27

Another “dirty” Story

Pada suatu sore di suatu halaman suatu rumah suatu komplek perumahan, bermainlah seorang anak laki-laki berumur 22 bulan bersama 4 orang dewasa, sebut saja mereka Ayah, Bunda, Om Nyinyu, dan Tante Nyonyo. Bukan komposisi yang seimbang memang, tapi benar begitulah keadaannya.

Konon si tante Nyonyo ini sangat menyukai coklat, terutama sejenis Choki-Choki dan Gery Pasta (ga maksud ngiklan lho ya!) dan atas kebaikan hatinya, “dipaksalah” si anak kecil sebut saja Mahes untuk menyukai makanan itu juga. Hampir setiap hari si tante Nyonyo dan Om Nyinyu yang baik hati ini “mencekoki” si anak kecil dengan minimal satu batang Choki-choki/Gery Pasta ini. Sama halnya dengan seekor kucing yang disodori ikan asin, begitu pula keadaan si anak kecil tadi. Binar di bola matanya semakin benderang tiap kali coklat pasta itu disodorkan di hadapannya.

Sampailah pada sore itu, mungkin si anak kecil sedang kekenyangan sehabis menikmati makan sorenya sehingga ketika coklat pasta itu disodorkan, dia kurang antusias menyambutnya. Namun si anak kecil ini tetap meminta sang Bunda untuk membukakan kemasannya. Ya wes, Bunda nurut, dicabiklah bungkus si Gery Pasta itu. Setelah pojok si Gery pasta terbuka, si anak kecil tadi memencetnya dengan tujuan supaya si Gery pasta bisa moncrot keluar tau kan ya caranya makan coklat pasta gitu. Continue reading

Advertisements
10

Aisya Humaira – Unic

Aisya Humaira
by Unic

Wajah berseri pipi kemerahan
Engkau digelar Aisya Humaira
Namun bukan inginku bicarakan
Hingga dirimu jadi sanjungan
Tetapi merahnya darah perjuangan
Peniup semangat suami

Khabar al-ifqi satu titik pemula
Telah mencalar kebahagiaan
Fitnah-munafiqun tak kenal sesiapa
Insan yang mulia atau sahaya
Hatta dirimu ummahatul mukminin
Yang setanding al-muqatsirin

Usah ditanyakan mengapa
Lewatnya turun wahyu itu
Bagi membuktikan kepalsuan
Tuduhan seorang pendusta

Tetapi lihatlah hikmahnya
Di sebalik tiap kejadian yang telah berlaku
Tuhan tidak akan pernah mempersia-sia
Ketabahan seorang insan
Dalam mengharungi arus kehidupan
Yang penuh mehna ujian

Takkan terhidu harum mewangi
Jika tak dinyalakan setanggi
Takkan terasa manisnya hidup
Andai tak dilambung gelora

Engkau isteri sejati yang memangku nabi
Saat hujung nyawakan pergi
Sungguh beruntungnya dikau punyai suami
Yang amat mengasihi umatnya
Dia insan yang mulia
Kau semadikannya di ruang kamarmu Continue reading

15

Sindrom Bokong Mati?????

Lumayan kaget pas baca headline di detikhealth pagi ini, tentang sindrom bokong mati! Beneran BOKONG sodara-sodara… Kenapa ga pake PANTAT aja ya??? Sebenernya BOKONG sama PANTAT lebih kasar mana sih? Berikut saya copas-kan langsung dari sumbernya!

Sindrom bokong mati (dead butt syndrome) atau dikenal dengan nama gluteus medius tendinosis merupakan gejala rasa sakit di sekitar pinggul. Rasa sakit itu timbul karena meradangnya beberapa otot di saraf seputar pantat. Waspadai ciri-cirinya!

Sindrom bokong mati ini tidak bisa dianggap remeh karena bisa mengganggu aktivitas orang dan rasa sakit yang luar biasa.

Secara teknis sindrom bokong mati adalah suatu peradangan pada urat (tendon) di gluteus medius yang merupakan salah satu dari tiga otot besar untuk membentuk bokong. Cedera ini umumnya menyakitkan dan terasa seperti ada yang menusuk sakit di pinggul.

Ciri-ciri sindrom bokong mati adalah: Continue reading

6

Episode Pengamen

Alkisah pada suatu malam di sebuah warung pecel lele depan Harmony Swalayan, terdapatlah 2 pasang muda-mudi yang sedang memesan menu makan malam, dan seorang penjual. Aaaaaaaargghhhhh.. saya ga bisa euy nulis pake alkisah-alkisah beginian! Jadi satu pasangan yang dah nyampe duluan itu dah mulai makan, sedangkan pasangan lainnya (yaitu saya dan suami) masih menunggu pesanannya selesai dibuat. Beberapa menit kemudian dijulurkanlah semangkok soto ayam yang masih mengepul serta sepiring ayam goreng yang digoreng garing.

Setelah beberapa suapan dikunyah dengan sukses dan meluncur dengan mulusnya melalui saluran pencernaan kami, datanglah dua orang pengamen yang hanya berbekal sebuah gitar dan drum alakadarnya tanpa dikomando langsung menyanyikan sebuah lagu yang SANGAT TIDAK EASY LISTENING! Sang penjual langsung mengangkat tangan sebagai isyarat bahwa dia tidak akan mengeluarkan segepok duit demi lagu ga jelas itu, namun para pengamen tetep ngekeuh bernyanyi. Berhubung lagu yang dinyanyikan hanya satu, sehingga kami tidak bisa menonaktifkan shuffle, yang ada hanya repeat sehingga lagu itu terus yang diperdengarkannya kepada kami 😦

Klimaksnya disini nih! Continue reading

12

Award Pertama di Akhir Tahun!

Cihuyyyyyyyy….

Alhamdulillah…

Setelah sekian lama ngeblog akhirnya dapet award juga! Dapetnya dari Cik Siti Fatimah Ahmad dalam rangka Hari Ibu yang diperingati hari ini.

To be honest, awalnya saya bingung gimana cara ngambil awardnya, maklumlah baru pertama dapet. Namun setelah konsultasi dengan seorang blogger kawakan yang punya 5 blog namun saking sibuknya bekerja sampe-sampe semua blognya ga keurus Ary Prabowo sang Kanglurik, akhirnya berhasil dipajanglah award cantik ini 😀

Makasih Cik Siti Fatimah Ahmad (bingung manggilnya gimana!)

Makasih juga Kanglurik! 😛

Selamat Hari Ibu!

Meskipun baru satu, tapi gapapa deh tak bikinin satu halaman khusus award, tapi masih bingung ngasih nama halamannya apa, any idea???

Oya, sehubungan dengan diijinkannya award ini untuk diteruskan, maka saya ingin meneruskan award ini kepada para ibu hebat di dunia ini yaitu Ummu Khonsa, Mama Asa, Mama Rafif Rasya, Ummu Tsabita, Jeng Amalia “momswannabe”, Bunda Fatimah, dan Jeng Tetik Ferawati.

6

Postingan Iseng Tiga

Kebaikan itu seperti pesawat terbang. Jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telpon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai Garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.

Ahamdulillah.. akhirnya saya bisa menyelesaikan buku si abang Tere Liye ini dalam perjalanan menuju Bandung kemarin (dan sedikit menyesal karena cuma mbawa 1 buku itu). Seperti biasa, tiap buku tulisannya selalu membuat saya menangis! Bisa banget dia mendramatisir suasana dan memprovokasi perasaan saya sampai haru biru seperti ini! 10 jempol deh buah Tere Liye!