Episode Pengamen

Alkisah pada suatu malam di sebuah warung pecel lele depan Harmony Swalayan, terdapatlah 2 pasang muda-mudi yang sedang memesan menu makan malam, dan seorang penjual. Aaaaaaaargghhhhh.. saya ga bisa euy nulis pake alkisah-alkisah beginian! Jadi satu pasangan yang dah nyampe duluan itu dah mulai makan, sedangkan pasangan lainnya (yaitu saya dan suami) masih menunggu pesanannya selesai dibuat. Beberapa menit kemudian dijulurkanlah semangkok soto ayam yang masih mengepul serta sepiring ayam goreng yang digoreng garing.

Setelah beberapa suapan dikunyah dengan sukses dan meluncur dengan mulusnya melalui saluran pencernaan kami, datanglah dua orang pengamen yang hanya berbekal sebuah gitar dan drum alakadarnya tanpa dikomando langsung menyanyikan sebuah lagu yang SANGAT TIDAK EASY LISTENING! Sang penjual langsung mengangkat tangan sebagai isyarat bahwa dia tidak akan mengeluarkan segepok duit demi lagu ga jelas itu, namun para pengamen tetep ngekeuh bernyanyi. Berhubung lagu yang dinyanyikan hanya satu, sehingga kami tidak bisa menonaktifkan shuffle, yang ada hanya repeat sehingga lagu itu terus yang diperdengarkannya kepada kami😦

Klimaksnya disini nih! Ketika si penjual mengangkat tangan, si pengamen beralih ke pasangan sebelah saya berharap mereka memberikan segenggam berlian, namun hal yang sama dilakukannya, mereka juga mengangkat tangan, tak sudi membagi secuil berlian itu. Sekarang giliran suami saya yang gantengnya ampun-ampunan ganti “dicoleknya”, dan kami melakukan hal yang sama dengan penjual dan pasangan tanpa nama itu, daaaaaaaaaaan si pengamen bukannya berhenti nyanyi malah mulai ngomel di sela nyanyiannya itu!

“Ga punya kuping ya!”
kemudian meneruskan nyanyiannya….

“Enak banget ya makannya!”
terus nyanyiiiii…
Sementara saya sedang berjuang dengan tiga suapan terakhir saya sembari berusah mempercepat tempo mengunyah sehingga bisa segera mengenyahkan telinga dari nyanyian yang semakin mengganggu ini

Dan seterusnya….. Mereka tetep ngomel ketika saya meminta suami untuk segera membayar makanan kami meskipun saya belum menghabiskan minuman saya. Akhirnya kami berhasil meninggalkan tempat itu dengan rasa kenyang bercampur dongkol akibat ulah si pengamen tersebut. Oya, ketika kami menyudahi makan kami, pasangan yang lain masih asyik mengobrol di tempat itu, entah bagaimana nasib mereka sepeninggal kami😦

Mengapa kami ngekeuh untuk tidak memberi uang kepada para pengamen itu? Pertama, karena umur mereka yang masih sangat muda untuk mengamen yang ga jauh berbeda dengan peminta-minta, kenapa saya bilang begitu??? Karena pengamen datang tanpa kita minta, menyanyikan sebuah lagu yang belum tentu kita suka, kemudian meminta imbalan atas jerih payahnya! Alasan kedua adalah, banyak saya jumpai di pinggir-pinggir jalan para pengamen yang kerjaannya hanya ngrokok, ngelem, ngepil, dll. Emang sih hal itu ga bisa digeneralisir terjadi kepada seluruh pengamen, tapi mengapa uangnya ga digunakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat???

Sekali lagi saya tekankan disini, PERTAMA, kami tidak pernah meminta para pengamen tersebut menyanyi untuk kami. KEDUA, belum tentu yang disajikan oleh pengamen tersebut lagu favorit kami. KETIGA, kalo emang mo membawakan lagu orang lain, tolong dinyanyikan dengan sepenuh hati, tidak dengan nada seenaknya sendiri yang membuat saya harus mengasihani pencipta lagunya😦


*esmosi tingkat tinggi

gambar diambil dari www.worth1000.com

6 thoughts on “Episode Pengamen

  1. Salam Bunda..
    he,,he… emang bunda tetik juga dilema banget nih dengan peminta-minta serba salah liatnya…
    kalo mas2 pengamen seringnya tetik juga maless ngasih.

  2. Ya ya setuju banget. kalau ngamen dengan lagu dan vokal beserta iringan musik yang mantep mah kita juga biasnya gak kan ragu ya ngeluarin segepok “berlian” ke pengamen itu, meski pengamennya masih muda. Tapi banyak juga sih pengamen yang tau etika, sopan gitu. Klo gak di kasih ya wassalam dia bakal pergi aja. Semoga aja para pengamen jalanan makin kreatif ya. Bener-bener musisi jalanan yang bisa dikagumi gitu😀

    nice share bunda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s