Salam, Jeruk Purut, hingga Belimbing Wuluh

Masih dalam suasana mudik lebaran 1431 H, dalam suatu kesempatan ketika membahas rumah yang akan dibeli oleh kakak ipar saya, Simak (panggilan untuk nenek si ayah, red) bercerita (lebih tepatnya menganjurkan) kepada kami untuk menanam tiga jenis tanaman, yaitu pohon salam, jeruk purut, dan belimbing wuluh. Mengapa harus menanam tanaman itu??? Berikut alasannya :

1. Belimbing Wuluh
Berdasarkan wejangan Simak, belimbing wuluh memiliki “kekuatan magis” tersendiri. Jika di suatu rumah terdapat pohon belimbing wuluh dan suatu saat ada orang asing yang memiliki aura negatif atau berniat buruk atau terhadap pemilik rumah, maka si belimbing wuluh ini akan mengeluarkan “sesuatu” sehingga si orang asing tadi mengurungkan niat jahatnya dan pemilik rumah terlindungi dari aura negatif yang dipancarkan oleh orang asing tersebut.
2. Jeruk Purut
Tak jauh berbeda dengan pohon salam, namun   jeruk purut  memiliki kekuatan yang lebih “dahsyat”. Ngendikane Simak, si jeruk purut ini memiliki kekuatan untuk menangkal kekuatan jahat seperti sihir, santet, dsb. Sehingga jika ada yang “mencoba” menggunakan kekuatan itu, secara otomatis si jeruk akan “menangkalnya” yang akan mengakibatkan matinya tanaman ini, dengan kata lain, si jeruk purut ini menyerap kekuatan negatif tersebut.
3. Pohon Salam
Menurut Simak, kata “salam” diambil dari Assalamu’alaikum yang berarti keselamatan/kesejahteraan. Jadi jika menanam pohon salam, diharapkan keselamatan/kesejahteraan senantiasa dilimpahkan kepada pemilik rumah dan suasana hati si empunya rumah akan selalu damai, tenang, dan tenteram.
Pendapat saya???
Saya sih setuju aja dengan anjuran Simak untuk menanam tanaman tersebut karena emang tanaman tadi sering dibutuhkan untuk keperluan memasak di dapur. Selain itu, mereka memang termasuk tanaman yang cepat “rusak”, lihat saja daun jeruk dan salam yang hanya bertahan maksimal tiga hari untuk selanjutnya menjadi “sampah” yang mengering di dalam kulkas. Memang sih, para daun ini masih tetap bisa digunakan namun yang namanya udah nggak seger lagi tu pasti rasanya kurang enak jika dibandingkan dengan yang masih segar.

Kesimpulannya???
Sejak menikah, menanam belimbing wuluh memang menjadi wishlist utama saya, dan alhamdulillah sekarang si belimbing ini dah mulai “belajar” berbunga (apdet minggu sore : bunganya nambah satu tangkai lagi :D). Sementara untuk daun salam dan daun jeruk kebetulan tetangga saya dah punya, jadi kalo mo masak dan ga lagi males jalan, biasanya saya dianter ayah minta ke tetangga saya ituuuuu….😀

Oya, beberapa waktu lalu ketika maen ke tempat Bulik di BSD, saya melihat tanaman cabe rawit yang sedang berbuah, saking senengnya saya ngeliat buahnya yang ginuk-ginuk plus sudah mulai “doyannya” saya ke sambel membuat saya mengambil beberapa buah yang sudah memerah kemudian menaburkan bijinya di halaman belakang, dan alhamdulillah dah mulai bermunculan kecambahnya. Semoga para bibit cabe itu mampu bertahan hingga dewasa nanti dan manghasilkan buah yang banyak sehingga saya bisa menjadi pengusaha cabe rawit (ngayal :D) Kedepannya saya ingin nanem seledri, tomat, dan bawang daun, sebab sering banget make bumbu-bumbu ini.


gambar dari http://id.wikipedia.org/

8 thoughts on “Salam, Jeruk Purut, hingga Belimbing Wuluh

  1. Salam
    Wah lucu juga yang jeruk purut. namanya dijadiin Tempat Pemakaman tuh ya, hehe..
    Hmm saya juga ah klo udah nikah mo nanam belimbing wuluh sama kayak bundamahes, hehehe..
    Info bagus nih coba posting ke http://www.infogue.com, forum gitu biar bisa dibanyak baca orang aja mudah-mudahan manfaat gitu.

    Link sudah terpasang bunda, makasih banyak lho ya🙂

  2. Kalau masalah magis2an, nenek saya dulu pernah ndongengi saya. Katanya tanaman kelor bisa menangkal niat jahat seseorang, sama kayak blimbing wuluh yg katanya Simak itu. Saya sih taunya, sayur daun kelor itu memang seger, hehe. Apalagi kalau dicampur jagung muda..Hmmm…

    • iya, kalo di tempatku (Probolinggo) malah daun kelor itu yang penangkal sihir!

      tapi beneran deh, daun kelor (kellah konceh) sama pecek tahu sama cenge pao, lemmaaaaaaak sarah!😀

  3. yang jelas tanaman tersebut sering kita butuhkan sehari-harinya, kalo ditanam dirumah ga repot2 keluar rumah.
    Salut buat bundamahes hidup dikota besar (lahan yang amat terbatas untuk bertanam) masih bisa namam tanaman yang biasanya ada didesa, perlu disosialisasikan ke tetangga semua bun.😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s