Kerinduan Seorang Ayah

Jam menunjukkan pukul 18.30 ketika hape saya berdering, terpampang tulisan “Bapakkuuuuuuu… calling”.  Saat itu saya sedang makan di warung baso pinggir jalan bareng si ayah, saya bilang ke bapak bahwa saya masih di jalan dan berjanji akan telepon balik jika sudah sampai di rumah.

Sesampai di rumah langsung disambut si pangeran kecil yang dengan semangat “bercerita” tentang film kartun yang ditontonnya. Setelah bersih-bersih, saya ajak Mahes ke kamar dan dilanjutkan dengan kegiatan saling nguyel-uyel. Sedang asyik-asyiknya maen, saya teringat bahwa saya punya janji untuk menelepon bapak. Saya ambil hape kemudian menelepon beliau.

Saya     : Assalamu’alaykum. Ada apa pak?

Bapak  : Wa’alaykumsalam. Gapapa, Bapak cuma ngerasa kesepian aja disini (menghela nafas)

Deggg! Hati saya gerimis seketika, ingin rasanya menangis mendengar kalimat bapak! Telepon langsung saya alihkan ke Mahes dalam kondisi hati yang hancur lebur😦

Ya Allah, mengapa saya tidak pernah bisa mengungkapkan isi hati saya yang sebenarnya??? Ingin rasanya saya bilang ke bapak bahwa saya dilanda rindu teramat sangat kepada beliau! (mata, tolong jangan menangis!!!)

FYI, entah mengapa sejak kecil di keluarga kami tidak bisa dan tidak dibiasakan untuk  curhat sehingga butuh keberanian tinggi untuk sekedar mengungkapkan rasa rindu, malu mungkin, gengsi bisa jadi! Hal itu juga yang membuat saya yakin bahwa semalam bapak benar-benar merasa kesepian dan rindu yang teramat sangat yang mampu mendorong beliau untuk mengungkapkannya lewat kata-kata.

Mungkin anda akan menganggap bahwa kami jarang berkomunikasi sampe-sampe bapak ngomong kaya gitu, namun anda salah!!! Hampir tiap hari kami saling menelepon, 3 hari ga nelpon tuh rasanya gimanaaaaaaaaaa gitu! Hal itu berlaku sejak saya masih SMU berlanjut hingga kuliah. Mulai berkurang setelah saya menikah dan “kambuh” lagi setelah lahirnya Mahes.

Entahlah, mungkin karena saya anak satu-satunya…

  • Saya kesal atas keputusannya menyewa sawah untuk memperluas lahan tanaman tembakaunya yang musim lalu panen besar namun mengalami kegagalan musim ini.
  • Saya kesal atas keputusannya memperluas bangunan rumah hanya untuk menyambut kedatangan kami yang hanya berkunjung setahun sekali.
  • Saya kesal atas keputusannya membangun sebuah kolam renang mini di halaman rumah demi cucunya.
  • Saya kesal atas keputusannya yang tidak mau menjalani general check up hanya karena khawatir “ketauan penyakitnya”.
  • Saya kesal karena beliau tetap bersikukuh menghadiri rapat tidak penting yang membutuhkan 30 menit perjalanan.
  • Saya kesal karena  saya terlalu mengkhawatirkan keadaan bapak.

Ya Allah, lindungilah Bapak..
Karuniai beliau dengan kesehatan jiwa raga dan kebahagiaan lahir dan batin..
Kabulkanlah semua cita-citanya Ya Allah..

 

Titip Rindu Buat Ayah
(by Ebiet G Ade)

di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
benturan dan hempasan terpahat di keningmu
kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah

meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini

keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk
namun semangat tak pernah pudar

meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita

tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
anakmu sekarang banyak menanggung beban
engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
keriput tulang pipimu gambaran perjuangan

bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk
namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar

Miss you Pak…😦

11 thoughts on “Kerinduan Seorang Ayah

  1. aku yo sering ngalami itu ..tilpun dari bapak! …
    biasanya aku terima biasa aja .. tp setelah baca ini…hiks
    iya ya…kurang sensinya diriku.. wah suwun ya… and salam kenal…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s