Sindrom Bokong Mati?????

Lumayan kaget pas baca headline di detikhealth pagi ini, tentang sindrom bokong mati! Beneran BOKONG sodara-sodara… Kenapa ga pake PANTAT aja ya??? Sebenernya BOKONG sama PANTAT lebih kasar mana sih? Berikut saya copas-kan langsung dari sumbernya!

Sindrom bokong mati (dead butt syndrome) atau dikenal dengan nama gluteus medius tendinosis merupakan gejala rasa sakit di sekitar pinggul. Rasa sakit itu timbul karena meradangnya beberapa otot di saraf seputar pantat. Waspadai ciri-cirinya!

Sindrom bokong mati ini tidak bisa dianggap remeh karena bisa mengganggu aktivitas orang dan rasa sakit yang luar biasa.

Secara teknis sindrom bokong mati adalah suatu peradangan pada urat (tendon) di gluteus medius yang merupakan salah satu dari tiga otot besar untuk membentuk bokong. Cedera ini umumnya menyakitkan dan terasa seperti ada yang menusuk sakit di pinggul.

Ciri-ciri sindrom bokong mati adalah:

  1. Mengalami rasa sakit yang menusuk di pinggul saat berjalan
  2. Rasa sakit di pinggul saat berlari
  3. Tidak bisa duduk lebih dari setengah jam karena timbul rasa sakit

Jika ciri-ciri tersebut berlangsung terus menerus maka ada kemungkinan terjadi gangguan pada otot gluteus medius yang menandakan terjadinya sindrom bokong mati.

“Hampir semua cedera bagian bawah tubuh yang ekstrem, entah melibatkan betis, plantar fascia (jaringan tebal berserat pada telapak kaki yang menghubungkan tumit dan jari-jari kaki) atau iliotibial band (cedera umum di paha akibat berlari, sepeda atau berjalan) akan terkait dengan glumetus medius,” ujar Dr Darrin Bright, seorang dokter olahraga dari Riverside Methodist Hospital di Columbus, Ohio, seperti dikutip dari NYTimes, Senin (27/12/2010).

Dr Bright menuturkan dalam waktu 5-10 tahun terakhir, para ahli baru menyadari betapa banyaknya peran penting dari gluteus medius yang berfungsi menstabilkan pinggul dan panggul ketika berlari.

Jika seseorang berpikir panggul sebagai cangkir, maka otot-otot akan melekat disana termasuk tiga otot glutealis dan otot perut yang saling berinteraksi dengan koreografi rumit untuk menjaga bokong tetap tegak selama berjalan atau berlari.

Jika otot-otot ini kuat bokong akan tetap berada di tempatnya tanpa ada rasa sakit. Namun jika ada satu atau lebih otot yang lemah, maka otot-otot kecil di sekitar panggul akan memberikan tekanan untuk menjaganya tetap stabil.

Pada kondisi ini otot akan mengeluarkan cairan atau air mata otot dan peradangan, lalu diikuti oleh jaringan parut di otot. Semakin lama proses ini akan menimbulkan rasa sakit terus menerus, menghambat serat otot, menyebabkan masalah di paha depan, paha belakang, tumit, lutut, betis, pergelangan kaki atau jari-jari kaki, sehingga menjadi seperti mati.

Sekitar 70 persen pasien yang mengalami kondisi sindrom ini melakukan terapi fisik untuk peregangan otot-otot di pinggul, kaki dan memperkuat otot-otot gluteus. Terapi ini diikuti dengan pengurangan jarak tempuh atau intensitas berjalan dan berlari. Selain itu melakukan latihan kekuatan juga bisa membantu mengatasi peradangan dan jaringan parut.

Sedangkan pengobatan lain yang lebih moderen adalah melakukan tenotomy yang menggunakan ultrasound sebagai panduan untuk mengidentifikasi otot mana yang mengalami kelemahan.

Semakin kesini semakin banyak aja penyakit yang aneh-aneh!😦

 

15 thoughts on “Sindrom Bokong Mati?????

  1. Assalaamu’alaikum mbak…

    Apa khabar? Senang dapat kembali menyapa dan dihidangkan dengan ilmu kesihatan yang sangat berguna untuk dijadikan panduan.

    Terkadang kita tidak menyadari akan kesakitan yang kita alami. kita anggap sakit itu biasa sahaja. tetapi apabila sudah mulai nyeri dan kemudian berjumpa dokter, baru kita sedari betapa situasi kita sudah parah dan tentu sekali membuat kita mulai takut akan gejala yang kita hadapi.

    Tentang “sindrom bokong mati” itu adalah pertama kali saya ketahui di blog mbak. Mungki di Malaysia maknanya berbeza.

    Apakah kalau duduk berlama di hadapan komputer boleh berkemumgkinan membawa sindrom ini juga mbak ? hehehe… kayak patient menanya dokternya.πŸ˜€

    Semoga sehat dan bahagia selalu.
    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.πŸ˜€

    • wa’alaykumsalam Cik Siti Fatimah AhmadπŸ˜€
      sindrom bokong mati itu sepertinya hasil dari terjemahan bebas “dead butt syndrome” yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia hasilnya seperti itu.

      Saya yakin ada istilah yang “lebih bagus” karena kata “bokong” itu sendiri di Indonesia terlalu kasar.

  2. Nah kan Bun, bukti bahwa kemajuan hidup dewasa ini bakal menciptakan penyakit2 baru yang gak ada di masa lalu….😐

    Harus pinter2 jaga diri, merawat diri, dan menjaga kesehatan.πŸ™‚
    Jangan berharap orang lain yang merawat kita, jaga diri sendiri.πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s