Episode Wanita

1. Masjid Baitul Maal Kebayoran Baru
Di masjid kantor tempat saya bekerja, sudah dipasang peringatan di dinding yang isinya kurang lebih “DILARANG MEMBUAT GADUH”, kemudian ada lagi “HORMATI YANG SHOLAT DENGAN TIDAK MEMBUAT GADUH”, bahkan jika ada kajian ba’da sholat Dzuhur selalu diumumkan secara KHUSUS kepada jamaah wanita untuk ikut MENDENGARKAN dan tidak MEMBUAT KERIBUTAN.

Yang ingin saya ceritakan sekarang adalah sejak dilaksanakannya salah satu jenis diklat di kantor kami yang pesertanya dari luar, masjid semakin ramai. Ya, ramai dari segi jamaah dan ramai dari orang yang berbincang-bincang😦 Terutama ibu-ibu itu! Mereka datang sambil ketawa-ketiwi, setelah itu sholat, nah!!! sesudah itu barulah mereka mulai memperbincangkan sesuatu dengan hebohnya. Seakan-akan sedang berada di tengah mall yang diiringi dengan musik berdebum sehingga produksi suara yang dihasilkan sangat keras😦 Tanpa canggung mereka tertawa terbahak-bahak di sela-sela obrolannya itu! Saya yang “terkenal” paling sirik ke orang-orang yang seperti itu merasa serba salah. Kalo mereka saya tegur mereka “tamu” kantor, lebih tua dari saya, dan lebih memiliki “jabatan” dibanding saya yang hanya pelaksana, sedangkan kalo saya diamkan saja, hal itu benar-benar bertentangan dengan hati nurani saya!😦 Dan pada akhirnya saya tidak menegur mereka, hanya bisa menatap dengan tatapan penuh ratapan, sedih, kecewa ketika melihat kepala mereka terbalut jilbab semuanya😦 Untuk kemudian berharap supaya diklat ini segera selesai sehingga masjid kami kembali bersahaja.

2. Bis Jemputan
Idealnya sih kami sudah harus berkumpul di kampus maksimal pukul 6 pagi. Akhir-akhir ini jadwal keberangkatan bis kami molor, kenapa??? Karena kami, seluruh penumpang bus, “harus” menunggu kedatangan seorang teman yang terlambat datang. Pernah suatu kali ketika jam sudah menunjukkan pukul 06.15 WIB, kami berasumsi bahwa penumpang bus sudah lengkap (karena terkadang kami harus dinas di luar kota, sehingga ada suatu dimana bis menjadi kosong akibat banyaknya penumpang yang dinas luar kota) sehingga kami melanjutkan perjalanan seperti biasa. Ternyata di sore harinya, si teman komplain, mempertanyakan mengapa dia ditinggal, padahal (katanya) ketika kami baru pergi, dia baru saja sampe ke kampus, namun ga bisa lari-lari karena dia sedang hamil!!!

Tanggapan saya??? Saya juga PERNAH HAMIL koq! TIGA KALI malah! Tapi saya ga pernah menyalahgunakan kehamilan saya sebagai alasan untuk terlambat!

Kalo emang dengan kehamilannya dia ngerasa akan telat, berangkatnya lebih pagi donk! Jadi orang harus siap nerima konsekuensi atas perbuatannya! Kalo ditinggal akibat kesalahannya sendiri ya jangan komplain dan jangan nyari-nyari alesan!!!

Bayangin aja, jam segitu itu udah macet2nya jalanan Jakarta! Kami penumpang yang lain dah standby dari jam 6, eh ternyata segala usaha kami bangun lebih pagi, ninggalin anak yang masih tidur, ga bikinin sarapan untuk keluarga, dll, ternyata TIDAK DIHARGAI oleh oknum seperti itu!

Kalo emang terlambat ya udah, ga usah nelpon minta ditunggu, naek aja angkutan umum, taksi, kopaja, ojek, banyak tuh di depan kampus!!! >,<

Sebagai tambahan informasi, beberapa waktu lalu ketika sedang mengambil pesanan undangan untuk pernikahannya dia juga terlambat datang dan minta ditunggu. Ketika ditanya posisinya dimana ternyata dia masih jauh dari meeting point, namun dia tetep minta ditunggu, alasannya : bawa undangan banyak banget! Hasil akhirnya : DITINGGAL! Males banget nungguin orang ga berkomitmen kaya gitu!

 

Pfiuhhhh.. Lega rasanya ngelepas uneg-uneg! Makasih WordPress!🙂

 

Gambar diambil dari gugeldotcom

19 thoughts on “Episode Wanita

  1. Satu-satunya keterlambatan yang diperbolehkan saat hamil adalah “terlambat datang bulan”. Iya tho? Pengalaman saya soalnya….🙂
    Terima kasih untuk linknya Bunda….

  2. Asik, ada orang yang sepemikiran ama saya.😥

    Saya dengan bangga (tanpa sombong :D) memproklamirkan bahwa saya ini orang yang tepat waktu (monggo Bunda baca di posting-an saya di sini). Karena itulah, saya paling sebal dan jengkel dengan orang yang gak menghargai waktu. Ciri2nya, dia sendiri yang bikin janji ketemu, malah dia sendiri yang telat!!👿 Ciri berikutnya, ketika datang dan telat, tak ada wajah bersalah di sana, yang ada malah wajah cengengesan dengan berragam alasan yang (sebenarnya) mudah dipatahkan.😈

    Tanpa membedakan jenis kelamin, semua orang yang gak tepat waktu sungguh menjengkelkan.😡 Untuk menghadapi hal begitu emang harus ditegasin.

    • Oh ya tambahan Bun, budaya “rubber watch” alias jam karet ini harus diubah! Budaya “malu kalo terlambat” bener2 harus diberdayakan.😡

  3. Dikantor saya juga ada yg seperti itu bun, saya kira itu memang watak n kebiasaan jelek ya..sulit diubah, namun akan tetap bisa diubah asal punya kemauan keras untuk mengubahnya.

  4. terlambat sepertinya memang udah membudidaya sampai saat ini sering ane jumpai kala kumpul organisasi..bun…

    hemmm…sudah terkenal dengan nama jam indonesia… ktanya😛

  5. Saya juga termasuk yang langsung bertanduk kalo ngelihat yang terlambat dengan tanpa perasaan bersalah dan dengan sejuta alasan yang minta di excuse me, halah..

  6. sabar ya bunda Mahes,
    memang masalah etika dan keterlambatan memang tidak bisa dibiarkan begitu saja, ada baiknya dibicarakan 4 mata dengan yang bersangkutan…

    semangat bunda Mahes…🙂

  7. setuju sm asop! saya jg tipe orang yg tepat waktu. paling sebel kalo ada yg telat. udah ditunggu lama2 eeh dia malah dgn santai dateng, ga ada rasa bersalah -.-‘
    sabar yah, buuunn😀

  8. Hamil buat alasan telat….
    Terkadang kit akaum perempuan emangbiang masalah yah, Bund?

    yang biang kegaduhan, yang biang terlambat….

    Yah…semoga saya tidak termasuk dalam semua itu dech…meski radah bikin gaduh!heeeeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s