Surat Pembaca (2)

Menjaga Suhu Kamar
Semalem waktu saya nglilir sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, saya merasa aneh karena melihat keadaan menjadi lebih gelap daripada biasanya, dan udara menjadi lebih “hangat”. Selidik punya selidik, sedikit mendongak ke atas, lampu indikator AC mati. Ngintip lewat jendela, lampu depan mati. Yupz! Kecurigaan saya terbukti! Ternyata mati lampu!!!

Demi menjaga kelelapan tidur si kecil, sebentar-sebentar saya memeriksa kepalanya, khawatir telah muncul bulir-bulir keringat disana. Dan alhamdulillah dia tidak terjaga sedikitpun hingga terbangun pukul 04.20 WIB berbarengan dengan dikumadangkannya adzan Subuh.

Meminimalisir penggunaan air
Meskipun saya menggunakan tandon air, namun jika listrik mati, tetap saja harus menghemat penggunaan air. Oleh sebab itu, ketika saya mendengar budhe membuka keran air untuk mencuci baju, saya langsung menghampirinya dan meminta budhe untuk menunda pekerjaannya.

Jika Mahes bangun, biasanya dia langsung saya giring ke kamar mandi untuk BAK, namun untuk kali ini saya biarkan dia dalam keadaan masih menggunakan diapernya. Hmmm.. Namun karena saya ga tega ngeliat diapernya yang mulai penuh, akhirnya saya lepas juga.

Setlah ngebersihin Mahes, saya ajak dia main di ruang tamu. Dia menuding-nuding ke arah lilin yang saya letakkan di sudut ruangan sambil berseru “api…api…api…panas…panas…panas”.

Kemudian budhe ikut bergabung sambil mengeluh bahwa nasi di rice cooker habis , dan meminta persetujuan saya untuk memasak menggunakan panci. Setelah saya iyakan dan mewanti-wanti untuk menghemat penggunaan air, budhe kembali ke dapur.

UNEG-UNEG

PT PLN (Persero) memastikan seluruh wilayah Indonesia sudah bebas padam (byar pet) sejak 30 Juni 2010. PLN mengaku sudah melakukan berbagai upaya darurat untuk mengatasi pemadaman, termasuk dengan menyewa genset China.

“Kami pastikan sekarang sudah bebas padam,” ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan saat dihubungi, Kamis (1/7/2010).

sumber : www.detik.com

Padahal jelas-jelas telah terjadi pemadaman bergilir di komplek perumahan kami minggu lalu, yang JANJInya hanya dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ternyata pada pelaksanaannya malah molor menjadi pukul 14.00 WIB!!! Katanya walopun ada pemadaman listrik itu hanya karena gangguan alam dan penanggulangan kerusakannya pun hanya membutuhkan waktu SETENGAH dari waktu yang biasanya dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Hal itu jelas-jelas secara eksplisit tertulis disini! Udah jelas kejadiannya kaya gini koq malah mo dinaikin lagi taun depan! Naik sih naik, tapi diimbangi dengan pelayanan juga donk!!!

Gini ini susahnya kalo listrik dimonopoli!!!😦

Catatan :
Saya juga pernah menulis masalah pengaduan PLN di tulisan sebelumnya

Gambar diambil dari http://bintangsatria.wordpress.com/2008/03/31/yuk-menghemat-listrik/

3 thoughts on “Surat Pembaca (2)

  1. Agaknya di negeri kita ini kebanyakan janji2 namun banyak yang ga ditepati..mungkin janji2 itu hanya sekedar lips servis aja biar rakyatnya senang..saya hanya bisa bilang sabar ya bun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s