anget antara saya, bang Alira dan dek Lady, tentang maksud dari kalimat “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”, didapatlah beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (versi buku)
    Bahwa dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya. Tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah ke mana. 

  2. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (versi buku)
    Bahwa hidup harus menerima… penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti… pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami… pemahaman yang tulus.
  3. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (versi Lady)
    Bahwa jika kita mencintai seseorang, hendaklah jangan ditutup-tutupi.
  4. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (versi saya)
    Bahwa jika kita mencintai seseorang, tetaplah menjadi daun yang jatuh itu. Jadilah diri sendiri, apa adanya, tanpa perlu mengubah segala sesuatu yang menjadi ciri khas kita. Karena pernikahan bukanlah belenggu, karena  pernikahan bukanlah sebuah tuntutan untuk menjadi sempurna, karena pernikahan adalah sebuah dunia baru yang akan dihiasi dengan warna-warna berbeda dari masing-masing individu, karena berbeda itu pelangi..

Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” (Bung Karno)

gambar diambil dari http://bicara-pernikahan.blogspot.com/

16 thoughts on “The Falling Leaf Doesn’t Hate The Wind

  1. Assalaamu’alaikum BundaMahes…

    Menarik sekali versi buku, versi lady dan versi mbak. Ini pula versi saya mbak, semoga diterima sebagai perkongsian menurut intepretasi saya.

    Alangkah indahnya hidup tanpa kebencian. Tulus menerima dengan hati luhur walau terluka dan dilukakan. Alangkah wanginya debunga cinta, tika hati diberi sayang, ditatang kasih bagai minyak yang penuh.

    Redha dan rela menerima apa yang berlaku tanpa secarik rasa kesal dan rasa sebal. Mengalah dengan tabah, mengeluh tanpa resah. Sungguh ideal sekali kalimat di atas. Kenapa harus membenci jika merelai apa yang telah ditentukan ?

    Kalau itu daun yang gugur ditiup angin. Bagaimana dengan daun yang gugur di tangan manusia, mbak ? Gugur dengan paksaan, apakah ia membenci manusia itu?😀

    Salam manis selalu.

    • waowww.. dapet pertanyaan kritis dari Cik Siti!
      Syusyah jawabnya😀
      apapun yang membuat daun itu gugur, itulah takdir Allah terhadap dirinya, baik karena tercerabut oleh tangan manusia maupun tertiup angin!
      CMIIW

  2. Assalamu’alaikum.
    Apakah intinya ketika takdir telah ditetapkan Allah untuk kita, maka kita hanya boleh pasrah, menerima, tanpa usaha untuk merubahnya menjadi lebih baik.
    Saya bingung dengan kalimat ini, saya juga penggemar buku-buku Tere Liye.

  3. membuatku ingin
    membeli dan membaca buku ini
    dan
    semua karya tere-liye lainnya..

    **doakan agar tiba2 dpt duit utk membelinya ya..:p**

  4. saya juga suka karya tere liye.. ini jadi ngoleksi serial anak mamaknya..

    sempet juga bikin ulasan buku ini di blog.. dan kesimpulan saya kurang lebih kayak versi lady

  5. aq jg gk trll ngerti kata2 it.mgkn apapun yg trjadi,kita hrs menerima dg ikhlas sekalipun keterpurukan yg sgt2 menyakitkan.n tdk prnh mnyalahkn siapapun.biarkan angin yg membawa kmna daun it pergi.biarkan waktu yg menjwb semuanya.kita jalani saja dg seiring waktu yg brjalan.nyambung gk sih asumsi q ni?? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s